Suara.com - Xiaomi terbilang cukup apes ketika menjajal segmen roda empat. Salah satu produknya, Xiaomi SU7 dicap paling rendag kualitasnya di Tiongkok.
Dilansir dari CarnewsChina, sedan listrik ini menempati posisi paling buncit dalam survei kualitas kendaraan listrik di China, dengan skor penalti mencapai 239 poin.
Bandingkan dengan rata-rata industri yang hanya 183 poin. SU7 bukan hanya tertinggal dari merek papan atas seperti GAC Hyptec GT (149 poin), tapi juga dari pemain-pemain yang biasanya tak begitu bersinar.
Padahal dalam empat bulan pertama 2025, Xiaomi SU7 berhasil mencatat angka penjualan yang fantastis—lebih dari 104 ribu unit. Di atas kertas, ini prestasi besar.
Hal tersebut ternyata berbanding terbalik dengan respons dari penggunanya lewat survei kualitas.
Lei Jun, sang pendiri Xiaomi, secara terbuka menyebut April 2025 sebagai bulan terberat dalam sejarah perusahaan.
Tak hanya menghadapi sorotan soal kualitas produk, Xiaomi juga diguncang insiden kecelakaan fatal pada akhir Maret.
Ini membuat citra SU7 semakin tertekan, terutama di tengah ekspektasi publik yang begitu tinggi.
Sebuah kombinasi yang membuat Xiaomi terjebak dalam badai di saat mereka baru saja mengibarkan layar.
Baca Juga: Mobil Listrik SU7 Banyak Masalah, CEO Xiaomi Curhat Panjang
Pengalaman Xiaomi di dunia smartphone tak otomatis membawa mereka piawai dalam membangun mobil.
Memproduksi perangkat elektronik memang membutuhkan presisi tinggi, namun merancang kendaraan berarti menjamin keselamatan, kenyamanan, dan durabilitas jangka panjang. Kesalahan kecil bisa berdampak besar.
Beberapa pelajaran yang kini mungkin tengah mereka cerna:
- Mobil bukan gadget yang bisa diperbarui tiap tahun.
- Update over-the-air (OTA) tidak bisa memperbaiki panel bodi yang melengkung.
- Keselamatan bukan fitur opsional, tapi syarat mutlak.
Namun, Xiaomi bukan pemain sembarangan. Perusahaan ini punya sejarah panjang sebagai underdog yang berubah jadi juara.
Dari sekadar vendor ponsel “tiruan,” mereka berkembang jadi inovator yang diperhitungkan. Maka, meski SU7 sedang di titik rendah, potensi kebangkitannya tetap besar.
Langkah selanjutnya?
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Daftar Harga Motor Manual Yamaha April 2026 dari Jupiter Z1 hingga WR155, Mana yang Bikin Naksir?
-
5 Rekomendasi Motor Listrik dengan Service Center Terbanyak di Indonesia
-
Menteri Bahlil Pamer Mobil Anti Antre BBM, Sekeren Apa Spesifikasinya?
-
5 Rekomendasi Motor Listrik yang Bisa Swap Baterai dan Hemat
-
5 Motor Listrik dengan BMS Paling Canggih, Bikin Baterai Awet
-
Perpanjang STNK di Jabar Sah Tanpa KTP Lama, Begini Syaratnya
-
Dari Verza hingga CRF250 Rally, Ini Daftar Harga Motor Kopling Honda April 2026 dan Spesifikasinya
-
Daftar Harga Motor Kopling Suzuki April 2026, Pilih GSX-R150 atau Satria Terbaru?
-
Tembus Triliunan, Sehebat Apa Motor Listrik Emmo Pesanan BGN Jika Diadu Lawan Honda?
-
5 Motor Listrik dengan Baterai Swap, Anti Ribet Tanpa Cas