Otomotif / Mobil
Senin, 05 Januari 2026 | 13:57 WIB
Land Cruiser 100 yang jadi andalan Julian Johan Rally Dakar 2026 di Arab Saudi. (Foto: Compagnie Saharienne)
Baca 10 detik
  • Pereli Julian Johan (Jeje) meraih posisi keenam Kelas H.2 pada SS pertama Dakar 2026 di Arab Saudi.
  • Jeje menyelesaikan etape 219 kilometer dengan kondisi mobil prima meski sempat insiden ban robek karena adaptasi setir kiri.
  • Fokus utama Jeje adalah menjaga ritme kendaraan dan mencapai garis akhir pada 17 Januari 2026.

Suara.com - Pereli Indonesia Julian Johan yang akrab disapa Jeje sukses menuntaskan Special Stage atau SS pertama Rally Dakar 2026 pada Minggu 4 Januari 2026 di Yanbu Arab Saudi. Bersama Co-Driver Mathieu Monplaisi asal Prancis ia mencatatkan hasil impresif dengan menduduki posisi keenam di Kelas H.2 dan peringkat ke-11 secara keseluruhan pada Grup Dakar Classic.

Jeje menempuh jarak sejauh 219 kilometer pada etape ini yang terasa jauh lebih menantang dibandingkan sesi prologue sehari sebelumnya. Baginya medan ini merupakan awal dari ujian adrenalin yang sesungguhnya di gurun pasir Arab Saudi.

“Stage satu ini luar biasa! Dari alamnya, dari tantangan treknya, dan dari jaraknya. Boleh dibilang stage satu ini atau hari keduanya rally Dakar, ini baru yang menjadi menu utamanya Dakar. Di SS pertama ini saya telah berhasil melewati rute mencapai 219 kilometer. Jadi hari ini benar-benar baru terasa sekali tantangan beratnya sebuah Dakar,” ungkap Jeje, Senin (5 Januari 2026).

Pencapaian ini memenuhi target awal untuk mencapai garis finish dengan kondisi kendaraan yang tetap prima. Meski meraih hasil positif pada hari pertama kakak kandung pembalap Jordan Johan tersebut memilih untuk tetap tenang dan tidak terburu-buru mengejar ambisi yang lebih tinggi.

“Buat pertama kali ada di sini sebenarnya secara persaingannya kalau melihat dari SS satu sangat memungkinkan, tapi balik lagi, saya enggak mau gegabah. Saya akan mencoba untuk fokus ke diri sendiri saja, bagaimana setiap harinya kita bisa finish dengan aman dan lancar,” jelas pereli yang mengandalkan Toyota Land Cruiser 100 tersebut.

Sepanjang lintasan mobil tidak mengalami kendala teknis yang berarti namun Jeje sempat mengalami insiden ban robek saat menuju lokasi start. Hal itu terjadi karena ia masih dalam tahap penyesuaian dengan posisi setir sebelah kiri sehingga mobil menghantam batu tajam.

“Karena memang saya yang kurang bisa mahir atau terbiasa membawa setir kiri itu jadinya terlalu ke kanan dan menghantam batu tersebut. Tapi syukur Alhamdulillah enggak butuh waktu lama, jadi kita start ss masih aman,” tambahnya.

Kini ia bersiap menghadapi SS kedua yang menempuh jarak 316 kilometer dari Yanbu menuju Alula dengan strategi menjaga ritme kendaraan.

“Jadi dari ritmenya untuk membawa mobilnya tidak benar-benar di push, bahkan jauh lebih santai ketimbang saat saya sedang rally raid misalnya di IRRA atau AXCR sekalipun. Di sini masih harus menjaga mobil lebih jauh lagi, lebih maksimal lagi karena jaraknya lebih panjang dan medannya lebih berat dan durasinya lebih lama,” kata pemilik akun Youtube Jejelogy tersebut.

Baca Juga: 5 Mobil Bekas Blue Bird yang Banyak Dilirik: Service Record Jelas, Harga Mulai Rp60 Jutaan

Jeje menegaskan bahwa fokus utamanya adalah konsistensi hingga etape terakhir pada 17 Januari 2026 mendatang.

“Tapi kembali lagi, buat saya enggak ada keharusan untuk bisa ngepush lebih jauh lagi, karena yang utama adalah bisa mencapai finish, bisa menyelesaikan semua SS sampai nanti tanggal 17 Januari, jadi kembali lagi hasil yang baik itu menjadi nomor dua, yang penting hasilnya finish dulu nomor satunya,” pungkas Jeje.

Load More