Suara.com - Aksi nekat seorang pengendara becak motor (betor) melakukan standing mewarnai kedatangan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Pekanbaru beberapa waktu lalu.
Peristiwa yang terekam dalam video berdurasi 17 detik tersebut viral di sejumlah platform media sosial. Kejadian itu tepat di depan Balai Adat Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Jalan Diponegoro Pekanbaru, Sabtu (12/7/2025).
Ketika itu, Kapolri Listyo Sigit dijadwalkan hadir di lokasi tersebut untuk menerima Anugerah Adat Ingatan Budi dari LAM Riau.
Satlantas Polres Pekanbaru kini tengah memburu keberadaan pengendara becak motor tersebut.
"Ya, kita sudah melihat video viral itu. Saat ini kami sedang mencari keberadaan pengendara becak motor tersebut," ujar Kasatlantas Polresta Pekanbaru Kompol I Made Juni Artawan.
Sementara itu, Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Taufik Lukman mengingatkan pentingnya ketertiban lalu lintas demi keselamatan bersama.
"Siapa pun pengendaranya harus tertib lalu lintas demi keselamatan bersama," ungkap Taufiq.
Sebelumnya, dalam video yang beredar, aksi tak terduga terekam persis di hadapan aparat kepolisian yang sedang berjaga ketat, beberapa saat sebelum kedatangan Kapolri Listyo.
Pengendara betor dengan santainya melakukan manuver ekstrem, membuat roda ketiga (roda bantu) Betor terangkat ke udara, menciptakan efek standing yang mengejutkan.
Baca Juga: Blak-blakan Rocky Gerung Ungkap Kenapa Sering Bersama Petinggi Kepolisian
Yang menjadi sorotan, pria pengendara tersebut tampak tenang dan cuek, seolah tidak terganggu oleh pengamanan ketat di sekelilingnya.
Beberapa petugas kepolisian yang berada di lokasi terlihat terkejut, namun tetap sigap menjaga situasi tetap kondusif.
Video viral tersebut memicu komentar beragam warganet. Sebagian besar netizen ramai menyebut aksi ini sebagai bentuk ekspresi spontan masyarakat yang unik.
Namun, sebagian lainnya menyayangkan tindakan tersebut karena dilakukan pada momen penting kenegaraan.
Berita Terkait
-
Boni Hargens: Rekomendasi Kompolnas Normatif Saja Soal Reformasi Polri
-
RPI Optimistis Jenderal Sigit Wujudkan Transformasi Budaya Polri di Tahun 2026, Ini Alasannya
-
Boni Hargens: Kapolri Sukses Kawal Prabowo-Gibran, Sinyal Transformasi Budaya Polri di 2026
-
Warga Patuh Tanpa Kembang Api, Kapolri: Doa Bersama Dominasi Malam Tahun Baru
-
Kapolri: Warga Patuh Tanpa Kembang Api, Doa Bersama Dominasi Malam Tahun Baru
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam