- Toyota Digugat Konsumen Karena Cacat Produk
- Konsumen Toyota Layangkan Gugatan Selama Enam Tahun
- Toyota Bayar Kompensasi ke Konsumen Dengan Produk Terdampak
Suara.com - Konsumen Toyota akhirnya memenangkan perselisihan hukum dengan pabrikan setelah enam tahun terkait masalah gema panggilan Bluetooth pada mobil mereka.
Siapa yang tidak kesal dengan kualitas panggilan telepon yang buruk di dalam mobil. Suara bergema atau tidak jelas seringkali menjadi keluhan umum, terutama saat lawan bicara sedang berkendara. Bagi sebagian pemilik Toyota, masalah ini bukan sekadar gangguan kecil, melainkan pemicu gugatan hukum terhadap pabrikan raksasa tersebut.
Setelah enam tahun tarik ulur di meja hijau, perselisihan panjang ini akhirnya menemukan titik terang dengan hasil yang mengejutkan.
Gugatan ini bermula dari keluhan konsumen yang menggunakan fitur Bluetooth pada kendaraan Toyota mereka. Para penggugat mengklaim bahwa "ketika menggunakan fitur Bluetooth, lawan bicara sering kali mendengar suara mereka sendiri bergema." Situasi ini tentu saja membuat komunikasi menjadi tidak optimal dan, menurut para pemilik, tidak hanya memengaruhi kegunaan fitur tersebut tetapi juga menurunkan nilai jual kendaraan mereka.
Namun Toyota dengan tegas membantah klaim tersebut, perusahaan berpendapat bahwa masalah gema ini disebabkan oleh "penggunaan fitur yang tidak tepat" oleh pengemudi.
Toyota Harus Bayar Kompensasi
Setelah bertahun-tahun bersengketa, kedua belah pihak akhirnya mencapai kesepakatan. Menurut laporan CarComplaints, Toyota secara resmi tidak pernah mengubah pendiriannya terkait cacat produk. Meski demikian, mereka setuju untuk membayar kompensasi kepada 14 penggugat utama. Masing-masing penggugat akan menerima sekitar 6.800 dolar Amerika Serikat.
Sebagai bagian dari penyelesaian, Toyota merujuk pada buletin yang sebelumnya telah didistribusikan kepada para dealer. Buletin ini berisi panduan singkat mengenai penanganan masalah gema panggilan. Kini, panduan tersebut diperbarui dalam bentuk video tutorial baru dan "Program Penjangkauan" yang menjadi bagian dari kesepakatan.
Model Toyota Terdampak
Baca Juga: 3 Model Toyota Sienta Bekas Incaran Keluarga: Nyaman dan Unik, Harga Terjangkau
Masalah gema panggilan Bluetooth ini dilaporkan memengaruhi hampir semua model Toyota yang diproduksi antara tahun 2014 hingga 2019. Daftar kendaraan yang terdampak meliputi:
- 4Runner tahun 2014-2019
- Avalon tahun 2015-2018
- Avalon HV 2015-2018
- Highlander tahun 2014-2019
- Highlander HV tahun 2014-2019
- Mirai tahun 2016-2018
- Mobil Prius tahun 2016-2019
- Prius Prime 2017-2019
- Mobil Prius V tahun 2015-2019
- Sequoia tahun 2014-2019
- Sienna tahun 2015-2017
- Tacoma tahun 2014-2019
- Tundra tahun 2014-2019
- Venza tahun 2015
- Yaris tahun 2018-2019
Dalam video tutorial dan panduan yang dirilis, Toyota menjelaskan bahwa gema pada panggilan disebabkan oleh volume bebas genggam yang terlalu rendah. Solusi yang ditawarkan cukup sederhana, pemilik diminta untuk menaikkan volume perangkat ponsel mereka ke pengaturan maksimum, kemudian menurunkan volume sistem infotainment mobil ke level 45 atau lebih rendah. Jika gema masih berlanjut, disarankan untuk mencoba mengecilkan volume lebih lanjut.
Sidang keadilan terakhir untuk kasus ini dijadwalkan pada 2 Maret 2026 di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Pusat California. Hingga saat itu, banyak pemilik Toyota yang mungkin bertanya-tanya apakah enam tahun perjuangan hukum ini sepadan dengan sebuah panduan dari platform media sosial. Ini menjadi pelajaran berharga tentang bagaimana masalah teknis kecil bisa memicu drama hukum panjang dan bagaimana penyelesaiannya bisa sangat berbeda dari ekspektasi awal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Jelang Penutupan, IIMS 2026 Makin Ramai Pengunjung dan Bertabur Promo
-
Kapan Harus Ganti Ban Motor? Ini 5 Rekomendasi Ban Anti Licin di Jalan
-
Apakah Beli Mobil Bekas Harus Balik Nama? Cek 5 Rekomendasi MPV di Bawah Rp70 Juta
-
IIMS 2026 Buktikan Keberhasilan Transformasi Pameran Otomotif Berbasis Kolaborasi Industri
-
Tak Sebatas Sektor Otomotif, IIMS 2026 Gerakkan Pariwisata Indonesia dan Ekonomi Kreatif
-
9 Cara Menghilangkan Bekas Stiker di Motor yang Membandel
-
5 Rekomendasi Oli Mesin Vespa 2 Tak, Harga Mulai Rp40 Ribuan
-
Beli Motor Bekas Tarikan Leasing Apakah Aman? Pertimbangkan Hal Berikut
-
Tetap Berjaya Meski Sudah Ada Penerusnya, Mazda 2 Berapa cc?
-
Terpopuler: Pajak Kendaraan Jateng Meroket tapi Jogja Tetap, NMax Kini Lebih Murah dari Beat