1. Minyak Rem
Penyebab utama pengereman yang tidak optimal sering kali adalah kurangnya pemeliharaan. Apabila saat pedal rem diinjak, mobil tetap melaju, penting untuk memeriksa kondisi minyak rem.
Aliran minyak rem yang tersendat akibat kotoran dari mesin yang menyebar dan menyumbat nipple (klep pembuangan angin) dapat menghambat kinerja rem. Perawatan mesin secara rutin dapat mencegah penumpukan kotoran ini, sehingga minyak rem dapat mengalir lancar saat pedal diinjak.
2. Booster Rem
Komponen booster rem juga berpotensi menjadi biang keladinya. Gejala umumnya adalah kesulitan besar saat menekan pedal rem, yang terasa sangat keras ketika diinjak.
Kondisi ini biasanya disebabkan oleh adanya kebocoran pada bagian-bagian booster rem. Pemeriksaan dan pembersihan komponen rem, termasuk booster, dapat menjadi solusinya.
3. Kampas Rem
Meskipun rem masih berfungsi saat kampas menipis, efektivitas pengeremannya akan berkurang signifikan. Solusi untuk masalah kampas rem yang aus adalah penggantian dengan kampas rem yang baru.
Mengingat betapa krusialnya fungsi rem bagi keselamatan berkendara, penting bagi setiap pemilik mobil untuk selalu memastikan sistem pengereman kendaraannya berfungsi dengan baik.
Baca Juga: Mudik Telah Usai, Atur Strategi Menata Barang di Mobil saat Arus Balik 2025
Perawatan rutin dan pengecekan berkala adalah kunci utama untuk mencegah masalah rem kurang pakem. Jangan ragu untuk segera melakukan pemeriksaan jika Anda merasakan adanya keanehan pada respons rem mobil Anda. Keselamatan Anda dan pengguna jalan lainnya adalah prioritas utama.
Seperti yang telah diulas berdasarkan informasi dari situs resmi Suzuki Indonesia, terdapat beberapa penyebab umum rem mobil menjadi kurang pakem, mulai dari masalah pada minyak rem, booster rem, hingga kondisi kampas rem.
Dengan memahami penyebab-penyebab ini, Anda dapat lebih waspada dan mengambil tindakan yang tepat jika mengalami gejala serupa. Ingatlah bahwa penanganan masalah rem sedini mungkin akan menghindarkan Anda dari risiko yang lebih besar dan biaya perbaikan yang lebih mahal di kemudian hari.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Apa itu Whip Pink? Tabung Whipped Cream yang Disebut 'Laughing Gas' Jika Disalahgunakan
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Biaya Cabut Berkas Mobil dan Cara Mengurusnya
-
Cara Balik Nama Mobil: Panduan Mudah untuk Pemilik Baru Kendaraan Bekas
-
Kapan Waktu Terbaik Beli Mobil Baru? Ini Pilihannya agar Hemat Puluhan Juta
-
Toyota Perpanjang Periode Harga Pre-Book Veloz Hybrid di Rp 299 Juta
-
Gaji Rp5 Juta Bisa Dapat Mobil Apa? Ini 5 Rekomendasi Mobil Murah dan Tips Biar Cicilan Tak Seret
-
Terpopuler: Wali Kota Selamat usai Ditembak RPG Mobil Bikin Penasaran, Suzuki Terdepak dari Thailand
-
Detik-Detik Wali Kota di Filipina Ditembak RPG, Mobil Rp600 Jutaan Jadi Penyelamat
-
McLaren Endurance Racing Kini Diperkuat Teknologi Pelumas Kelas Dunia
-
Komparasi Dua EV Mungil: Changan Lumin vs Seres E1
-
Tak Cuma Estetika, Ini Alasan Orang Lebih Suka Toyota Yaris Bakpao Dibanding Yaris Lele