Suara.com - Pasar kendaraan listrik (EV) terus bergejolak, dan Toyota tampaknya masih berjuang untuk mengejar ketertinggalan. Meskipun telah dikenal dengan keandalannya, Toyota cenderung skeptis terhadap adopsi EV. Prediksi mereka tentang penurunan pasar ternyata sebagian besar benar, namun dunia tetap bergerak menuju adopsi kendaraan listrik sepenuhnya. Adaptasi tersebut kini berjalan lebih lambat dari yang direncanakan, karena rencana Toyota untuk memproduksi EV di AS tertunda beberapa bulan, menurut laporan dari Nikkei, dikutip dari Motortrend.
Rencana Produksi yang Tertunda
Awalnya, Toyota merencanakan produksi model SUV listrik tiga baris di Georgetown, Kentucky, pada akhir 2025. Namun, niat tersebut kini ditunda beberapa bulan menjadi awal 2026. Selanjutnya, pada akhir 2026, SUV listrik baru lainnya dijadwalkan untuk dirakit di pabrik di Princeton, Indiana. Hingga kini, Toyota telah menginvestasikan $2,7 miliar di fasilitas baru di Kentucky dan Indiana. Rencana untuk memproduksi kendaraan Lexus di AS pada tahun 2030 juga dilaporkan dibatalkan.
Alasan Penundaan
Menurut Nikkei, penundaan ini disebabkan oleh penyesuaian desain EV tiga baris tersebut mengingat penurunan penjualan EV di AS secara keseluruhan. Meski begitu, Toyota tetap optimis dengan langkah mereka ke depan. Sebuah pabrik baterai di Carolina Utara diharapkan mulai beroperasi pada tahun 2025 untuk memasok EV Toyota di masa depan, dengan harapan dapat memproduksi 1,5 juta EV per tahun secara global pada akhir 2026.
Masa Depan EV Toyota
Toyota berharap dapat memiliki hingga tujuh kendaraan listrik baru di pasar AS pada tahun 2026, meskipun tidak ada yang akan dirakit di AS sampai tahun itu. Saat ini, Toyota hanya menawarkan satu EV Toyota dan satu EV Lexus di Amerika, yaitu Toyota bZ4X dan Lexus RZ 450e. Diperkirakan lima EV tambahan yang akan datang kebanyakan adalah model SUV, terutama yang lebih besar, namun diharapkan juga ada pickup listrik Tacoma yang akan masuk ke pasar AS.
Penundaan produksi EV Toyota mencerminkan tantangan yang dihadapi industri otomotif dalam beradaptasi dengan perubahan teknologi dan pasar. Meskipun demikian, Toyota menunjukkan komitmennya untuk tetap maju dan berinovasi di bidang kendaraan listrik. Bagi para penggemar otomotif, perkembangan ini patut diwaspadai sebagai indikator penting arah industri otomotif ke depan.
Baca Juga: Toyota Tuai Pro dan Kontra Setelah Sponsori LGBTQ+, Kini Pilih Tarik Dukungan
Berita Terkait
-
Toyota Tuai Pro dan Kontra Setelah Sponsori LGBTQ+, Kini Pilih Tarik Dukungan
-
Toyota Hilux Rangga Akhirnya Diluncurkan, Mengaspal Pekan Depan
-
Enteng Beri Betrand Peto Mobil Listrik Ratusan Juta, Sekaya Apa Ruben Onsu?
-
Subaru Kenalkan Chiffon Try: Semurah Daihatsu Gran Max, Tampang Cakep bak Alphard Mini
-
Ingin Gusur Toyota dan VW, Apakah Renault dan Stellantis akan Merger?
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Apakah Beli Mobil Bekas Harus Balik Nama? Cek 5 Rekomendasi MPV di Bawah Rp70 Juta
-
IIMS 2026 Buktikan Keberhasilan Transformasi Pameran Otomotif Berbasis Kolaborasi Industri
-
Tak Sebatas Sektor Otomotif, IIMS 2026 Gerakkan Pariwisata Indonesia dan Ekonomi Kreatif
-
9 Cara Menghilangkan Bekas Stiker di Motor yang Membandel
-
5 Rekomendasi Oli Mesin Vespa 2 Tak, Harga Mulai Rp40 Ribuan
-
Beli Motor Bekas Tarikan Leasing Apakah Aman? Pertimbangkan Hal Berikut
-
Tetap Berjaya Meski Sudah Ada Penerusnya, Mazda 2 Berapa cc?
-
Terpopuler: Pajak Kendaraan Jateng Meroket tapi Jogja Tetap, NMax Kini Lebih Murah dari Beat
-
Si Hatchback Cakep Underrated, Berapa Harga Mazda 3 dan Pajak Tahunannya?
-
5 Motor Listrik Jarak Tempuh Tembus 100 Km: Sanggup Mudik Lintas Provinsi, Mulai Rp14 Juta