Suara.com - Sebuah kelompok keamanan siber, perangkat lunak sistem hiburan Mazda 3 memiliki "banyak kerentanan" terhadap serangan dari peretas dan aktor jahat lainnya, menurut laporan Motortrend.
Dmitry Janushkevich dari kelompok keamanan siber Zero Day Initiative (ZDI) milik Trend Micro menemukan kerentanan dalam sistem hiburan yang ditemukan di beberapa kendaraan Mazda.
Kerentanan keamanan ini ditemukan khususnya di Connectivity Master Unit (CMU)
Belum terungkap tipa kendaraan apa saja dari Mazda yang terpengaruh, tetapi laporan tersebut secara khusus menyebutkan model Mazda 3 tahun produksi antara 2014 dan 2021.
Kemungkinan besar model Mazda lainnya dari tahun produksi yang sama juga mungkin terpengaruh, karena perangkat lunak sistem hiburan jarang eksklusif.
Kabar baiknya adalah peretas tidak dapat memanfaatkan kerentanan ini secara nirkabel. Mereka perlu memasukkan perangkat yang sudah dimuat dengan malware ke salah satu port USB di kendaraan.
Sayangnya, kerentanan ini bisa dieksploitasi setiap kali Anda memberikan akses kendaraan tanpa pengawasan kepada seseorang, seperti pembersih mobil, valet, atau mekanik.
Karena Mazda belum benar-benar mengandalkan sistem bantuan mengemudi otonom, peretas tidak dapat menggunakan celah ini untuk mengemudikan kendaraan Anda secara jarak jauh atau hal semacam itu.
Namun, tergantung pada malware yang digunakan, informasi pribadi yang sensitif bisa diperoleh dan digunakan untuk tujuan jahat di kemudian hari.
Baca Juga: Bagaimana Cara Menghilangkan Noda Air di Kaca Mobil?
Selain itu, malware bisa mengubah CMU kendaraan menjadi titik kompromi bagi perangkat lain yang terhubung dengannya. Dengan kata lain, peretas bisa menggunakan CMU dalam kendaraan untuk mendapatkan akses ke smartphone penumpang yang memiliki koneksi aktif dengan kendaraan tersebut.
Berita Terkait
-
Bagaimana Cara Menghilangkan Noda Air di Kaca Mobil?
-
Sang Bos Girang, Mobil Listrik Xiaomi Sudah Diproduksi Berapa Unit Sejak Dirilis?
-
Penjualan Mobil Oktober Tertinggi di 2024
-
Empat Cara Hilangkan Noda Air pada Bodi Mobil, Lakukan sebelum Makin Membandel!
-
Sosok Nella Marsella, Dituduh Sesama Jaksa Jovi Andrea Bachtiar Pakai Mobil Dinas buat Pacaran
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Mitsubishi Disinyalir Siapkan SUV Baru, Muka Mirip XForce dan Destinator
-
Terpopuler: Mobil Turbo 1000cc, Ekspor Toyota Lumpuh, Skutik Baru Honda & Yamaha
-
3 Mobil Bekas 1000cc Turbo: Pilih Raize-Rocky atau Nissan Magnite? Simak Perbandingan Jujur Pakar
-
Susul BYD, Chery Siap Ramaikan Bursa Mobil Jepang
-
Suzuki Jimny Versi Mini Meluncur, Harga Cuma Rp200 Jutaan
-
Muncul Ancaman 'Submarining', Fitur Kursi Mewah pada Mobil Listrik Bersiap Diharamkan?
-
Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
-
Sinyal Kuat Suzuki Rilis Jimny 'Upgrade Nyata' dengan Iming-iming Harga Tetap
-
Jadwal Lengkap Moto3 Italia: Mampukah Veda Ega Harumkan Indonesia di Sirkuit Mugello?
-
Bobot Ringan Bak Diet Ketat, Tapi Bagasinya Kalahkan NMAX! Kok Bisa Yamaha Bikin Skutik Seperti Ini?