Suara.com - Perilisan mobil listrik mungil seperti BYD Atto 1 dan VinFast VF3 semakin menambah ramai pasar kendaraan listrik di Indonesia. Kedua model ini tidak hanya menawarkan mobilitas ramah lingkungan, tetapi juga diklaim sebagai mobil irit.
Berdasarkan data dan informasi yang beredar, baik dari GIIAS 2025 maupun dokumen pajak resmi, kita bisa melihat perbandingan yang menarik, terutama dari segi biaya dan keunggulan fitur.
Pajak Tahunan di Bawah Rp 200 Ribu
Salah satu daya tarik terbesar dari mobil listrik di Indonesia adalah insentif pajak yang diberikan pemerintah. Baik BYD Atto 1 maupun VinFast VF3 mendapatkan keuntungan dari kebijakan ini, membuat biaya pajak tahunan mereka sangat rendah, bahkan lebih murah dari pajak motor.
BYD Atto 1: Mendapatkan pembebasan penuh untuk Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Pengguna hanya perlu membayar Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) sebesar Rp150.000, menjadikannya salah satu yang terendah di pasaran.
VinFast VF3: Berdasarkan dokumen pembayaran pajak di Bali, PKB tahunan VF3 hanya Rp143.000. Angka ini menegaskan bahwa kebijakan insentif pajak berlaku untuk mobil listrik dari berbagai merek, membuat VF3 juga sangat menarik dari segi biaya kepemilikan.
Perbandingan ini jelas menunjukkan bahwa biaya pajak tahunan kedua mobil ini hampir tidak terasa, sehingga beban finansial pemiliknya jauh lebih ringan dibandingkan dengan mobil konvensional.
Perbandingan Total Biaya Operasional
Biaya pajak yang rendah hanyalah permulaan. Perbedaan biaya operasional harian juga menjadi faktor penentu. Mari kita bandingkan total pengeluaran tahunan antara BYD Atto 1 dengan mobil bensin konvensional, misalnya LCGC, untuk menempuh jarak 40 km per hari.
Baca Juga: Benarkah Pajak PSK Segera Berlaku? Kemenkeu Meradang: Tidak Ada Kebijakan Khusus!
Mobil LCGC (Bensin): Dengan asumsi harga Pertalite Rp10.000/liter dan konsumsi 20 km/liter, biaya bahan bakar mencapai Rp7,2 juta per tahun. Ditambah pajak Rp3 juta dan servis rutin Rp2 juta, total pengeluaran tahunan mencapai Rp12,2 juta.
BYD Atto 1 (Listrik): Biaya pengisian listrik di rumah (dengan tarif Rp1.447/kWh) hanya Rp2,45 juta per tahun. Ditambah pajak Rp150 ribu dan perawatan rutin yang minim (Rp1 juta), total pengeluaran tahunan hanya sekitar Rp3,6 juta.
Perbandingan ini sangat mencolok. Total biaya operasional BYD Atto 1 hanya sepertiga dari mobil bensin.
Efisiensi ini menjadi bukti nyata bahwa mobil listrik kini bukan lagi mimpi, melainkan solusi logis untuk menghemat pengeluaran harian, terutama bagi mereka yang tinggal di perkotaan.
Keunggulan dan Kelemahan BYD Atto 1 dan VinFast VF3
Selain biaya, calon pembeli juga perlu mempertimbangkan keunggulan dan kelemahan masing-masing mobil.
BYD Atto 1
Keunggulan:
Harga Terjangkau: Atto 1 ditawarkan dengan harga yang sangat kompetitif, membuatnya mudah diakses oleh berbagai kalangan.
Desain Modern dan Stylish: Tampilan eksteriornya stylish dan kompak, cocok untuk mobilitas perkotaan.
Fitur Canggih: Dilengkapi dengan layar sentuh, konektivitas smartphone, dan fitur keamanan seperti 6 airbag dan sistem pengereman canggih.
Platform Canggih: Dibangun di atas e-Platform 3.0 dengan Blade Battery yang efisien dan aman, menawarkan jarak tempuh hingga 380 km.
