Suara.com - Pencinta motor bebek tengah dihadapkan pada kabar kurang menyenangkan. Pasalnya, kecepatan motor bebek akan dibatasi oleh pemerintah di masa depan. Pengguna hanya bisa menggunakan kecepatan maksimal 90 km/jam saja.
Dilansir dari Paultan, aturan ini akan berlaku di Malaysia. Pemerintah Malaysia tengah mempertimbangkan untuk membatasi kecepatan maksimum motor bebek, khususnya model-model bermesin 150cc seperti Honda RS-X dan Yamaha Y16ZR.
Hal ini lantaran pemerintah ingin menekan angka kecelakaan lalu lintas, terutama yang melibatkan pengendara muda.
Motor bebek bermesin 150cc di Malaysia memang dikenal memiliki performa yang cukup tinggi.
Dengan kecepatan standar yang bisa mencapai 120 km/jam bahkan lebih jika dimodifikasi, motor-motor ini dianggap terlalu bertenaga untuk pengendara pemula, terutama anak muda. Kecepatan yang tinggi ini berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan dan fatalitas.
Pemerintah Malaysia tengah mengkaji kemungkinan untuk membatasi kecepatan maksimum motor bebek menjadi 90-110 km/jam. Batasan ini diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan tanpa mengorbankan kesenangan berkendara.
Salah satu cara yang dipertimbangkan adalah dengan mewajibkan produsen sepeda motor untuk memasang speed limiter pada motor bebek sejak dari pabrik. Speed limiter adalah perangkat yang berfungsi untuk membatasi kecepatan maksimum kendaraan.
Rencana pembatasan kecepatan ini tentu saja akan menimbulkan beragam reaksi dari para pengendara motor bebek.
Di satu sisi, pembatasan kecepatan dapat meningkatkan keselamatan berkendara. Namun, di sisi lain, hal ini juga dapat mengurangi kesenangan berkendara bagi mereka yang menyukai kecepatan tinggi.
Baca Juga: Yamaha Finn 2024: Motor Bebek Irit yang Dilengkapi Bagasi Luas, Harga Di Bawah Vario
Namun, apakah nantinya aturan ini juga akan berimbas ke Indonesia juga? Mengingat kedua negara ini memiliki kedekatan dari sisi geografis dan pasar motor juga cukup lumayan banyak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Terpopuler: Mobil Bekas yang Aman Pakai Pertalite, Biaya Isi Pertamax Full Tank untuk Skutik Honda
-
Modus Penipuan 'Sekrup' di SPBU Bikin Tekor Konsumen, Apa Itu?
-
Daftar Penyakit Avanza Lawas Menurut Pakar, Kini Harganya Cuma Segini
-
Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
-
IPONE Goda Penggemar Modikasi di Bandung dengan Produk Eksklusif
-
Atap Bocor dan Suspensi Keras: Begini Jawaban Teknis Pindad Jawab Keluhan Presiden Prabowo
-
Motul Perkuat Hubungan dengan Komunitas Otomotif Lewat Ajang BBQ Ride 2026
-
Harga Pertamax Naik, Ini Pilihan Mobil Bekas yang Masih Aman Minum Pertalite
-
Rincian Biaya Full Tank 7 Skutik Honda di Kala Pertamax Meroket, Paling Murah Rp60 Ribuan
-
Sinergi Bajaj Adira Finance: Dorong Ekonomi Lokal dan Perluas Kepemilikan Kendaraan Roda Tiga