Suara.com - Istilah phishing berasal dari kata bahasa Inggris "fishing" yang berarti memancing. Dalam konteks keamanan siber, pelaku "memancing" pengguna internet agar secara sukarela—namun tidak sadar—memberikan data penting.
Target utamanya meliputi informasi identitas (nama, alamat), data akun (username, password), hingga informasi finansial (nomor rekening dan kartu kredit).
Pelaku biasanya menyamar sebagai institusi resmi atau pihak berwenang guna menciptakan rasa percaya. Data yang berhasil dicuri nantinya akan digunakan untuk tindak kejahatan, seperti pembobolan saldo atau dijual di pasar gelap internet.
Alasan Korban mudah Terjebak
Para pelaku kejahatan siber menggunakan manipulasi psikologis agar korban tidak menaruh curiga. Beberapa taktik yang sering digunakan antara lain:
- Penyamaran Institusi: Membuat email atau situs web dengan desain yang sangat profesional menyerupai instansi pemerintah atau bank.
- Identitas Orang Dikenal: Berpura-pura menjadi teman atau keluarga yang sedang dalam kesulitan dan membutuhkan bantuan dana segera.
- Manipulasi Emosi: Menciptakan rasa panik atau takut, misalnya dengan memberikan kabar palsu bahwa anak Anda mengalami kecelakaan, sehingga Anda bertindak tanpa berpikir panjang.
Jenis-Jenis Phishing yang Sering Ditemui
Email Phishing: Mengirimkan email masal yang berisi tawaran hadiah atau peringatan keamanan palsu agar korban mengklik tautan berbahaya.
Spear Phishing: Serangan yang lebih personal di mana pelaku melakukan riset terlebih dahulu terhadap korban sehingga email terasa sangat relevan.
Whaling: Targetnya adalah "ikan besar" atau petinggi organisasi seperti CEO dan manajer.
Baca Juga: OJK Investigasi Kerugian Kasus Penipuan Kripto dari Youtuber Timothy Ronald
Smishing & Vishing: Penipuan melalui pesan teks/SMS (Smishing) atau melalui panggilan suara langsung (Vishing).
Web Phishing: Penggunaan domain spoofing atau alamat web palsu yang mengecoh mata.
Tanda Bahaya yang Harus Diwaspadai
Sebelum mengklik sebuah tautan, perhatikan beberapa indikator "bendera merah" (red flags) berikut:
Bahasa Mendesak: Menggunakan frasa seperti "Akun akan segera dihapus" untuk memacu kepanikan.
Ejaan yang Salah: Institusi resmi jarang memiliki kesalahan tata bahasa atau ejaan dalam komunikasi profesional mereka.
Tautan Mencurigakan: Arahkan kursor Anda ke atas tautan (tanpa mengklik) untuk melihat alamat asli di pojok bawah peramban.
Tag
Berita Terkait
-
Dilema WNI Bermasalah di Kamboja, Korban Perdagangan Orang atau Operator Penipuan?
-
Bareskrim Tahan Dirut dan Komisaris PT DSI Terkait Kasus Fraud Rp2,4 Triliun
-
Kasus Dugaan Penipuan Dana Syariah Indonesia, Dirut Minta Maaf
-
WhatsApp Kena Spam? Ini Cara Blokir dan Laporkan Penipu Agar Akun Aman
-
7 Aplikasi Anti Spam Terbaik untuk Lindungi HP Orang Tua dari Penipuan Telepon
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
- 4 Zodiak Paling Beruntung pada 27 Juni 2026, Siap-siap Jadi Magnet Uang
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
Pilihan
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
Terkini
-
Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong
-
Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI
-
Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus
-
Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco
-
Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris
-
Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?
-
Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?
-
Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris
-
Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam
-
Harga Beras Naik saat Cadangan Pemerintah Cetak Rekor Terbesar, Kok Bisa?