Akselerasi Responsif: Mampu berakselerasi 0-50 km/jam dalam 4,9 detik, sangat gesit untuk kondisi perkotaan.
Kelemahan:
Ruang Belakang Sempit: Ruang kaki di kursi belakang tidak terlalu lega, kurang nyaman untuk penumpang dewasa.
Tenaga Kurang Maksimal di Kecepatan Tinggi: Tenaganya terasa berkurang saat melaju di atas 80 km/jam.
Paket Penjualan Standar: Harga yang ditawarkan belum termasuk paket servis dan gratis wall charger, sehingga perlu biaya tambahan.
VinFast VF3
Keunggulan:
Desain Mungil dan Unik: Tampilannya yang kotak dan kompak membuatnya sangat lincah di jalanan padat dan mudah untuk parkir.
Performa Gesit: Motor listriknya menghasilkan tenaga 40 hp dan torsi 110 Nm, dengan akselerasi 0-50 km/jam dalam 5,3 detik.
Dukungan Fast Charging: Teknologi pengisian cepat (DC) memungkinkan pengisian baterai dari 10% hingga 70% hanya dalam 36 menit.
Ground Clearance Tinggi: Dengan ground clearance 175 mm, VF3 lebih tangguh menghadapi genangan air atau jalanan yang tidak rata.
Kelemahan:
Kecepatan Maksimum Terbatas: Kecepatan maksimalnya hanya 100 km/jam, kurang ideal untuk perjalanan luar kota yang membutuhkan kecepatan lebih tinggi.
Minim Fitur Interior: Interiornya lebih sederhana dan fungsional, tidak se-futuristik BYD Atto 1.
Tidak Ada Wiper Belakang: Ketiadaan wiper belakang dan defogger bisa menjadi kekurangan saat berkendara dalam kondisi hujan.
Secara keseluruhan, baik BYD Atto 1 maupun VinFast VF3 adalah pilihan mobil listrik yang sangat menjanjikan dengan biaya kepemilikan yang sangat rendah.
Keduanya menawarkan solusi mobilitas yang ramah lingkungan dan hemat, hanya saja dengan fokus yang sedikit berbeda. BYD Atto 1 lebih unggul dari segi fitur dan desain modern, sedangkan VinFast VF3 menonjolkan kepraktisan dan kelincahan di perkotaan.
Kontributor : Rizqi Amalia
Berita Terkait
-
5 Mobil Listrik Termurah di Indonesia Tahun 2025, Siap Diajak Melibas Kemacetan Kota
-
Klaim Jarak Tempuh 5 Mobil Listrik Ini Ternyata Jauh dari Kenyataan
-
Hyundai Heran Harga Mobil Listrik China Bisa Murah Banget
-
Spesifikasi dan Harga BYD Song Plus, Mobil Listrik yang Tersambar Petir Tiga Kali
-
Heboh Struk Restoran Bebankan Royalti Musik ke Konsumen, Kunto Aji Murka Minta Penyebar Hoaks Diburu
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
Terkini
-
Hyundai Masih Bidik Pasar Mobil Listrik Meski Tanpa Insentif dari Pemerintah
-
Kenapa Ban Motor Depan dan Belakang Dibuat Beda? Simak 3 Alasan Penting Ini
-
Harga Mitsubishi Outlander Sport Mepet Suzuki SCross, Mending Mana?
-
4 Contoh Mobil 7 Seater Bekas yang Perlu Dihindari Kalau Budget Perawatan Pas-pasan
-
Alphard Versi Murah vs Denza D9, Kamu Tim Mana?
-
Helm Shark Perkenalkan Visor Canggih yang Bisa Berubah Warna dalam Satu Detik
-
Masih Mau Beli Innova? Ini Alternatif Lain yang Patut Dipinang dan Sudah Senyaman Alphard
-
5 Motor Cruiser Mirip Harley-Davidson, Harga Mulai Rp30 Jutaan
-
4 Rekomendasi Mobil Listrik Mungil Rp200 Jutaan yang Jarak Tempuhnya Tembus 300 Km
-
Biaya Servis Mobil Hybrid vs Mobil Bensin Biasa, Mana yang Lebih Hemat?