Otomotif / Mobil
Selasa, 07 Juli 2026 | 20:11 WIB
Ilustrasi mobil China. (Foto: Ist)
Baca 10 detik
  • Kelangkaan kapal khusus memaksa produsen otomotif China mencari metode logistik alternatif untuk mengirimkan kendaraan ke pasar global.
  • Leapmotor dan Stellantis sukses mengirimkan 1.800 unit mobil ke Brasil menggunakan metode rangka logam pada kapal kargo.
  • Industri otomotif kini memanfaatkan kontainer standar serta memodifikasi kapal kargo untuk mengatasi keterbatasan armada pengangkut kendaraan konvensional.

Suara.com - Lonjakan ekspor mobil China kini menghadapi hambatan besar di sektor logistik. Tingginya permintaan pengiriman global memicu kelangkaan kapal khusus pengangkut kendaraan. 

Fenomena ini memaksa sejumlah produsen otomotif untuk mencari metode alternatif agar ekspor mobil ke pasar internasional tidak terhenti.

Salah satu langkah berani diambil oleh Leapmotor yang kini didukung oleh grup otomotif Stellantis. Bekerja sama dengan COSCO Shipping Specialized Carriers, mereka mulai menerapkan metode Flat Rack untuk mengirim unit ke luar negeri.

Lewat cara ini mobil diparkir dan diikat pada rangka logam khusus kemudian diangkat menggunakan alat berat ke kapal kargo konvensional.

Strategi tersebut terbukti efektif saat Leapmotor berhasil mengirimkan lebih dari 1.800 unit kendaraan menuju Brasil. Setelah sampai di pelabuhan tujuan, distribusi kendaraan dilanjutkan melalui jaringan logistik milik Stellantis.

Keberhasilan ini membuktikan bahwa pengiriman kendaraan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada armada kapal khusus yang jumlahnya sangat terbatas di pasar global saat ini.

Ilustrasi ekspor mobil. (Ist)

Selain metode rangka logam, industri otomotif China juga semakin mengandalkan pengiriman menggunakan kontainer standar berukuran 40 kaki. Metode ini dianggap lebih fleksibel karena jumlah kapal kontainer jauh lebih banyak dibandingkan kapal Ro-Ro. 

Satu kontainer mampu mengangkut dua hingga empat unit mobil sekaligus tergantung pada dimensi kendaraan yang dikirimkan.

Inovasi lain muncul dari modifikasi kapal pengangkut bubur kertas yang dialihfungsikan menjadi pengangkut mobil. Dengan menggunakan rangka lipat khusus, mobil dapat disusun hingga delapan lapis di dalam ruang muat kapal.

Baca Juga: Ekspor Mobil Buatan Indonesia Tancap Gas, Naik 31,4 Persen

Meskipun berbagai cara alternatif terus dikembangkan, para pelaku industri otomotif tetap menilai kapal Ro-Ro sebagai tulang punggung utama ekspor mobil secara global yang sulit digantikan sepenuhnya.

Load More