- Amerika Serikat menangkap Presiden Nicolas Maduro, kemudian Trump berencana menguasai sektor energi Venezuela.
- Rencana pengambilalihan energi AS memicu kecaman keras dari China, Rusia, dan Iran atas pelanggaran kedaulatan.
- Wali Kota New York dan PBB menyuarakan keprihatinan mendalam mengenai intervensi militer sepihak tersebut.
Suara.com - Amerika Serikat yang berhasil menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, beserta istrinya.
Tak lama setelah kabar penangkapan tersebut dikonfirmasi, Presiden AS Donald Trump langsung memaparkan rencana strategisnya untuk mengambil alih sektor energi di negara kaya minyak tersebut.
Melalui akun media sosial Truth Social, Trump menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan minyak raksasa asal Amerika Serikat akan segera masuk ke Venezuela untuk melakukan ekstraksi.
"Seperti yang diketahui semua orang, bisnis minyak di Venezuela telah hancur total selama periode yang sangat lama," ujar Trump pada Minggu (4/1/2026).
Trump berencana menggelontorkan miliaran dolar melalui korporasi AS untuk memperbaiki infrastruktur migas Venezuela yang selama ini terbengkalai.
Langkah ini dianggap sebagai upaya Washington untuk mengamankan pasokan energi global sekaligus menghapus pengaruh rezim sebelumnya.
Dilansir dari Anadolu, langkah sepihak Amerika Serikat ini memicu gelombang kecaman dari berbagai penjuru dunia. China secara terbuka mengkritik keras serangan tersebut sebagai "tindakan hegemoni" yang melanggar Piagam PBB.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China menyatakan keprihatinan mendalam atas penggunaan kekuatan militer terhadap negara berdaulat.
Rusia pun menyatakan solidaritas teguhnya kepada rakyat Venezuela.
Baca Juga: Venezuela Menolak Takluk, Sebut Serangan AS Sebagai Perang Kolonial
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, mengecam agresi bersenjata tersebut dan membantah rumor bahwa Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, telah melarikan diri ke Rusia.
Sementara itu, Iran menyebut serangan ini sebagai contoh nyata pelanggaran hukum internasional yang harus segera dikutuk oleh masyarakat dunia.
Wali Kota New York Protes Keras
Kritik tidak hanya datang dari luar negeri. Wali Kota New York, Zohran Mamdani, secara mengejutkan menghubungi Presiden Trump langsung untuk menyuarakan penolakannya.
Mamdani menyebut penangkapan Maduro sebagai "tindakan perang" dan upaya pemaksaan perubahan rezim yang berbahaya.
"Menyerang negara berdaulat secara sepihak adalah pelanggaran hukum federal dan internasional," tegas Mamdani. Ia juga mengkhawatirkan keselamatan puluhan ribu warga keturunan Venezuela yang tinggal di New York akibat gejolak ini.
Respon PBB, Uni Eropa, dan Negara Sahabat
Dari sisi kemanusiaan, Kepala Hak Asasi Manusia PBB, Volker Turk, mengaku alarm atas intervensi militer ini. PBB mendesak semua pihak untuk menahan diri guna mencegah jatuhnya korban sipil lebih lanjut.
Uni Eropa, melalui Kaja Kallas, bersikap lebih hati-hati. Meskipun mengakui bahwa Maduro kekurangan legitimasi, Uni Eropa menekankan bahwa segala proses transisi kekuasaan harus menghormati hukum internasional dan dilakukan secara damai.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Presiden RI dan PM Singapura Tegaskan Kesepakatan Perihal Selat Malaka
-
Mulai Juli 2026, Pemutihan Data SLIK Wajib Selesai dalam 3 Hari Kerja
-
Sudah Dapat 4 Juta Ha Lahan, Agrinas Akan Buka 400.000 Ha Kebun Sawit Baru
-
Penyeragaman Kemasan Rokok Akan Picu Masalah-masalah Baru
-
Agrinas Palma Buka 20.000 Lowongan Pekerjaan di Perkebunan Sawit Hasil Sitaan Satgas PKH
-
Riwayat Pinjol Kecil 'Dihapus' dari SLIK OJK, Ajukan KPR Kini Bisa Lebih Mudah
-
Ekonomi Kreatif Disiapkan Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Jakarta, OJK Perkuat Akses Pembiayaan
-
Utang di Bawah Rp1 Juta Tidak Masuk SLIK OJK, Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Lagi-lagi SLIK Biang Masalah, Bikin Susah MBR Punya Rumah Murah
-
Terungkap! Masifnya Aliran Dana Investasi Kripto RI Rata-rata Hasil Penipuan