- BYD mengadakan RUPSLB pada 5 Desember 2025 menyoroti penurunan penjualan kendaraan energi baru meskipun capaian bulanan November tertinggi.
- Penjualan kumulatif Januari–November 2025 tumbuh 11,3 persen, namun target global direvisi turun menjadi 4,6 juta unit.
- BYD berencana merilis teknologi baru dan fokus investasi elektrifikasi sambil memperbaiki pemasaran serta ekspansi penjualan luar negeri.
Suara.com - Raksasa otomotif asal Tiongkok, BYD, baru saja menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 5 Desember 2025. Pertemuan ini menyoroti kinerja perusahaan di tengah dinamika pasar kendaraan energi baru (NEV) yang tercatat mengalami penurunan.
Berdasarkan laporan kinerja terbaru, BYD berhasil menjual 480.186 unit kendaraan pada November 2025. Angka ini tercatat sebagai total penjualan bulanan tertinggi sepanjang tahun ini. Namun, capaian tersebut diwarnai oleh penurunan sebesar 5,25 persen secara year-on-year yang sekaligus menandai kontraksi penjualan selama tiga bulan berturut-turut.
Secara kumulatif dari Januari hingga November 2025, pabrikan ini telah mengirimkan 4.182.038 unit NEV atau meningkat 11,3 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024. Meski masih tumbuh, perlambatan di pasar domestik memaksa manajemen mengambil langkah strategis.
Dalam forum tersebut, seperti dikutip dari Carnewschina, Presiden BYD, Wang Chuanfu, mengungkapkan bahwa penurunan ini mencerminkan siklus pengembangan produk serta homogenisasi produk yang meluas di industri otomotif. Ia juga menyoroti kekhawatiran konsumen terkait kecepatan pengisian daya di suhu rendah.
Merespons tantangan tersebut, Wang mengisyaratkan bahwa BYD berencana untuk merilis teknologi baru yang akan dirilis dalam waktu dekat. Strategi ini didukung oleh kekuatan teknis perusahaan yang memiliki sekitar 120.000 insinyur untuk membuat perusahaan tetap kompetitif di industri otomotif.
Fokus perusahaan dalam dua hingga tiga tahun ke depan akan diarahkan pada investasi intensif di sektor elektrifikasi dan teknologi otomotif cerdas. Wang mengakui bahwa situasi pasar yang sebelumnya menguntungkan sempat memicu rasa puas diri dalam strategi pemasaran. Kini, perbaikan fungsi pemasaran dan ekspansi penjualan ke luar negeri menjadi prioritas utama.
Akibat perlambatan ini, BYD secara resmi merevisi target penjualan global tahun 2025. Angka yang semula dipatok pada 5,5 juta kendaraan kini diturunkan menjadi sekitar 4,6 juta unit.
Persaingan di pasar NEV memang kian memanas. Sebagai pembanding, pada September 2025 lalu SAIC Motor sempat melampaui penjualan bulanan BYD dengan mencatatkan angka 439.800 unit berbanding 396.300 unit. Wang menegaskan bahwa daya saing masa depan akan sangat bergantung pada pemulihan kepemimpinan teknis dan peningkatan kinerja pengisian daya.
Baca Juga: 5 Mobil Listrik Paling Nyaman dan Aman untuk Pengemudi Lansia, dari City Car hingga SUV
Berita Terkait
Terpopuler
- Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
- Deretan Mobil Bekas 80 Jutaan Punya Mesin Awet dan Bandel untuk Pemakaian Lama
- Jadwal M7 Mobile Legends Knockout Terbaru: AE di Upper, ONIC Cuma Punya 1 Nyawa
Pilihan
-
Rumor Panas Eks AC Milan ke Persib, Bobotoh Bersuara: Bojan Lebih Tahu Kebutuhan Tim
-
Ekonomi Tak Jelas, Gaji Rendah, Warga Jogja Berjuang untuk Hidup
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
Terkini
-
Terpopuler: 5 Mobil Toyota Pajak Ringan, Segini Harga Vios Bekas Tahun Muda
-
Mitsubishi Fuso dan Foxconn Dirikan Perusahaan Bus Listrik
-
3 Varian Honda Vario 160 Januari 2026, Solusi Matic Racy Dek Rata Punya Bagasi 18 Liter dan Irit BBM
-
Otomaxy Diluncurkan, Layani Asuransi Kendaraan Tua hingga EV
-
5 Mobil Bekas Sekelas Honda HR-V dengan Fitur Canggih dan Harga Bersaing
-
Jakarta Banjir Lagi, Ini 5 Mobil Bekas 'Anti Banjir' Paling Laku Buat Terobos Genangan
-
5 Rekomendasi Mobil Hybrid Paling Irit, Performa Andal untuk Berkendara di Perkotaan
-
STNK Hilang, Apakah Masih Bisa Balik Nama Kendaraan? Begini Ketentuannya
-
Mobil Kecil Suzuki Apa Saja? Ini 7 Pilihan Terbaik yang Awet Buat Harian
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas Toyota untuk Harian, Gesit dan Irit BBM