Suara.com - Salah satu hal yang paling ditakuti pemilik mobil adalah mesin yang tiba-tiba panas berlebihan atau overheat. Kondisi ini bukan hanya membuat kendaraan mogok di tengah jalan, tapi juga bisa menimbulkan kerusakan serius pada mesin jika tidak segera ditangani.
Overheat adalah situasi ketika suhu mesin mobil naik di atas batas normal. Meski setiap mobil modern telah dilengkapi sistem pendingin, tetap saja masalah ini bisa terjadi jika komponen di dalamnya tidak bekerja sebagaimana mestinya.
Bila dibiarkan, overheating dapat menyebabkan kepala silinder melengkung bahkan blok mesin rusak parah, yang ujungnya memaksa pemilik kendaraan untuk turun mesin — perbaikan besar dengan biaya jutaan rupiah.
Mengapa Mobil Bisa Overheat?
Penyebab utama mobil mengalami panas berlebih biasanya disebabkan oleh masalah pada sistem pendingin mesin. Ada beberapa faktor yang paling sering menjadi penyebabnya:
1. Radiator coolant habis
Banyak pengendara yang lupa mengecek cairan radiator. Padahal, cairan pendingin (coolant) berfungsi menjaga suhu mesin tetap stabil. Jika volumenya menipis atau habis, suhu mesin bisa naik drastis. Idealnya, cairan radiator diganti setiap 20.000 kilometer, namun tetap perlu dicek secara rutin.
2. Kipas pendingin tidak berfungsi
Kipas radiator berperan besar dalam menyalurkan udara dingin ke mesin. Jika dinamo kipas rusak atau arah putarannya terbalik, udara dingin tidak akan bersirkulasi dengan baik. Akibatnya, mesin cepat panas meski mobil hanya digunakan sebentar.
Baca Juga: Kapolda Metro: Mobil Patroli Pamapta Bensin Sudah Full, Nggak Ada Lagi Mampir ke Tempat Hiburan!
3. Radiator bocor atau tersumbat
Kebocoran kecil pada selang radiator sering kali diabaikan, padahal bisa menyebabkan pendingin keluar tanpa disadari. Selain itu, penggunaan air tanah juga bisa menimbulkan karat dan endapan yang akhirnya menyumbat radiator, membuat cairan tidak bisa bersirkulasi.
4. Termostat bermasalah
Termostat berfungsi mengatur aliran cairan pendingin berdasarkan suhu mesin. Ketika rusak, sistem pendingin bisa salah membaca suhu sehingga air tidak mengalir ke radiator. Hasilnya, mesin cepat panas tanpa peringatan.
5. Oli mesin tidak sesuai
Pemilihan oli yang tidak cocok dengan spesifikasi mesin juga bisa menyebabkan overheat. Oli berfungsi sebagai pelumas sekaligus penstabil suhu mesin. Jika kualitasnya rendah atau cepat menguap, gesekan antar komponen meningkat dan panas berlebih pun muncul.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
Pilihan
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
Terkini
-
5 Pilihan Mobil Bekas di Bawah Rp70 Juta yang Jarang Bermasalah, Nyaman dan Kabin Lega
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas Eropa untuk Budget Terbatas
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas Mazda Termurah Masih Layak Beli di 2026, Tabungan Anti Jebol
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas dengan Sistem Pendingin Tangguh, Aman untuk Macet-macetan
-
Akan Luncurkan Lagi Mobil Semurah Atto 1 di Indonesia? Ini Kata Petinggi BYD di China
-
3 Pilihan Harga Daihatsu Luxio Bekas: MPV 'Boxy' Pintu Geser Mulai Rp100 Jutaan, Luas dan Bandel
-
7 Motor Matic Bekas untuk Mudik, Muat Bawa Banyak Barang Mulai Rp4 Jutaan
-
Pernah Jadi Mobil Pejabat, 3 Sedan Mewah Bekas Eropa Ini Sekarang Harganya Cuma Rp80 Jutaan
-
4 Fakta Insentif Mobil Listrik Disetop Tahun Ini, Siap-Siap Harga Naik 15 Persen
-
BYD Beri Kode Denza B5 Bakal Hadir di Indonesia