Otomotif / Motor
Selasa, 07 Oktober 2025 | 10:14 WIB
Pebalap Binaan Astra Honda Nyaris Podium di IATC Mandalika (Dok. AHM)
Baca 10 detik
  • Performa Impresif Davino: Finis keempat di Race 1 jadi capaian terbaiknya, nyaris sentuh podium IATC Mandalika.
  • Drama di Race 2: Insiden tak terduga membuat dua pembalap andalan Indonesia gagal finis di balapan kedua.
  • Komitmen AHM: Ajang ini menjadi bukti pembinaan jangka panjang AHM untuk lahirkan talenta balap masa depan.

Suara.com - Nyaris podium di Mandalika! Para pembalap muda binaan Astra Honda Motor (AHM) menunjukkan taringnya di sirkuit kebanggaan Indonesia. Artikel ini akan mengupas tuntas drama, semangat juang, dan hasil menjanjikan yang mereka raih di ajang Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) 2025.

Pentas balap di Sirkuit Pertamina Mandalika akhir pekan kemarin (4-5 Oktober) jadi saksi bisu perjuangan luar biasa talenta-talenta muda Indonesia.

Meskipun podium lolos dari genggaman, semangat juang para pembalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) layak diacungi jempol.

Mereka melesat kencang di hadapan ribuan pasang mata pendukungnya sendiri, membuktikan bahwa mental juara sedang ditempa.

Aksi Impresif di Race Pertama: Podium di Depan Mata

Balapan hari Sabtu (4/10) menjadi panggung pertunjukan bagi para pembalap muda lulusan Astra Honda Racing School (AHRS).

Mereka tidak datang untuk sekadar berpartisipasi, tapi untuk bertarung.

  1. Davino Britani: Tampil sebagai bintang utama. Memulai balapan dari posisi ke-10, Davino merangsek ke barisan depan dan finis di posisi keempat. Hasil ini hanya terpaut kurang dari setengah detik dari podium juara dan menjadi capaian terbaiknya musim ini!
  2. Alvaro Mahendra: Menunjukkan mental baja. Tancap gas dari grid ke-18, ia sukses menyalip belasan pembalap dan mengamankan posisi ke-10.
  3. Nelson Cairoli: Tampil solid dan konsisten dengan finis di urutan ke-12, sebuah hasil yang menyamai pencapaian terbaiknya di seri pembuka.
  4. Bintang Pranata Sukma (Wildcard): Sebagai pembalap "undangan", Bintang menunjukkan adaptasi kilat dengan trek Mandalika dan menyelesaikan lomba pertamanya di posisi ke-17, bahkan setelah diganjar longlap penalty.

Drama & Ketatnya Persaingan di Balapan Kedua

Cuaca cerah pada hari Minggu (5/10) seolah membakar semangat para pembalap untuk tampil lebih garang sejak lampu start padam.

Baca Juga: Kondisi Terbaru Marc Marquez Usai Patah Tulang Bahu Kanan di MotoGP Mandalika

Davino dan Bintang langsung melesat ke posisi enam besar, sementara Nelson dan Alvaro perlahan tapi pasti ikut merapat ke grup depan.

Sayangnya, dewi fortuna belum berpihak pada Merah Putih.

Sebuah insiden tak terhindarkan di Lap 11 melibatkan Davino dan Alvaro, membuat keduanya harus mengakhiri balapan lebih cepat saat sedang berjuang di barisan depan.

Nelson Cairoli menjadi satu-satunya pembalap binaan Astra Honda yang berhasil menyentuh garis finis, mengunci posisi ke-10.

Suara dari Paddock: Semangat Tak Pernah Padam

Meski hasil akhir belum sesuai harapan tertinggi, api semangat para pembalap muda ini sama sekali tidak padam.

”Akhir pekan yang positif bagi saya, dan saya sangat senang bisa berada kembali di top ten setelah terakhir mendapatkannya di seri 1 lalu. Namun masih banyak yang perlu diperbaiki. Saya akan berusaha memberikan yang lebih baik lagi di seri Sepang nanti,” kata Nelson.

Sementara itu, Muhammad Badly Ayatullah, yang terpaksa absen karena kondisi kurang fit setelah insiden di kualifikasi, tetap menatap seri pamungkas dengan optimisme tinggi.

”Masih ada 50 poin yang dapat diperebutkan di seri terakhir Sepang nanti. Saya akan berjuang maksimal untuk mendapatkan top 3 klasemen,” ujarnya.

Pembinaan Jangka Panjang: Investasi untuk Merah Putih

Bagi AHM, Mandalika bukan hanya soal piala, melainkan laboratorium pembentukan karakter juara masa depan Indonesia.

Andy Wijaya, General Manager Marketing Planning & Analysis AHM, menegaskan pentingnya proses di balik hasil akhir.

”Selain hasil balapnya, pembinaan yang kita lakukan juga menyeluruh, termasuk aspek mental dan semangat daya juangnya. apalagi dengan dukungan ribuan masyarakat dan komunitas Honda di tribun menjadi energi tambahan bagi para pembalap muda untuk berjuang lebih kuat. Kami bangga melihat mereka tampil berani dan terus belajar di setiap lap, karena proses inilah yang akan membentuk karakter pembalap tangguh masa depan Indonesia, “ ujar Andy.

Komitmen ini adalah bukti nyata, sebuah investasi jangka panjang untuk suatu hari nanti mengibarkan Merah Putih di panggung balap dunia, mulai dari Asia Talent Cup hingga jenjang yang lebih tinggi seperti FIM JuniorGP.

Load More