- TMMIN memproyeksikan industri otomotif 2026 masih suram akibat faktor eksternal dan domestik signifikan.
- Penjualan kendaraan sangat dipengaruhi likuiditas perbankan dan daya beli masyarakat yang tertekan.
- Kebijakan moneter global berpotensi memicu arus modal masuk, namun diikuti risiko koreksi pasar mendalam.
Suara.com - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) memproyeksikan industri otomotif nasional pada 2026 masih suram, dibayangi banyaknya faktor eksternal dan domestik, terutama harga komoditas dan likuiditas .
Wakil Presiden Direktur TMMIN Bob Azam ditemui di Bandung, Jumat (9/1/2026), mengatakan belum ada indikator tunggal yang dapat memberikan gambaran pasti mengenai arah pasar otomotif tahun depan.
Menurut Bob, penjualan kendaraan bermotor pada dasarnya sangat dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah, kondisi likuiditas, serta daya beli masyarakat. Namun, ketiga faktor tersebut saat ini sama-sama berada dalam tekanan akibat situasi ekonomi global yang belum stabil.
Ia menyoroti kebijakan moneter global, khususnya di negara maju seperti Amerika Serikat dan China, yang kembali menerapkan quantitative easing (QE) melalui peningkatan likuiditas dan pencetakan uang. Kebijakan ini berpotensi mendorong arus modal masuk ke negara berkembang, termasuk Indonesia.
“Biasanya kalau ada printing money, kapital mengalir deras ke emerging market. Pasar saham bisa hijau dalam jangka pendek, satu hingga dua tahun. Tapi setelah itu, risikonya justru koreksi yang lebih dalam,” katanya.
Lebih lanjut, Bob mengatakan bahwa penggerak utama ekonomi Indonesia dan industri otomotif turut ditentukan oleh pergerakan harga komoditas. Penurunan harga komoditas berpotensi menekan penerimaan negara, termasuk pajak, yang pada akhirnya berdampak pada daya beli dan aktivitas ekonomi nasional.
Bob juga menilai kesehatan sektor perbankan dan likuiditas menjadi faktor krusial bagi industri otomotif. Ini karena sekitar 70–80 persen pembelian kendaraan di Indonesia masih mengandalkan pembiayaan kredit.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa tantangan tidak hanya datang dari segmen menengah yang menghadapi isu kesehatan keuangan, tetapi juga dari segmen menengah atas, mengingat meski memiliki kemampuan finansial, tingkat kepercayaan konsumen menjadi penentu utama keputusan belanja.
Dengan berbagai faktor tersebut, Bob menilai belum ada indikator yang benar-benar bisa memastikan arah industri otomotif pada 2026.
Baca Juga: Harga Toyota Kijang Super di Tahun 2026: Cocok untuk Pendamba Mobil Keluarga, Seberapa Murah?
Berita Terkait
-
Toyota Indonesia: Tarif dan Biaya Logistik Tantangan di 2026
-
Sudah Jarang Digunakan, Ini Kelebihan dan Kekurangan Mobil dengan Penggerak Roda Belakang
-
Alternatif Toyota Yaris, Suzuki Baleno Bekas Menang Telak di Kenyamanan, Harga Cocok untuk Karyawan
-
Toyota Raize Berapa cc? Simak Spesifikasi, Harga Seken dan Konsumsi BBM
-
Dari 'Bakpao' hingga 'Joker': Segini Harga Lengkap Toyota Yaris dari Masa ke Masa
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
Terkini
-
Yamaha MX King Terbaru Hadir di Vietnam, Apa Bedanya Versi Indonesia?
-
Mirip Indonesia, Begini Kebijakan Terbaru China untuk Subsidi Mobil Hybrid
-
Nggak Antre! Begini Cara Praktis Cetak Bukti Bayar STNK Sendiri di Rumah setelah Bayar Online 2026
-
Waspada! Inilah Faktor yang Bikin Tombol di Dashboard Mobil Cepat Rusak
-
Spesifikasi Mitsubishi Xforce Hybrid: Mending Mana Lawan HR-V HEV dan Yaris Cross HEV?
-
Mitsubishi Siapkan Robot Perakit Mobil, Alasannya Tak Tertebak
-
Berapa Harga Sepeda Listrik? Ini 5 Rekomendasi yang Tangguh, Murah dan Awet
-
Torsi Honda New Vario Evo 160 Naik, Kok Suspensi Belakang Dibiarkan Keras?
-
Dinamika Penjualan Kendaraan Batam Menggeliat Lewat Pameran Otomotif
-
5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan