Suara.com - Bayangkan sebuah kota metropolitan tanpa deru mesin bensin dan kepulan asap knalpot. Seperti apa? New Delhi, salah satu kota di India, berani mewujudkan mimpi ini.
Dalam langkah mengejutkan yang menggemparkan dunia otomotif, ibu kota India ini mengumumkan kebijakan tegas dimana kendaraan bermotor konvensional alias berbahan bakar BBM dilarang dijual.
Dilansir dari Cartoq, kebijakan ini akan berlaku di tahun 2026. Mulai Agustus 2026, ucapkan selamat tinggal pada motor bensin baru di jalanan Delhi.
Bahkan lebih cepat lagi, kendaraan roda tiga konvensional akan lebih dulu "pensiun" pada 2025. Sungguh berani langkah yang diambil oleh pemerintah New Delhi ini.
Tapi tunggu dulu, Delhi tidak main-main. Mereka sudah menyiapkan "karpet merah" untuk era kendaraan listrik dengan rencana pembangunan 13.200 stasiun pengisian daya yang akan menyebar bagai jamur di musim hujan.
Setiap sudut kota, dari mal hingga perkantoran, akan dilengkapi charging station.
Khawatir soal harga? Jangan dulu. Pemerintah Delhi siap mengulurkan tangan dengan berbagai insentif menggiurkan.
Mereka ingin memastikan bahwa revolusi hijau ini bisa dinikmati semua lapisan masyarakat, bukan hanya kaum berada.
Yang lebih keren lagi, transportasi publik Delhi sedang menjalani make-over total. 3.000 bus listrik akan segera mengaspal di jalanan Delhi. Bahkan truk sampah pun tidak ketinggalan - mereka harus "go electric" pada 2027.
Baca Juga: Satgas Ramadan dan Idulfitri Pertamina 2025 Jamin Stok Energi di Jalur Mudik
Untuk para pemilik kendaraan roda tiga berbahan bakar CNG berusia lebih dari 10 tahun, ada dua pilihan: ganti baru dengan versi listrik atau "sulap" mesin lama menjadi sistem elektrik. Tidak ada perpanjangan izin untuk kendaraan CNG, ini semua tentang elektrifikasi.
Meskipun kebijakan ini terkesan radikal, namun hal ini menunjukkan kepemimpinan yang visioner dalam menghadapi tantangan lingkungan global.
Keberhasilan implementasi kebijakan ini di Delhi dapat menjadi model bagi kota-kota besar lainnya di seluruh dunia yang juga menghadapi masalah serupa.
Transisi menuju mobilitas listrik bukan hanya tentang pengurangan polusi, tetapi juga merupakan langkah strategis menuju masa depan transportasi yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Delhi, kota yang terkenal dengan polusi udaranya yang mencekik, akhirnya mengambil langkah berani ini.
Delhi bertekad mengubah wajahnya dari kota berselimut asap mengepul menjadi pionir mobilitas hijau di Asia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Gaji 6 Juta Mau Ambil Kredit Mobil? Ini Itung-itungan dan Opsi yang Layak Dilirik
-
5 Mobil Lawas Tahun 2000-an yang Desainnya Masih Terlihat Modern, Harga di Bawah Rp100 Juta
-
5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
-
Dirut IBC Klaim Permintaan Baterai Nikel untuk Kendaraan Listrik Masih Tinggi
-
5 Motor Matic Paling Irit Bensin untuk Mudik, Nyaman dan Tangguh buat Perjalanan Jauh
-
Bahaya Menggunakan Minyak Goreng Sebagai Tambahan Oli Mesin yang Berisiko Merusak Kendaraan
-
Cargloss Racing Team Capai Prestasi Gemilang di Pertamina 6 Hours Endurance Mandalika
-
Viral Insiden CV Joint Lepas L8 Patah di Tengah Sesi Test Drive
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Kecelakaan Akibat Jalan Berlubang, Siapa yang Bisa Dituntut?