- AISI memproyeksikan pasar motor domestik 2026 stabil di 6,4 hingga 6,7 juta unit, melanjutkan capaian positif 2025.
- Penggunaan motor sebagai transportasi produktif masih menjadi fondasi kuat pasar domestik Indonesia saat ini.
- Pemberlakuan opsen daerah serta faktor geopolitik menjadi tantangan utama yang perlu dipertimbangkan industri.
Suara.com - Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia atau AISI menatap tahun 2026 dengan optimisme. Setelah menutup tahun 2025 dengan pencapaian positif sebesar 6.412.769 unit, industri roda dua nasional kini bersiap menghadapi berbagai tantangan baru yang muncul di awal tahun.
Berdasarkan evaluasi mendalam, pasar motor domestik tahun ini diprediksi akan bergerak stabil pada angka 6,4 juta hingga 6,7 juta unit.
Ketua Bidang Komersial AISI Sigit Kumala menjelaskan bahwa tren penggunaan sepeda motor sebagai transportasi produktif masih menjadi fondasi utama kekuatan pasar. Keyakinan ini didasari pada performa tahun lalu di mana rata-rata penjualan bulanan mampu menyentuh angka yang signifikan bagi ekonomi nasional.
”Rata-rata per bulan penjualan sepeda motor domestik di angka 535.000 unit. Ini menggambarkan sepeda motor memang sangat dibutuhkan karena efisien dan efektif dipakai untuk memenuhi kebutuhan ekonomi maupun untuk leisure dan gaya hidup masyarakat kita. Kami berharap pertumbuhan ini akan berlanjut tahun ini sehingga industri sepeda motor dapat terus berkontribusi menggerakkan ekonomi tahun ini,” ujar Sigit, Jumat (9 Januari 2026).
Namun langkah industri pada tahun 2026 tidak sepenuhnya mulus karena adanya pemberlakuan opsen atau pajak tambahan dari sejumlah pemerintah daerah. Kebijakan ini menjadi perhatian serius bagi pelaku industri karena dikhawatirkan dapat memengaruhi minat beli masyarakat di kota besar maupun daerah. Sigit menekankan pentingnya keseimbangan antara pendapatan daerah dan daya beli konsumen.
”Kami memahami kebutuhan kenaikan pendapatan setiap pemerintah daerah. Kalaupun ada kenaikan opsen, kami berharap dapat diberikan juga insentif dengan tidak menaikkan pajak kendaraan sehingga dampaknya tidak berpengaruh ke permintaan konsumen,” tambahnya.
Selain isu pajak faktor geopolitik global serta fluktuasi harga komoditas juga diprediksi akan memengaruhi daya beli. Meski demikian AISI yakin segmen skutik tetap akan merajai pasar setelah tahun lalu berhasil memberikan kontribusi dominan sebesar 91,7 persen. Dukungan lembaga pembiayaan yang kuat dengan skema kredit yang sehat juga dipandang sebagai motor penggerak utama untuk mencapai target penjualan tahun ini.
”Dengan mempertimbangkan berbagai kondisi dan tantangan yang potensial terjadi di tahun ini, kami memproyeksikan pasar sepeda motor domestik akan relatif stabil tahun ini di angka 6,4 juta-6,7 juta unit,” ungkap Sigit.
Industri sepeda motor diharapkan tetap menjadi solusi mobilitas paling efisien bagi masyarakat menengah yang ingin tetap produktif di tengah dinamika ekonomi yang sedang berlangsung. Persaingan antar merek juga diprediksi semakin ketat dengan kehadiran model-model terbaru yang lebih canggih dan irit bahan bakar.
Baca Juga: Kiamat Mobil Listrik China Puluhan Merek Terancam Bangkrut pada 2026
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
7 Motor Matic Paling Irit Bensin Cocok Buat Narik Ojol Seharian, Gak Cuma Honda BeAT!
-
Jaecoo Prioritaskan Mobil Listrik di Tengah Harga BBM Global yang Masih Tinggi
-
Terpopuler: Adu Motor Listrik MBG vs Local Pride, Kekayaan Bupati Tulungagung 17 Kendaraan
-
Sehari Jalan 70 Kilometer, Berapa Biaya Bulanan Mobil Listrik BYD Atto 1?
-
Isuzu D-Max Rodeo Hadir dengan Mesin Diesel Terbaru Jawab Kebutuhan Operasional Medan Ekstrem
-
Harga Bak Bumi dan Langit: Motor Listrik MBG Emmo JVH Max vs Local Pride Polytron Fox, Mending Mana?
-
5 Mobil Bekas Keluaran 2016: Tak Bikin Tekor Meski Pakai BBM Non Subsidi, Mulai 80 Jutaan
-
Penjualan Daihatsu Gran Max Melejit 40 Persen Efek Program MBG
-
Daftar Koleksi Mobil dan Motor Gatut Sunu Wibowo, Bupati Tulungagung yang Terjaring OTT KPK
-
Di Balik Tampilan Garangnya, Motor Listrik Emmo BGN Punya Kembaran di China, Produk Rebadge?