- BBM Bobibos dari jerami punya oktan setara Pertamax Turbo.
- Menawarkan lima keunggulan, termasuk potensi harga yang lebih murah.
- Belum dijual bebas, masih menunggu regulasi dari pemerintah.
Suara.com - Sebuah inovasi bahan bakar baru bernama Bobibos siap mengguncang SPBU di seluruh Indonesia.
Bayangkan, sebuah BBM dengan oktan setara Pertamax Turbo, tapi dibuat dari limbah jerami dan berpotensi dijual dengan harga yang jauh lebih terjangkau.
Ini bukan lagi mimpi, melainkan sebuah terobosan nyata yang sedang disiapkan anak negeri,
Bahan bakar ini adalah singkatan dari Bahan Bakar Original Buatan Indonesia, Bos!
Inovasi ini mengubah limbah pertanian yang biasanya hanya dibakar menjadi sumber energi bernilai tinggi yang bisa digunakan untuk mesin bensin maupun diesel.
5 Keunggulan Bobibos yang Bikin Geleng-geleng Kepala
Berdasarkan klaim dari pengembangnya, Bobibos memiliki lima "senjata rahasia" yang membuatnya sangat menjanjikan.
1. Oktan Sultan, Harga Merakyat
Inilah yang paling menarik. Hasil pengujian menunjukkan Bobibos memiliki kadar oktan RON 98, setara dengan Pertamax Turbo.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Ubah Jerami Jadi Bahan Bakar Diesel, Traktor Ikut Uji Coba!
Namun, karena bahan bakunya melimpah dan murah, biaya produksinya bisa ditekan.
"Berpeluang lebih murah dari RON 98 fosil," demikian penjelasan resmi Bobibos.
2. Menyulap Sampah Jadi Harta Karun
Selama ini, jerami sering dianggap sebagai limbah tak berguna.
Kehadiran Bobibos mengubah total paradigma ini, menciptakan nilai ekonomi tinggi dari sesuatu yang sebelumnya hanya menjadi masalah bagi petani.
3. Jauh Lebih Ramah Lingkungan
Bobibos diklaim memiliki emisi yang rendah.
Selain itu, proses produksinya secara langsung mengurangi praktik pembakaran jerami di lahan pertanian yang selama ini menjadi salah satu sumber polusi udara.
4. Bisa Diproduksi Langsung di Desa
Dengan konsep "Bobibos Mini", produksi bahan bakar ini tidak harus terpusat di kilang raksasa.
Hal ini membuka peluang pemberdayaan ekonomi di tingkat desa dan mendekatkan sumber energi ke masyarakat.
5. Disambut Baik oleh Pertamina
Alih-alih dianggap saingan, Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, justru menyambut positif.
"Jadi jangan langsung dibawa, oh ini saingan... Enggak, kita harus spirit kolaborasi. Ya, sesama anak bangsa kita harus berkolaborasi," ujarnya, membuka pintu sinergi di masa depan.
Tapi, Kapan Bisa Dibeli?
Ini adalah pertanyaan terpenting. Untuk saat ini, Bobibos belum dijual secara bebas.
Pihak pengembang menegaskan bahwa mereka masih dalam tahap koordinasi intensif dengan pemerintah.
"Sebelum diproduksi massal dan dipasarkan secara luas, Bobibos masih berkoordinasi dengan pemerintah untuk mendapatkan arahan serta memastikan seluruh proses sesuai dengan regulasi yang berlaku," tulis pihak Bobibos.
Dengan semua keunggulan ini, Bobibos bukan lagi sekadar wacana, melainkan sebuah harapan baru. Kita nantikan saja kapan BBM 'made in Indonesia' ini benar-benar bisa kita rasakan di tangki kendaraan kita.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Ambisi Ekspor Kendaraan Komersial Indonesia Melambung di GIICOMVEC 2026
-
Bos Agrinas Patuhi Saran Dasco, Sepakat Tunda Impor Pikap India
-
Ironi Kopdes Merah Putih Pakai Pikap Bukan Merah Putih, DPR Ikut Heran
-
Kontroversi Impor Mobil India Rp 24 Triliun Saat Pabrik Lokal Sedang Nganggur
-
BYD Seal 2026 Tawarkan Bagasi Lebih Luas dan Desain Segar, Begini Fiturnya
-
Impor Pikap India untuk Kopdes Perlu Pertimbangkan Manufaktur Lokal
-
IIMS 2026 Sukses Besar, 580 Ribu Pengunjung dan Transaksi Tembus Rp8,7 Triliun
-
Tips Memilih Mobil Nyaman untuk Mudik Lebaran Bersama Keluarga, Ini 5 Rekomendasinya
-
Ancaman Impor Mobil India Terhadap Nasib Ribuan Buruh Komponen Otomotif Lokal
-
Ganti Baterai Motor Listrik Mahal? Ini Kisaran Biaya dan Cara Merawatnya agar Awet