Suara.com - Bayangkan pagi yang sibuk: Anda terburu-buru berangkat kerja, tapi begitu sampai di garasi, satu hal langsung merusak suasana—ban mobil Anda kempis. Ini bukan kejadian sekali dua kali, melainkan hal yang sering terjadi, terutama setelah mobil terparkir semalaman.
Banyak orang mungkin langsung mengira penyebabnya adalah paku atau benda tajam lain. Tapi tahukah Anda? Salah satu penyebab paling umum dan sering diabaikan justru berasal dari komponen kecil bernama pentil ban seperti dilansir dari Suzuki Indonesia.
Pentil ban, atau valve stem dalam istilah teknisnya, adalah bagian kecil yang menjadi pintu masuk dan penjaga tekanan udara di dalam ban.
Dibuat dari karet elastis yang tahan cuaca, pentil dirancang untuk bertahan lama. Namun seperti halnya semua komponen berbahan karet, usia pakainya terbatas. Seiring waktu, karet pada pentil bisa mengeras, retak, atau bahkan getas.
Kondisi inilah yang sering menjadi biang keladi mengapa ban tiba-tiba kempis padahal tidak terlihat bocor.
Yang menarik, kebocoran akibat pentil aus tidak terjadi secara drastis. Udara keluar secara perlahan, dan biasanya baru terlihat setelah kendaraan dibiarkan semalaman. Inilah yang membuat banyak orang merasa heran—ban yang terlihat baik-baik saja sore hari, mendadak kempis di pagi berikutnya.
Karena perannya yang sangat penting, para mekanik profesional sangat menyarankan untuk mengganti pentil setiap kali mengganti ban. Meski terlihat sepele, langkah ini sangat efektif dalam mencegah kebocoran yang sulit dideteksi.
Apalagi, harga penggantian pentil cukup terjangkau, sekitar Rp50.000 per roda—nilai yang sangat kecil dibandingkan risiko ban kempis mendadak di tengah jalan.
Selain usia, titik paling rawan kebocoran biasanya berada di bagian pentil yang menempel pada pelek.
Baca Juga: Mobil Bekas Suzuki Karimun Masih Jadi Primadona, Dari Kotak hingga Wagon, Cek Harganya di Sini
Titik ini menghadapi tekanan konstan dan sering terpapar panas, hujan, bahkan lumpur. Akibatnya, lama kelamaan bisa timbul celah halus yang menyebabkan udara merembes keluar secara perlahan.
Untuk merawat pentil, sebenarnya tidak dibutuhkan upaya besar. Cukup pastikan tutup pentil (valve cap) selalu terpasang untuk mencegah kotoran masuk ke dalam mekanismenya.
Jangan lupa pula menjaga tekanan angin sesuai anjuran pabrikan, karena tekanan berlebih bisa mempercepat keausan pentil.
Melakukan pemeriksaan visual secara berkala juga penting. Jika Anda melihat pentil mulai retak, berubah warna, atau terasa keras saat ditekan, itu pertanda sudah waktunya diganti. Pemeriksaan sederhana ini bisa mencegah masalah yang lebih besar di kemudian hari.
Jadi, jika setiap pagi Anda mendapati ban mobil kempis tanpa alasan yang jelas, jangan langsung menuding paku sebagai biangnya. Pelakunya justru adalah komponen kecil yang sering luput dari perhatian: pentil ban.
Kebocoran seperti ini biasanya tidak langsung terasa. Ban terlihat normal saat diparkir, tapi keesokan harinya sudah kehilangan tekanan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Konversi Mobil Bensin ke Listrik atau Beli Mobil Listrik Baru, Mana Lebih Worth It?
-
Chery Tiggo Cross CSH Terbakar Hebat di Tol, Sistem Keamanan Jadi Pertanyaan
-
Apa Saja Mobil Chevrolet Bekas di Bawah Rp100 Juta yang Menarik?
-
Pilihan Motor Listrik dengan Jarak Tempuh di Atas 100 KM yang Cocok Untuk Harian
-
Solusi Cerdas Libas Jalan Bercadas: Ini 4 Opsi Mobil 1500cc Termurah tapi Berkelas
-
Update Harga BBM Pertalite, Solar hingga Pertamax di Berbagai Wilayah Indonesia 1 April 2026
-
Harga Toyota Agya Bekas: Di Bawah Rp100 Juta Dapat Unit Buatan Tahun Berapa?
-
Toyota Innova Vs Rush, Mana yang Lebih Irit? Cek Beda Konsumsi BBM, Performa, Harga, dan Pajaknya
-
5 Mobil Listrik Termurah 2026, Alternatif Hemat Tanpa Bensin kalau Harga BBM Naik
-
BYD Mengaku Bakal Cuan dari Naiknya Harga Minyak Akibat Konflik Timur Tengah