Otomotif / Motor
Minggu, 04 Januari 2026 | 13:08 WIB
Pesawat CN-235-220. (indonesian-aerospace.com)
Baca 10 detik
  • Pesawat CN-235 terlibat operasi militer Amerika Serikat di Venezuela awal 2026.
  • Keunggulan utama CN-235 adalah kemampuan lepas landas di landasan pendek.
  • Produk PTDI ini telah sukses diekspor ke berbagai negara di dunia.
  •  

Pesawat ini bisa lepas landas dan mendarat di landasan pendek yang tidak beraspal alias tanah berbatu. Hal ini sangat krusial dalam misi militer di mana infrastruktur bandara seringkali tidak tersedia.

3. Daya Jelajah dan Radar Canggih

Tidak hanya kuat angkut beban, CN-235 memiliki daya tahan terbang (endurance) yang panjang. Pesawat ini sanggup mengudara hingga 11 jam 20 menit tanpa henti.

Dilengkapi dengan sayap tinggi (high wing) untuk gaya angkat lebih baik dan hambatan rendah, pesawat ini juga sering dibekali radar canggih yang mampu mendeteksi target atau objek kecil di permukaan laut maupun darat.

Kombinasi ini menjadikannya "mata elang" yang efektif untuk patroli maritim maupun pengawasan perbatasan.

4. Laris Manis Diborong Banyak Negara

Kualitas CN-235 sudah teruji secara global. Selain Amerika Serikat yang menggunakan varian khususnya, pesawat asli buatan negeri ini telah dipesan oleh deretan negara dari berbagai benua.

Mulai dari tetangga dekat seperti Malaysia dan Brunei Darussalam, hingga ke Korea Selatan, Pakistan, Uni Emirat Arab, serta negara-negara Afrika seperti Burkina Faso dan Senegal.

Tingginya permintaan ini memaksa industri pertahanan Indonesia untuk terus meningkatkan kapasitas produksi tahunan demi memenuhi kebutuhan pasar global.

Baca Juga: Trump Ancam 'Serang' Kuba Usai AS Tangkap Presiden Venezuela

Keterlibatan jenis pesawat CN-235 dalam operasi militer sekelas AS membuktikan bahwa kualitas produk dirgantara yang dirintis Indonesia memiliki standar "Battle Proven". Dengan perawatan yang tepat dan pengembangan berkelanjutan, CN-235 tetap menjadi rajanya pesawat angkut taktis kelas menengah.

Load More