Suara.com - Pengguna mobil listrik mendapatkan perlakuan khusus oleh Google. Mereka siap menghadirkan fitur canggih yang memudahkan pengguna mobil listrik makin nyaman.
Dilansir dari The Verge, Google akan menggunakan kecerdasan buatan (AI) yang ditanamkan ke Google Maps untuk membantu pengguna mobil listrik menemukan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) terdekat.
AI ini akan meringkas ulasan pengguna tentang pengisi daya, sehingga pengguna mobil listrik mendapatkan informasi yang lebih akurat dan spesifik.
Nggak cuma itu, Google Maps juga akan meminta masukan pengguna setelah menggunakan pengisi daya. Masukan ini akan digunakan untuk menyempurnakan informasi SPKLU di masa depan.
Lebih keren lagi, Google Maps juga akan mempertimbangkan pengisi daya mobil listrik saat kamu mencari tempat untuk menginap. Ada filter khusus untuk mencari tempat dengan colokan pengisian daya, lho!
Soal rute, kalian nggak perlu khawatir. Google Maps sudah menggunakan AI untuk membantu perencanaan rute yang optimal, termasuk dengan mempertimbangkan pengisi daya mobil listrik.
Informasi tentang ketersediaan colokan secara real-time dan kecepatan pengisian daya pun bisa kamu lihat di Google Maps.
Nggak ketinggalan, Google Maps versi native di dalam mobil yang terintegrasi dengan perangkat lunak Google, seperti beberapa model Volvo dan Polestar, juga akan menyarankan istirahat pengisian daya pada perjalanan multi-titik.
Dengan semua fitur ini, dijamin kalian nggak bakal pusing lagi mencari tempat isi daya mobil listrik saat bepergian.
Baca Juga: Viral di TikTok! Ujian Gamon Google Form Terbaru, Cek Link dan Cara Mainnya di Sini
Berikut ringkasan Fitur Canggih Google Maps untuk Mobil Listrik:
- Pencarian SPKLU dengan AI: Temukan SPKLU terdekat dengan informasi akurat dan spesifik dari ulasan pengguna.
- Masukan Pengguna: Bantu tingkatkan informasi SPKLU dengan memberikan masukan setelah menggunakan pengisi daya.
- Filter Pencarian Penginapan: Temukan tempat menginap dengan colokan pengisian daya mobil listrik.
- Perencanaan Rute Cerdas: Dapatkan rute yang optimal dengan mempertimbangkan pengisi daya mobil listrik.
- Informasi Pengisian Daya Real-time: Lihat ketersediaan colokan dan kecepatan pengisian daya di Google Maps.
- Saran Istirahat Pengisian Daya: Dapatkan saran untuk istirahat pengisian daya pada perjalanan multi-titik di Google Maps versi native di dalam mobil.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Perbandingan Motor Listrik Yamaha EC-06 dan Yamaha E01 untuk Harian
-
Terpopuler: Motor Bekas Adventure, Motor Listrik Baru Yamaha Harga Mirip Aerox
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas Irit yang Masih Sangat Layak Dipakai Driver Online
-
Kemandirian Chip Lokal Jadi Kunci Utama Masa Depan Industri Mobil Listrik Indonesia
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas Pajak Ringan: Mesin Masih Juara, Tahunan Cuma Bayar Rp1 Juta
-
3 MPV Bekas Rp70 Jutaan Punya Suspensi Empuk dan Kabin Senyap, selain Avanzad dan Xenia
-
Detail 10 Mobil Terlaris di Indonesia vs Brasil Sepanjang 2025: Beda Merek dan Selera
-
3 Rekomendasi Mobil Bekas dengan Bagasi Luas, Cocok buat Usaha Kecil-kecilan
-
3 Jenis Mobil Bekas yang Perlu Dihindari Meski Harganya Murah, Bukannya Untung Malah Rugi
-
Penjualan Motor Listrik Dinilai Masih Bisa Naik 10 Persen Tanpa Insentif