- Hindari modifikasi kelistrikan pada mobil listrik agar garansi resmi pabrikan tidak hangus seketika.
- Selalu minta rincian biaya tertulis secara transparan hingga unit mobil sampai ke rumah.
- Jangan mudah tergiur teknik FOMO sales yang memaksa Anda segera membayar uang tanda jadi.
Suara.com - Membeli mobil baru seharusnya menjadi momen yang menyenangkan. Namun, belakangan ini media sosial justru diramaikan oleh curhatan pemilik mobil, terutama mobil listrik (EV), yang merasa "kena prank" setelah transaksi selesai. Mulai dari garansi yang mendadak hangus hingga kasus penipuan wall charger yang memakan banyak korban.
Sebelum Anda mengeluarkan uang puluhan atau ratusan juta rupiah, pelajari pola-pola manipulasi yang sering dilakukan oknum sales nakal berikut ini agar tidak menyesal di kemudian hari.
1. Bahaya Modifikasi: Satu Klakson Bisa Menghanguskan Garansi EV Anda?
Banyak pemilik mobil listrik (EV) yang gatal ingin memodifikasi kendaraannya, mulai dari menambah klakson, mengganti audio, hingga otak-atik fitur kelistrikan lainnya. Padahal, sistem EV sangat sensitif.
Sekali Anda menyentuh jalur kabel atau menambah aksesori kelistrikan non-resmi, garansi seumur hidup atau garansi baterai yang dijanjikan bisa langsung VOID (tidak berlaku).
Dealer tidak mau menanggung risiko kerusakan akibat modifikasi liar. Ingat, jangan korbankan keamanan dan garansi demi gaya sesaat!
2. Waspada "Drama" Wall Charger dan Aksesori Hilang
Masih ingat kasus di Surabaya? Seorang oknum sales melakukan rekayasa dokumen fiktif terkait pemasangan wall charger mobil listrik.
Modusnya, subsidi atau jatah unit charger milik konsumen diambil alih atau uangnya dibawa kabur.
Baca Juga: Kasus Dugaan Penipuan Dana Syariah Indonesia, Dirut Minta Maaf
Tak hanya itu, sering kali aksesori bawaan pabrik seperti karpet dasar, kaca film bermerek, hingga helm atau jaket (untuk motor) "dicabut" oleh oknum untuk dijual terpisah.
Pastikan Anda memeriksa rincian standard equipment yang seharusnya Anda dapatkan dari pabrik sebelum unit dibawa pulang.
3. Teknik FOMO: "Senin Harga Naik, Stok Sisa Satu!"
Pernah merasa ditekan untuk segera bayar DP saat itu juga? Itu adalah teknik Fear of Missing Out (FOMO).
Sales sering menciptakan keterbatasan palsu agar Anda tidak sempat berpikir panjang atau melakukan komparasi.
Ingat, uang Rp5 juta atau Rp10 juta tetaplah uang yang berharga. Jangan terburu-buru. Ambil waktu untuk membandingkan bonus dan layanan antar dealer.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Daftar Harga Mobil MG Terbaru 2026 di Indonesia dan Spesifikasinya
-
7 Mobil Listrik yang Irit dan Minim Perawatan, Ideal untuk Jangka Panjang
-
Terpopuler: Aksi Wonderkid Indonesia di Moto3 COTA, Rekomendasi Mobil dengan Sunroof
-
Mobil MG Buatan Mana? Ini 5 Rekomendasi Termurahnya di Indonesia
-
Mobil LCGC Apa Saja? Ini Daftar Lengkap dan Harga Bekas Terbaru 2026
-
Bukti Nyali Wonderkid Indonesia, Veda Ega Tembus Posisi 4 Kualifikasi Moto3 COTA Amerika
-
Rekomendasi Mobil dengan Sunroof dan Mesin Awet 2026: Masa Pakainya Lama, Nyaman dan Stylish
-
Waspada Arus Balik Lebaran 2026: 3 Jurus Jitu Hindari Blind Spot yang Sering Bikin Pemotor Celaka
-
5 Rekomendasi Mobil Matic Kecil Paling Irit BBM, Cocok buat Macet-macetan
-
Penyebab Motor Tidak Bisa Distarter: Kenali Faktor Utama dan Cara Atasinya