Suara.com - Penggunaan motor untuk jarak jauh harus memperhatikan berbagai hal sebelum melakukan perjalanan. Pertama, motor harus kuat menanjak karena tak dapat menutup kemungkinan perjalanan akan menghadapi jalan tanjakan.
Adapun ketika motor yang dipakai tak kuat menanjak, maka keselamatan akan menjadi taruhannya. Motor yang tak dilengkapi dengan spesifikasi dan mesin yang memadai untuk menanjak akan menyulitkan pengemudi.
Pengemudi akan kesusahan sepanjang perjalanan dan akan mudah lelah sehingga tak menikmati pengalaman mengemudi. Tak hanya itu, motor juga akan mudah mengalami kecelakaan akibat tak kuat menanjak.
Lantas, apa saja motor di pasaran yang paling baik untuk menanjak?
1. Yamaha Lexi
Bodi dari motor ini cukup unik, yakni bagian kepalanya menyerupai motor-motor premium yang gahar namun dengan bagian jok yang ramping dan ergonomis.
Kombinasi dari dua unsur tersebut membuat Yamaha Lexi punya ketangguhan ekstra namun lebih leluasa dan gesit di berbagai kondisi jalanan.
Apabila ingin menggunakan Yamaha Lexi di perkotaan, maka lalu lintas padat bukan menjadi tantangan.
Yamaha Lexi juga sangat cocok untuk jalanan sulit dan menanjak. Berkat mesinnya yang mencapai 155 cc, laju dari motor ini sangat gesit.
Harga unit baru Yamaha Lexi yakni sekitar Rp28 juta.
Baca Juga: Fakta-fakta Pengendara Becak Motor Freestyle Depan Polisi di Pekanbaru
2. Honda Vario 150 CC
Honda Vario memang bisa dibilang motor sejuta umat dan kerap dipandang sebelah mata.
Namun, Vario juga memiliki varian yang lebih tangguh dengan kapasitas mesin 150 cc dan 160 cc.
Mesinnya sangat agresif dan sporty sehingga kuat untuk medan menanjak.
Harga Honda Vario 150 cc yakni sekitar Rp27 juta.
3. Yamaha Aerox 155
Ada juga Yamaha Aerox dengan berbagai varian dan kapasitas mesin yang cocok untuk berbagai keadaan.
Yamaha Aerox diminati oleh mereka dengan kecintaan terhadap otomotif berkat desainnya yang agresif dan sporty.
Mesinnya juga modern, yakni berspesifikasi 4-tak, SOHC, eSP (enhanced Smart Power), berpendingin cairan, dan sudah menggunakan sistem injeksi bahan bakar PGM-FI.
Harganya sekitar Rp24,2 juta untuk unit barunya.
4. Honda PCX
Ada juga Honda PCX yang menggunakan mesin berkapasitas 160 cc yang tak rewel saat dibawa perjalanan antar kota.
Kala menanjak, performa dari Honda PCX terutama yang berkapasitas 160 cc tak dapat diragukan.
Jalanan menanjak akhirnya menjadi lebih ringan karena motor ini sangatlah tangguh.
Bentuk dan konfigurasi dari Honda PCX juga membuatnya nyaman bagi pengemudi untuk berkendara dalam jarak yang panjang.
Harga unit anyar gres dari Honda PCX 160 cc yakni sekitar Rp33 juta dan sudah sepadan dengan performa yang ditawarkan.
5. Yamaha NMAX
Keberhasilan Honda dalam memproduksi PCX akhirnya mulai membuat Yamaha tergerak untuk membuat motor dengan spesifikasi serupa namun dengan sentuhan Yamaha.
Yamaha NMAX mengusung bentuk bongsor yang memberikan kenyamanan ekstra bagi pengemuda.
Mesin Yamaha NMAXlue Core 155 cc generasi terbaru yang dilengkapi dengan teknologi Yamaha Electric CVT (YECVT).
Alhasil, motor ini menjadi tangguh sekaligus irit.
Harga unit terbaru NMAX yakni sekitar Rp36 juta.
6. Yamaha XMAX 250
Pengendara yang tak puas dengan performa dan desain NMAX dapat beralih ke 'saudaranya' yang lebih tangguh dan agresif yakni XMAX.
Yamaha XMAX 250 adalah motor matic rasa motor sport karena kapasitasnya sangat besar dan kuat untuk dipacu antarkota.
Mesinnya berjenis Blue Core 250cc, 4-katup, berpendingin cairan yang irit dan juga tangguh.
XMAX dijual di pasaran dengan harga sekitar Rp73 juta dan tentu sudah sesuai dengan ketangguhannya.
7. Honda ADV 160
Tak mengherankan jika motor yang satu ini sangat cocok untuk perjalanan di medan menanjak.
Pasalnya, Honda ADV 160 memang didesain untuk para petualang.
Mesin dari Honda ADV berjenis 156,9 cc 4-tak, 4-katup, berpendingin cairan, dan dilengkapi teknologi eSP+ (enhanced Smart Power) yang modern dan canggih.
Fitur sistem injeksi PGM-FI juga membuat motor ini tak boros bensin kendati telah melewati jalan jauh.
Harga dari motor ini yakni sekitar Rp37 juta.
Kontributor : Armand Ilham
Berita Terkait
-
Fakta-fakta Pengendara Becak Motor Freestyle Depan Polisi di Pekanbaru
-
KDM Sampai Ngakak Lihat Bapak-bapak Pamer Standing Becak Motor Depan Polisi
-
Nissan Putuskan Tutup 'Pabrik Induk' Demi Selamatkan Nasib Perusahaan
-
Aksi Becak Motor Standing Depan Polisi yang Siaga Sambut Kapolri di Pekanbaru
-
5 Rekomendasi Motor Listrik yang Kuat Tanjakan: Tangguh, Irit, dan Ramah Lingkungan
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
5 Pilihan Ban Belakang Honda Vario 125: Nyaman, Awet Dipakai Jangka Panjang
-
5 Mobil Bekas Paling Irit Bensin dari Mitsubishi: Tahun Muda, Berapa Harganya?
-
BYD Bangun Sirkuit "Gurun Pasir" Indoor Pertama di Dunia untuk Pengujian Kendaraan Listrik
-
Volkswagen ID. Era 9X EREV Resmi Debut: Performa Kencang, Jarak Tempuh Makin Jauh
-
Irit, Murah tapi Berkelas: Harga Toyota Camry Hybrid 2013 Kini Terjangkau, Brio Minggir Dulu
-
Strategi Kia Sales Indonesia Ekspansi Bisnis Mobil Korea di Pasar Otomotif Nasional
-
4 Pilihan Suzuki Ignis 2018, Urban SUV Sporty yang Irit Pas Buat Kantong Mahasiswa
-
Harga Kijang Innova Reborn Terbaru, Pilihan Bagi yang Belum Berminat Beralih ke Innova Zenix
-
5 Komponen Vital yang Wajib Dicek Tiap 10.000 KM Agar Mesin Mobil Awet, Bukan Oli Saja yang Dicek
-
Bukan Indonesia, Jepang Pilih Langganan Impor Mobil dari Negara Sebelah