Otomotif / Mobil
Kamis, 20 November 2025 | 11:22 WIB
Bahan Bakar Alternatif Bobibos
Baca 10 detik
  • BBM Bobibos dari jerami punya oktan setara Pertamax Turbo.
  • Menawarkan lima keunggulan, termasuk potensi harga yang lebih murah.
  • Belum dijual bebas, masih menunggu regulasi dari pemerintah.

Suara.com - Sebuah inovasi bahan bakar baru bernama Bobibos siap mengguncang SPBU di seluruh Indonesia.

Bayangkan, sebuah BBM dengan oktan setara Pertamax Turbo, tapi dibuat dari limbah jerami dan berpotensi dijual dengan harga yang jauh lebih terjangkau.

Ini bukan lagi mimpi, melainkan sebuah terobosan nyata yang sedang disiapkan anak negeri,

Bahan bakar ini adalah singkatan dari Bahan Bakar Original Buatan Indonesia, Bos!

Inovasi ini mengubah limbah pertanian yang biasanya hanya dibakar menjadi sumber energi bernilai tinggi yang bisa digunakan untuk mesin bensin maupun diesel.

5 Keunggulan Bobibos yang Bikin Geleng-geleng Kepala

Berdasarkan klaim dari pengembangnya, Bobibos memiliki lima "senjata rahasia" yang membuatnya sangat menjanjikan.

1. Oktan Sultan, Harga Merakyat

Inilah yang paling menarik. Hasil pengujian menunjukkan Bobibos memiliki kadar oktan RON 98, setara dengan Pertamax Turbo.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Ubah Jerami Jadi Bahan Bakar Diesel, Traktor Ikut Uji Coba!

Namun, karena bahan bakunya melimpah dan murah, biaya produksinya bisa ditekan.

"Berpeluang lebih murah dari RON 98 fosil," demikian penjelasan resmi Bobibos.

2. Menyulap Sampah Jadi Harta Karun

Selama ini, jerami sering dianggap sebagai limbah tak berguna.

Kehadiran Bobibos mengubah total paradigma ini, menciptakan nilai ekonomi tinggi dari sesuatu yang sebelumnya hanya menjadi masalah bagi petani.

3. Jauh Lebih Ramah Lingkungan

Bobibos diklaim memiliki emisi yang rendah.

Selain itu, proses produksinya secara langsung mengurangi praktik pembakaran jerami di lahan pertanian yang selama ini menjadi salah satu sumber polusi udara.

4. Bisa Diproduksi Langsung di Desa

Dengan konsep "Bobibos Mini", produksi bahan bakar ini tidak harus terpusat di kilang raksasa.

Hal ini membuka peluang pemberdayaan ekonomi di tingkat desa dan mendekatkan sumber energi ke masyarakat.

5. Disambut Baik oleh Pertamina

Alih-alih dianggap saingan, Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, justru menyambut positif.

"Jadi jangan langsung dibawa, oh ini saingan... Enggak, kita harus spirit kolaborasi. Ya, sesama anak bangsa kita harus berkolaborasi," ujarnya, membuka pintu sinergi di masa depan.

Instagram

Tapi, Kapan Bisa Dibeli?

Ini adalah pertanyaan terpenting. Untuk saat ini, Bobibos belum dijual secara bebas.

Pihak pengembang menegaskan bahwa mereka masih dalam tahap koordinasi intensif dengan pemerintah.

"Sebelum diproduksi massal dan dipasarkan secara luas, Bobibos masih berkoordinasi dengan pemerintah untuk mendapatkan arahan serta memastikan seluruh proses sesuai dengan regulasi yang berlaku," tulis pihak Bobibos.

Dengan semua keunggulan ini, Bobibos bukan lagi sekadar wacana, melainkan sebuah harapan baru. Kita nantikan saja kapan BBM 'made in Indonesia' ini benar-benar bisa kita rasakan di tangki kendaraan kita.

Load More