- Menjaga kecepatan stabil di bawah 100 km/jam terbukti ampuh menghemat daya baterai.
- Kurangi beban barang bawaan dan jaga tekanan ban agar kinerja motor lebih ringan.
- Atur suhu AC saat mobil masih mengisi daya untuk mencegah pemborosan di perjalanan.
Suara.com - Pemilik mobil listrik tentu sangat menikmati bebas ganjil genap dan insentif pajak tahunan yang murah.
Namun, keuntungan finansial ini terasa sia-sia jika Anda tidak tahu cara hemat baterai saat berkendara harian.
Seringkali pengemudi hanya fokus pada klaim kapasitas baterai maksimal di brosur pabrikan otomotif.
Padahal, gaya mengemudi yang agresif di jalan raya bisa memangkas jarak tempuh aslinya secara drastis.
Dilansir dari laman MyEV, disebutkan efisiensi daya sangat bergantung pada kebiasaan kecil si pengemudi.
Oleh karena itu, mengubah cara menyetir adalah kunci utama agar terhindar dari mogok di jalan.
1. Santai Saja, Jangan Agresif Menginjak Pedal
Sama seperti kendaraan berbahan bakar bensin, akselerasi mendadak sangat menguras energi baterai. Injaklah pedal gas secara perlahan dan halus setelah mobil berhenti di lampu merah.
Anda tidak perlu berkendara secara terburu-buru hingga menekan pedal sampai mentok. Tarikan yang mulus akan membuat penyaluran tenaga motor listrik menjadi jauh lebih efisien.
Baca Juga: Mendagri Ngotot Hapus Semua Pajak Mobil Listrik di Daerah, Angin Segar Dunia EV Tanah Air
2. Batasi Kecepatan dan Aktifkan Mode Eco
Usahakan menjaga kecepatan kendaraan Anda stabil di bawah angka 100 kilometer per jam. Menurunkan laju sebesar 16 km/jam dari batas maksimal diklaim mampu menghemat daya hingga 14 persen.
Pastikan juga Anda selalu mengaktifkan mode berkendara Eco pada layar panel instrumen. Sebisa mungkin, hindari penggunaan mode Sport kecuali dalam kondisi mendahului yang benar-benar mendesak.
3. Manfaatkan Pengereman Regeneratif Secara Maksimal
Fitur pengereman regeneratif sangat membantu mengubah energi kinetik menjadi daya tambahan untuk baterai. Maksimalkan fitur canggih ini agar penggunaan kapasitas daya di jalan raya menjadi lebih efektif.
Anda hanya perlu menggunakan rem mekanik saat situasi di depan benar-benar mengharuskannya. Hal ini sekaligus melatih Anda untuk tidak memiliki kebiasaan berkendara kebut-kebutan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
- 5 HP Android dengan Kualitas Setara iPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max
Pilihan
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
Terkini
-
Harga Suku Cadang Yamaha Alami Kenaikan, Bikers Siap-Siap Rogoh Kocek Lebih Dalam
-
Sering Diremehkan Karena Tua, Hatchback Rp 85 Jutaan Ini Simpan Teknologi yang Bikin Ketagihan
-
Nasib BYD Terancam Setelah Masuk Daftar Hitam Pentagon
-
6 Motor Honda yang Irit dan Bisa Pakai Pertalite saat Harga Pertamax Melambung
-
Komparasi Harga BBM RON 92 Terbaru: Pertamax vs Vivo vs BP, Mana yang Termurah?
-
Aturan Ketat China Bakal Depak Mobil Listrik EREV yang Cuma Jual Janji Jarak Tempuh
-
Pertamax Meroket Rp 16.250, Segini Modal "Nyesek" Isi Full Tank NMax Turbo Demi Performa Gahar
-
5 Motor Listrik untuk Ngantor: Harga Under 20 Juta, Jarak Tempuh Tembus 60 Km
-
Harga BBM Pertamax Naik, Apakah Pertalite Cocok untuk Kendaraan Mobil atau Motor Baru?
-
Pertamax Rp16.250 per Liter, Hindari 5 Kebiasaan yang Bikin Motor Boros Bensin