- Kelangkaan kapal khusus memaksa produsen otomotif China mencari metode logistik alternatif untuk mengirimkan kendaraan ke pasar global.
- Leapmotor dan Stellantis sukses mengirimkan 1.800 unit mobil ke Brasil menggunakan metode rangka logam pada kapal kargo.
- Industri otomotif kini memanfaatkan kontainer standar serta memodifikasi kapal kargo untuk mengatasi keterbatasan armada pengangkut kendaraan konvensional.
Suara.com - Lonjakan ekspor mobil China kini menghadapi hambatan besar di sektor logistik. Tingginya permintaan pengiriman global memicu kelangkaan kapal khusus pengangkut kendaraan.
Fenomena ini memaksa sejumlah produsen otomotif untuk mencari metode alternatif agar ekspor mobil ke pasar internasional tidak terhenti.
Salah satu langkah berani diambil oleh Leapmotor yang kini didukung oleh grup otomotif Stellantis. Bekerja sama dengan COSCO Shipping Specialized Carriers, mereka mulai menerapkan metode Flat Rack untuk mengirim unit ke luar negeri.
Lewat cara ini mobil diparkir dan diikat pada rangka logam khusus kemudian diangkat menggunakan alat berat ke kapal kargo konvensional.
Strategi tersebut terbukti efektif saat Leapmotor berhasil mengirimkan lebih dari 1.800 unit kendaraan menuju Brasil. Setelah sampai di pelabuhan tujuan, distribusi kendaraan dilanjutkan melalui jaringan logistik milik Stellantis.
Keberhasilan ini membuktikan bahwa pengiriman kendaraan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada armada kapal khusus yang jumlahnya sangat terbatas di pasar global saat ini.
Selain metode rangka logam, industri otomotif China juga semakin mengandalkan pengiriman menggunakan kontainer standar berukuran 40 kaki. Metode ini dianggap lebih fleksibel karena jumlah kapal kontainer jauh lebih banyak dibandingkan kapal Ro-Ro.
Satu kontainer mampu mengangkut dua hingga empat unit mobil sekaligus tergantung pada dimensi kendaraan yang dikirimkan.
Inovasi lain muncul dari modifikasi kapal pengangkut bubur kertas yang dialihfungsikan menjadi pengangkut mobil. Dengan menggunakan rangka lipat khusus, mobil dapat disusun hingga delapan lapis di dalam ruang muat kapal.
Baca Juga: Ekspor Mobil Buatan Indonesia Tancap Gas, Naik 31,4 Persen
Meskipun berbagai cara alternatif terus dikembangkan, para pelaku industri otomotif tetap menilai kapal Ro-Ro sebagai tulang punggung utama ekspor mobil secara global yang sulit digantikan sepenuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Rating Keselamatan Bintang Lima Bukan Jaminan Aman dari Bahaya Tabrak Belakang
-
5 Mobil Listrik Murah 150 Jutaan dari Atto 1 hingga Ioniq, Simak Saran Pakar
-
Intip Pesona Motor Listrik Mungil dari Yamaha: Cocok Gantikan BeAT, Jarak Tempuh 83 Km
-
Yamaha Mio 150 Mengaspal, Beginikah Wujudnya? Bodi Mungil Mesin Seperkasa Aerox
-
Komunitas XMAX Lihat Langsung Dapur Produksi Motor Yamaha di Pulogadung
-
Honda Rebel 1100 Hadir dengan Penyegaran Warna Baru
-
Solusi Buruh dan Mahasiswa: 5 Motor Gesit yang Bisa Dibeli dengan Harga Under 10 Juta
-
5 Pilihan Motor Lebih Murah dari Honda BeAT tapi Bagasinya Besar, Lebih Bertenaga
-
Daftar 10 Provinsi yang Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Juli 2026
-
Mitos Baterai Mobil Listrik Cepat Rusak Mulai Terpatahkan Data Lapangan