Suara.com - Beberapa masyarakat Indonesia masih enggan membeli mobil listrik sebagai kendaraan utama. Ternyata hal tersebut tak berlaku di Indonesia saja, tetapi di negara tetangga Australia juga demikian.
Meskipun penjualan kendaraan listrik (EV) di Australia diprediksi meningkat di kuartal pertama 2024, masih banyak rintangan yang harus dihadapi. Dilansir dari Car Expert, laporan terbaru dari Asosiasi Dealer Otomotif Australia (AADA) menunjukkan bahwa persepsi pembeli lokal perlu diubah untuk mendorong adopsi EV yang lebih luas.
Meskipun statistik menunjukkan peningkatan penjualan EV (naik 46,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan mencapai 8,3 persen dari total penjualan kendaraan baru), survei terhadap 2.000 pengemudi Australia mengungkapkan beberapa kekhawatiran utama.
Pertama, masyarakat khawatir dengan infrastruktur mobil listrik sehingga mereka mengurungkan niat untuk membelinya. Kemudian mobil listrik masih cukup mahal dan tak ramah di kantong.
Hal tersebut senada dnegan apa yang dialami beberapa masyakarakat Indonesia. Yusak Billy, Direktur Penjualan, Pemasaran, dan Purnajual PT Honda Prospect Motor (HPM) menilai kalau infrastrukur menjadi ketakutan masyakarat Indonesia.
"Mereka yang tidak mau beli kendaraan elektrik itu karena masih memiliki ketakutan di ranah infrastruktur," kata Yusak di Jakarta, Kamis (29/2/2024).
HPM melihat kekhawatiran konsumen yang berkaitan dengan infrastruktur adalah soal charger yang sulit. Selain soal charger, konsumen otomotif Indonesia juga cenderung menunggu perkembangan teknologi lebih lanjut, misalnya daya jangkau yang lebih jauh dan pengisian daya yang jauh lebih cepat.
Tidak hanya soal infrastruktur, HPM juga melihat terdapat kekhawatiran soal nilai jual kembali kendaraan listrik.
Baca Juga: Waspada Kejahatan Penipuan Online, Simak Tips Aman Bertransaksi Perbankan Saat Lebaran
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Plus Minus Pinang Honda Scoopy di 2026, Kenapa Skutik Ini Tetap Jadi Favorit Pengendara Wanita?
-
6 Masalah Klasik Toyota Agya Bekas, Ketahui sebelum Membeli
-
Update Harga BBM SPBU Swasta Terbaru per Akhir Mei 2026, Shell hingga BP-AKR
-
Mengenal Tiga Tipe iCAR V23 SUV Listrik Modern Bergaya Klasik
-
Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta Kembali Digelar Hingga Agustus
-
Sinyal Bahaya dari China Saat Pasar Otomotif Mulai Masuki Tahap Jenuh
-
Konflik Timur Tengah Lumpuhkan Ekspor Mobil Toyota dari Jepang Hingga Nyaris Habis
-
Manfaatkan Teknik Defensive Driving saat Perjalanan Libur Panjang
-
Legenda SUV Mitsubishi Pajero Siap Kembali Mengaspal pada 2026 Andalkan Sasis Triton
-
Teknologi Hybrid Jadi Solusi Perjalanan Irit Tanpa Repot Antre Charge