Suara.com - Toyota, produsen otomotif terkemuka asal Jepang, baru-baru ini mengumumkan proyek ambisius mereka dalam mengembangkan teknologi hidrogen. Mereka telah membangun 10 prototipe FCEV dari model Hilux di Inggris, yang menandai fase demonstrasi dari proyek yang mengevaluasi penggunaan sel bahan bakar hidrogen dalam sebuah pickup.
Dengan menggunakan powertrain yang bersumber dari Mirai, Hilux ini mampu menempuh jarak hingga 600 km antara pengisian ulang, tanpa emisi gas buang dan tanpa bergantung pada jaringan pengisian. Selain itu, tiga tangki hidrogen bertekanan tinggi terintegrasi dalam rangka ladder frame, dengan kapasitas total 7.8 kg.
Performa dan Kapasitas
Motor listrik tunggal yang dipasang di belakang dengan 180 hp dan torsi 300 Nm menggerakkan roda belakang. Toyota mengatakan bahwa powertrain ringan ini memungkinkan kapasitas muatan dan penarikan yang lebih tinggi dibandingkan dengan truk listrik sepenuhnya yang lebih berat, sambil menawarkan jangkauan yang lebih panjang.
Toyota saat ini sedang meneliti tumpukan sel bahan bakar yang dapat diskalakan dan berbagai bentuk tangki hidrogen untuk memastikan
kompatibilitas di berbagai jenis kendaraan. Generasi ketiga teknologi sel bahan bakar Toyota, yang saat ini sedang dalam pengembangan, dijadwalkan untuk diterapkan dalam model produksi pada tahun 2026 atau 2027.
Generasi baru ini diharapkan dapat menawarkan peningkatan jangkauan sebesar 20 persen dan mengurangi biaya lebih dari sepertiga, berkat kemajuan teknologi dan peningkatan volume produksi.
Dengan pendekatan multi-jalur Toyota yang mencakup powertrain FCEV bersama dengan hybrid, PHEV, BEV, dan ICE dengan e-bahan bakar, perusahaan ini optimis bahwa Eropa akan menjadi salah satu pasar terbesar untuk kendaraan sel bahan bakar hidrogen pada tahun 2030. Dengan inovasi dan penelitian yang terus menerus, Toyota berupaya membawa masa depan otomotif yang lebih ramah lingkungan dan efisien.
Baca Juga: Usai Pembunuhan Pemilik Rental Mobil, Tragedi Berdarah Kembali Guncang Sukolilo Pati
Berita Terkait
-
Usai Pembunuhan Pemilik Rental Mobil, Tragedi Berdarah Kembali Guncang Sukolilo Pati
-
Tragis, Bos Rental Mobil Tewas Dikeroyok Warga, Provokasi Emak-Emak Jadi Sorotan
-
Aman dan Nyaman di Jalan! Kenali Jenis-Jenis Dongkrak Mobil dan Fungsinya
-
Terbongkar Peran Keji 3 Tersangka Pembunuhan Bos Rental Mobil di Pati, Dari Injak hingga Melindas Korban
-
Imbas Main Hakim, Ini Jeratan Hukuman 3 Pengeroyok Bos Rental Mobil yang Tewas di Pati Jateng
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jadwal Lengkap ARRC Buriram 2026 Pekan Ini: Pembuktian Nyali Andalan Baru Garuda
-
Terpopuler: Tips Menyebrang Rel Kereta Api Pakai Mobil Hybrid, Daftar SPBU Tidak Jual Pertalite
-
Studi Ungkap Cuaca Ekstrem Bisa Pangkas Jarak Tempuh Mobil Listrik dan Mobil Hybrid
-
Bahaya Kebiasaan Menunda Isi Bensin Mobil yang Sering Diabaikan Pengendara
-
Daftar 13 SPBU yang Sudah Tidak Jual Pertalite Lagi
-
Telat 1 Hari Bayar Pajak Motor, Apakah Kena Denda? Begini Penjelasannya
-
KBA Servis Gratis Mesin Tempel Yamaha Perkuat Sektor Maritim Nasional
-
Tips Aman Menyebrang Rel Kereta Api Gunakan Mobil Hybrid, Apakah Sama dengan Mobil Listrik ?
-
Motor Listrik Bisa Tekan Konsumsi BBM, Ini 4 Pilihan Model Mulai Rp 13 Jutaan
-
Honda Berpotensi Merugi Pasca Batalkan Proyek Pabrik Mobil Listrik Rp 179 Triliun