- Rekomendasi lima unit Isuzu Panther Bekas dengan harga mulai Rp37 Juta.
- Mesin diesel legendaris membuat Isuzu Panther Bekas sangat irit dan tangguh.
- Suku cadang melimpah memudahkan perawatan harian pemilik Isuzu Panther Bekas.
Suara.com - Isuzu Panther bekas masih memegang reputasi yang sangat kuat di pasar otomotif Indonesia sebagai "Rajanya Diesel".
Salah satu keunggulan utamanya yang tak tergoyahkan adalah ketangguhan mesin dan efisiensi bahan bakarnya yang legendaris. Meskipun produksinya telah resmi dihentikan, populasi Panther di jalanan tetap mendominasi.
Hal ini dikarenakan suku cadangnya yang melimpah, murah, dan karakter mesinnya yang sangat mudah dirawat.
Istilah "Makin Tua Makin Jadi" sangat relevan untuk menggambarkan mobil yang dikenal tahan banting ini.
Karakteristik mesin diesel Isuzu yang sederhana membuatnya minim perawatan rumit.
Berbeda dengan mobil modern yang penuh sensor elektronik, Panther menawarkan durabilitas mekanikal yang bisa diandalkan di berbagai medan.
Hal inilah yang membuat harga jual kembalinya relatif stabil dan unit bekasnya selalu dicari.
Dengan bujet yang sangat terjangkau, yakni di kisaran Rp37 juta hingga Rp50 juta, Anda sudah bisa meminang MPV legendaris ini.
Cek 5 rekomendasi Isuzu Panther bekas yang irit dan muat banyak lengkap pajak.
Baca Juga: 5 Mobil SUV Bekas 5 Seat Cocok Buat Mobil Pertama Anak Muda
1. Isuzu Panther 2.3 HI Grade (1995)
Varian ini merupakan generasi awal yang melegenda. Isuzu Panther 2.3 HI Grade berbasis mesin diesel 2.300cc yang mekanismenya sangat sederhana. Mobil ini menjadi pilihan tepat bagi mereka yang baru pertama kali ingin memelihara mobil diesel tanpa takut rewel.
Di rentang harga Rp30 jutaan hingga Rp40 jutaan, unit ini menawarkan ketahanan mesin yang luar biasa alias "badak".
Meskipun interiornya tergolong klasik (jadul), fungsionalitasnya sebagai pengangkut penumpang sangat bisa diandalkan.
- Konsumsi BBM: Sangat irit, rata-rata 1:12 – 1:14 km/liter (Solar biasa).
- Pajak Tahunan: Sangat murah, estimasi sekitar Rp 500.000 – Rp 900.000.
2. Isuzu Panther 2.5L MT (2007)
Memasuki tahun yang lebih muda, Panther keluaran 2007 ini sudah menggunakan mesin 2.500cc.
Tenaga dan torsinya jauh lebih besar dibanding pendahulunya, membuatnya lebih responsif saat melibas tanjakan dengan muatan penuh.
Desain eksteriornya sudah lebih manis dan tidak terlalu kaku.
Transmisi manual pada tipe ini membuat pengemudi memiliki kontrol presisi untuk menjaga efisiensi solar. Cocok bagi Anda yang butuh performa lebih namun tetap ekonomis.
- Konsumsi BBM: Rata-rata 1:10 – 1:12 km/liter.
- Pajak Tahunan: Estimasi sekitar Rp 1.500.000 – Rp 2.000.000.
3. Isuzu Panther 2.5L STD (2002)
Sesuai namanya, tipe Standar (STD) adalah varian yang fokus pada fungsi. Minim fitur aksesoris membuat mobil ini justru lebih mudah dirawat karena tidak banyak komponen yang berpotensi rusak.
Di pasaran mobil bekas, tipe ini sering menjadi incaran untuk kendaraan operasional usaha atau mobil keluarga sederhana. Material interiornya dikenal tahan lama dan "tahan siksaan" pemakaian harian.
- Konsumsi BBM: Rata-rata 1:11 – 1:13 km/liter.
- Pajak Tahunan: Terjangkau, estimasi sekitar Rp 1.200.000 – Rp 1.500.000.
4. Isuzu Panther LS 2.5L MT (2002)
Jika tipe STD dirasa terlalu polos, varian LS (Luxury Sport) tahun 2002 ini bisa menjadi alternatif di kelas harga yang sama. Varian ini menawarkan kenyamanan kabin yang lebih baik dengan jok yang lebih empuk dan peredaman suara yang sedikit lebih senyap.
Secara mesin, ia tetap menggunakan basis 2.5L diesel yang sama tangguhnya. Varian ini adalah titik tengah terbaik antara kenyamanan penumpang dan biaya operasional yang rendah.
- Konsumsi BBM: Rata-rata 1:10 – 1:12 km/liter.
- Pajak Tahunan: Estimasi sekitar Rp 1.400.000 – Rp 1.700.000.
5. Isuzu Panther Grand Touring (2013)
Ini adalah kasta tertinggi dari keluarga Panther yang paling gagah. Grand Touring memiliki ciri khas posisi suspensi yang lebih tinggi, roof rail, dan ban yang lebih besar, membuatnya siap melibas jalanan rusak.
Meski masuk dalam daftar rekomendasi, harga bekas tipe ini biasanya sedikit di atas rata-rata 50 juta (tergantung kondisi pajak dan mesin).
Namun, kenyamanan suspensi dan gengsinya membuat mobil ini sangat layak diperjuangkan.
- Konsumsi BBM: Rata-rata 1:9 – 1:11 km/liter (karena bodi lebih berat dan ban besar).
- Pajak Tahunan: Estimasi sekitar Rp 2.800.000 – Rp 3.500.000.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- Jalan Lingkar Sumbing Wonosobo Resmi Beroperasi, Dongkrak Ekonomi Tani dan Wisata Pegunungan
- 5 Rekomendasi HP Layar Besar untuk Orang Tua Mulai Rp1 Jutaan
- 10 Rekomendasi Cream Memutihkan Wajah dalam 7 Hari BPOM
Pilihan
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
-
Bisnis Dihimpit Opsen, Pengusaha Rental Mobil Tuntut Transparansi Pajak
Terkini
-
Harga Sama di Pasar Mobil Bekas, Pilih Suzuki Ertiga atau Innova Diesel untuk Mudik Lebaran?
-
Mending Revo atau Supra? Simak Harga Motor Bebek Honda Februari 2026
-
Persiapan Mudik Lebaran Michelin Ingatkan Pengendara Selalu Cek Tekanan Angin Ban
-
5 Motor yang Nyaman Dipakai Boncengan, Aman untuk Mudik Jarak Jauh
-
Intip Perbedaan Tarif Pajak Kendaraan DIY, Jateng dan Jabar, Mana yang Lebih Mahal?
-
Pilihan Warna Baru Royal Iron dan Prime Gray Yamaha Grand Filano Hybrid yang Makin Kalcer
-
4 Fakta Wajib Diketahui sebelum Beli Mobil Listrik, Berapa Daya Rumah Minimal?
-
Berapa Daya Minimal untuk Charger Mobil Listrik di Rumah? Simak Biaya Pasangnya
-
Sering Ngantuk Saat Riding di Bulan Puasa? Lakukan 3 Hal Simpel Ini Agar Tetap Aman
-
Stylo Versi Mewah, Ini Dia Skutik Retro Ala Eropa dari Honda dengan Fitur Modern