.
Suara.com - Dari produsen ponsel pintar dan smartband, Xiaomi kini menjelma menjadi pemain serius di industri otomotif global.
Raksasa teknologi ini membuktikan bahwa mereka mampu membangun mobil listrik secepat merakit smartphone.
Dalam sebuah pengumuman, CEO Xiaomi, Lei Jun, menetapkan target ambisius: menjual 550.000 unit mobil listrik pada 2026.
Angka ini menunjukkan pertumbuhan pesat, mengingat pencapaian mereka di 2025 yang sudah melampaui ekspektasi dengan pengiriman lebih dari 410.000 unit mobil.
Itu jauh di atas target awal 350.000 unit. Keberhasilan tersebut didominasi oleh sedan listrik SU7 yang ramping dan SUV YU7 yang lebih besar.
Namun, Xiaomi sadar betul bahwa untuk mencapai target setengah juta unit, mereka perlu lebih dari sekadar dua model.
Strategi untuk 2026 pun terungkap, dengan rencana peluncuran empat model baru yang siap menggebrak pasar.
Selain versi facelift dan varian eksekutif dari SU7 yang populer, gebrakan terbesar datang dari segmen SUV.
Mengutip ArenaEV, Xiaomi akan terjun ke pasar Extended Range Electric Vehicle (EREV) dengan meluncurkan dua SUV sekaligus.
Baca Juga: Kiamat Mobil Listrik China Puluhan Merek Terancam Bangkrut pada 2026
Bagi yang belum familiar, teknologi EREV adalah jawaban atas kekhawatiran kehabisan baterai saat perjalanan jauh.
Mobil ini tetap digerakkan motor listrik, namun dibekali mesin bensin kecil yang berfungsi sebagai generator untuk mengisi ulang baterai.
Bintang utama dari rencana ini adalah SUV 7-kursi dengan kode nama "Kunlun", yang diposisikan untuk menantang langsung Li Auto L9.
Dibekali baterai lebih dari 70 kWh, Kunlun diprediksi memiliki jangkauan listrik murni 400-500 km. Selain itu, SUV EREV 5-kursi yang lebih kompak juga disiapkan untuk menyasar keluarga kecil dan kaum muda.
Langkah strategis ini menunjukkan bahwa Xiaomi tidak main-main dalam misi mendominasi pasar mobil listrik.
Dengan jadwal peluncuran yang terbagi sepanjang tahun 2026, mereka siap menjaga momentum dan menjadi perbincangan utama.
Xiaomi secara tegas membuktikan bahwa mereka bukan lagi sekadar "brand ponsel", melainkan raksasa otomotif yang membuat transisi ke era mobil listrik tampak begitu mudah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- Promo Superindo Terbaru, Minyak Goreng Cuma Rp20 Ribuan, Susu dan Kecap Diskon Besar
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Sering Diabaikan! Begini Cara Merawat Rem Motor
-
Apa Beda Lis Biru di Bawah vs Samping pada Pelat Mobil Listrik? Berikut Faktanya
-
Pesona Suzuki Smash 2026: Fiturnya Humble tapi Disukai Pengoprek Balap
-
Nissan Siapkan Pesaing Honda HR-V dan Hyundai Creta: Mesin 1300cc Pakai Turbo
-
Modal Chery Q Jawab Kecemasan Calon Pengguna Mobil Listrik di Indonesia
-
Harga Mobil Listrik VinFast VF 8 Terjun Bebas, Fitur Krusial Apa Saja yang 'Disunat'?
-
Punya Dana Mulai 40 Juta? Ini 6 MPV 7 Penumpang Bermesin 'Badak' yang Pantang Masuk Bengkel
-
4 Motor Cruiser Mirip Harley-Davidson tapi Murah 2026, Mulai Rp30 Jutaan
-
Skutik Entry Level Rasa Premium: Transformasi Total Yamaha Mio 2026, Cukup Buat Jegal Honda Vario?
-
Laka Maut Innova Anggota DPR RI di Tol Paspro, Petaka Microsleep dan Bahaya Laten 'Underride Crash'