- Riset ID COMM memprediksi adopsi mobil listrik Indonesia didominasi *early adopter* hingga akhir 2025.
- Motivasi utama pembelian mobil listrik konsumen adalah penghematan biaya operasional dan insentif pajak.
- Penjualan BEV naik signifikan, namun masih jauh dari target pemerintah 2 juta unit pada 2030.
Suara.com - Perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air terus menjadi sorotan di tengah upaya transisi energi. Berdasarkan riset terbaru bertajuk Menuju Era Mobil Listrik: Sejauh Mana Indonesia Siap, terungkap bahwa hingga akhir tahun 2025, adopsi mobil listrik di Indonesia masih didominasi oleh kelompok konsumen early adopter dan sebagian early majority.
Temuan ini mengindikasikan bahwa penerimaan masyarakat luas terhadap teknologi ini masih memerlukan dorongan kebijakan yang lebih strategis serta edukasi yang masif.
Faktor ekonomi ternyata masih menjadi motivasi terbesar konsumen dalam memutuskan untuk membeli mobil listrik. Riset tersebut memaparkan bahwa biaya operasional yang lebih hemat serta adanya insentif pajak menjadi daya tarik utama.
Salah satu poin krusial yang memikat konsumen adalah tarif pajak tahunan kendaraan listrik yang sangat terjangkau, yakni berada di kisaran Rp150.000 per tahun. Selain hitung-hitungan finansial, aspek psikologis juga turut andil, di mana para early adopter cenderung memandang kepemilikan mobil listrik sebagai representasi gaya hidup modern.
Meskipun tren positif terlihat, pergeseran ini dinilai belum sepenuhnya menyentuh pasar yang lebih luas. Hal ini ditegaskan oleh Asti Putri selaku perwakilan dari ID COMM yang menyoroti perilaku konsumen saat ini.
“Transisi ini lebih menunjukkan pergeseran perilaku daripada perluasan pasar baru dan informasi ini penting untuk diketahui berbagai pihak terkait sektor otomotif," ujar Asti Putri, Co-Founder & Director ID COMM, Kamis (11/12/2025).
Mengacu pada data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau GAIKINDO, pertumbuhan penjualan mobil listrik berbasis baterai (BEV) memang menunjukkan grafik menanjak. Penjualan tercatat meningkat dari 15.318 unit pada 2023 menjadi 43.188 unit pada 2024.
Tren ini berlanjut pada delapan bulan pertama tahun ini dengan capaian 51.191 unit. Kendati demikian, angka tersebut masih terpaut jauh dari target ambisius pemerintah yang memproyeksikan 2 juta unit kendaraan listrik mengaspal pada 2030.
Guna mengejar ketertinggalan tersebut, riset ID COMM merekomendasikan pemerintah untuk segera menyusun peta jalan yang lebih komprehensif hingga 2030, termasuk perluasan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di luar wilayah Jabodetabek. Bagi konsumen yang berniat beralih, disarankan untuk lebih rasional dengan mempertimbangkan biaya kepemilikan jangka panjang, layanan purna jual, hingga nilai jual kembali unit tersebut.
Baca Juga: Mending Dolphin atau M6? Segini Harga Mobil BYD Terbaru di Akhir 2025
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Keamanan Konsumen Terancam Honda Tarik Satu Juta Unit Kendaraan Karena Masalah Serius
-
Harga BYD M6 DM di bawah Rp300 Juta, Lebih Murah dari Toyota Veloz Hybrid
-
Strategi Yamaha Banjir Promo di Jakarta Fair 2026 Redam Dominasi Pesaing
-
Menguji Iritnya Honda PCX 160 RoadSync dalam Touring ke Rancabali
-
Meksiko Tantang Pasar Otomotif Dunia Lewat Mobil Listrik Nasional Seharga LCGC
-
Lonjakan Ekspor Mobil China Ancam Dominasi Global Saat Harga BBM Melambung Tinggi
-
Gajah Tunggal Rilis Ban Zeneos Starize Baru Ukuran 13 Inci dan 14 Inci
-
Perbedaan Spesifikasi, Fitur dan Harga 5 Varian Kawasaki KLX Terbaru: Kini Ada Versi XPL
-
Kawasaki Luncurkan Motor Matic hingga Mobil Seharga Miliaran, Intip Spesifikasinya
-
BYD Incar Tahta Tertinggi Mobil Laris Milik Toyota, Target 5 Tahun