Suara.com - Pembalap muda binaan PT Astra Honda Motor (AHM) M. Badly Ayatullah tampil mengesankan pada gelaran Idemitsu Asia Talent Cup atau ATC 2025 putaran Qatar pada akhir pekan kemarin.
Pertama kali mengikuti balapan di Qatar, Badly menyajikan penampilan konsisten dengan bertarung di top group untuk berebut podium. Meskipun bersaing dengan pembalap senior dari negara lainnya, Badly bahkan dapat memimpin balapan pada tiga besar race pertama.
“Saya berusaha memberikan yang terbaik pada ATC di Qatar ini. Saya bertahan di persaingan top group dan mampu meraih best time kedua di bawah pembalap lain yang sudah pengalaman di ATC. Pada putaran berikutnya, saya akan mencoba lebih baik lagi,” kata Badly dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (14/4/2025).
Pada sesi kualifikasi dan race pertama yang digelar hari Sabtu (12/4/2025), Badly dan pembalap AHM lainnya, Davino Britani menduduki grid baris ketiga di posisi ke-7 dan ke-9.
Hasil ini didapatkan Badly dengan catatan waktu tercepat 2:11.656 detik yang diraih pada percobaan putaran ke-10, sedangkan Davino dengan waktu 2:12.157 pada putaran ke-4.
Dua pembalap binaan AHM lainnya, yakni Nelson Cairoli Ardheniansyah dan Alvaro Mahendra, harus berjuang dari grid ke-12 dan ke-17.
Pada race pertama, Badly mampu memberikan tekanan kepada pembalap di depannya dengan menyodok ke posisi tiga besar sejak lap pertama. Tekanan terus diberikan Badly kepada dua pembalap yang membuatnya berhasil menduduki posisi pertama pada lap ke-3.
Selain itu pembalap muda Indonesia ini juga berhasil mencatatkan waktu putaran lap kedua tercepat pada race pertama yakni 2:10.100. Pada lap terakhir, Badly bersaing ketat dengan pembalap lainnya hingga membuatnya harus puas finis di posisi ke-4.
Davino dan Alvaro berjuang untuk perebutan 10 besar hingga menyentuh garis finis di posisi 10 dan 13. Pada race kali ini, Davino berhasil mencatatkan namanya menjadi yang terbaik dalam raihan kecepatan maksimal dengan torehan 229.7 km/jam.
Baca Juga: Honda Kembali Utus Instruktur Safety Riding Terbaik ke Kompetisi Internasional
Sedangkan Nelson, harus mengakhiri balapan sejak lap pertama karena kendala teknis pada sepeda motor yang digunakan.
Pada race kedua yang digelar Minggu (13/4/2025), Badly menampilkan daya juang tinggi. Sepanjang balapan, ia berjuang untuk meraih podium ketiga dengan bersaing dengan ketat bersama 5 pembalap lainnya.
Badly terus mampu memberikan tekanan hingga finis di posisi ke-6. Sementara itu, Davino dan Nelson juga tampil impresif dengan bersaing ketat dalam perebutan poin maksimal pada balapan ini.
Kedua pebalap tersebut berhasil finis di posisi 11 dan 13. Sedangkan rekan satu tim, Alvaro berhasil finis pada posisi ke-18.
Dengan hasil seri kedua IATC 2025, Badly berhasil mencatatkan posisi ke-7 dengan raihan poin 33 poin dan Nelson di posisi 10 dengan poin 22. Sedangkan Davino dan Alvaro berada di posisi 14 dan 21.
General Manager Marketing and Planning Analysis AHM Andy Wijaya mengatakan bekal dari seri sebelumnya mampu menciptakan tren yang positif pada balap ATC.
“Perkembangan positif dari setiap putaran yang telah dilaksanakan menunjukan potensi dan arah pembinaan yang kita lakukan sudah tepat. Anak Indonesia kompetitif di arena balap Asia. Semoga anak-anak terus berkembang dan bisa raih mimpinya di arena balap dunia seperti yang kita harapkan,” ujar Andy.
Putaran ketiga dari ajang IATC 2025 akan berlangsung di Sepang International Circuit, Malaysia, pada bulan Agustus mendatang.
Adapun para pembalap muda binaan AHM itu bertarung di lintasa balap ATC 2025 di atas Honda NSF250R. Motor yang sama juga digunakan dalam seri pertama ATC di Buriram, Thailand pada awal Maret lalu.
Berita Terkait
-
Honda CRF250R Siap Digeber di Kejuaraan Nasional Motocross 2025
-
AHM Bawa 2.572 Konsumen Mudik Lebaran
-
Penjualan Motor Honda Stabil, AHM Minta Pemerintah Menahan Diri Tak Naikkan Pajak
-
New Honda PCX160 Jadi Favorit Pengunjung IIMS 2025
-
Lewat Seleksi Ketat, 7 Siswa Lolos Sekolah Balap Astra Honda Racing School 2025
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Terpopuler: Mobil Bekas yang Aman Pakai Pertalite, Biaya Isi Pertamax Full Tank untuk Skutik Honda
-
Modus Penipuan 'Sekrup' di SPBU Bikin Tekor Konsumen, Apa Itu?
-
Daftar Penyakit Avanza Lawas Menurut Pakar, Kini Harganya Cuma Segini
-
Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
-
IPONE Goda Penggemar Modikasi di Bandung dengan Produk Eksklusif
-
Atap Bocor dan Suspensi Keras: Begini Jawaban Teknis Pindad Jawab Keluhan Presiden Prabowo
-
Motul Perkuat Hubungan dengan Komunitas Otomotif Lewat Ajang BBQ Ride 2026
-
Harga Pertamax Naik, Ini Pilihan Mobil Bekas yang Masih Aman Minum Pertalite
-
Rincian Biaya Full Tank 7 Skutik Honda di Kala Pertamax Meroket, Paling Murah Rp60 Ribuan
-
Sinergi Bajaj Adira Finance: Dorong Ekonomi Lokal dan Perluas Kepemilikan Kendaraan Roda Tiga