- Pajak tahunan Triumph Scrambler KDM mencapai total Rp7.799.100 per tahun.
- Status pajak motor KDM aktif hingga 2027 dengan STNK berlaku sampai 2030.
- KDM menggunakan moge 1200cc tersebut untuk memantau pembangunan di seluruh wilayah Jawa Barat.
Suara.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, atau yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM), kembali mencuri perhatian publik. Bukan hanya karena aksi blusukannya ke pelosok daerah, namun juga karena tunggangan gagah yang ia gunakan.
Kali ini, KDM memilih menunggangi motor gede (moge) asal Inggris, Triumph Scrambler 1200 XE, untuk memantau langsung kondisi pembangunan di Jawa Barat.
"Hari ini, ini pertama saya menggunakan kendaraan bermotor kembali untuk ngelilingi Jawa Barat. Kita akan berputar di seluruh pelosok wilayah Jawa Barat dengan bermotor. Mudah-mudahan bisa menemukan berbagai hal, menganalisis berbagai kekurangan pembangunan," ungkap KDM melalui kanal YouTube resminya.
Legalitas dan Pajak Motor: Contoh Nyata Warga Taat Pajak
Di balik kegagahan motor berwarna putih-hijau tersebut, aspek legalitas kendaraan KDM menjadi sorotan positif.
Berdasarkan penelusuran data pelat nomor T 4999 DM di laman resmi Bapenda Jabar, motor mewah ini terbukti memiliki status pajak yang sangat tertib.
Hal ini menjadi angin segar dan contoh bagi masyarakat, mengingat posisinya sebagai pejabat publik. Berikut adalah rincian pajak motor Triumph Scrambler 1200 XE milik KDM:
- Pajak Tahunan (Total): Rp7.799.100
- PKB Pokok: Rp4.648.200
- Opsen PKB Pokok: Rp3.067.900
- Masa Berlaku Pajak: Hingga 15 Juni 2027
- Masa Berlaku STNK: Hingga 15 Juni 2030
Angka pajak tahunan yang mencapai lebih dari Rp7 juta ini tentu setara dengan harga motor bebek bekas di pasaran, namun sebanding dengan nilai dan spesifikasi mesin yang diusungnya.
Spesifikasi Triumph Scrambler 1200 XE: Tangguh untuk Medan Jabar
Baca Juga: Di Balik Duka Longsor Bandung Barat, Adakah Dosa Pembangunan yang Diabaikan Pemerintah?
Mengapa KDM memilih motor ini untuk blusukan? Triumph Scrambler 1200 XE dikenal sebagai moge tipe retro adventure yang mampu melahap berbagai medan, mulai dari aspal perkotaan hingga jalanan desa yang tidak rata.
Meski memiliki bobot yang cukup berat, motor ini menawarkan kenyamanan ekstra bagi pengendaranya berkat posisi duduk yang rendah serta setang yang tinggi dan lebar.
Secara teknis, motor ini dibekali mesin Liquid-cooled, 8 valve, SOHC, parallel-twin berkapasitas 1.200 cc.
Tenaga yang dihasilkan tidak main-main, yakni mencapai 89 dk pada 7.000 rpm dengan torsi puncak 110 Nm pada 4.250 rpm.
Dengan teknologi Ride by Wire dan sistem injeksi elektronik, motor ini tetap responsif namun efisien untuk perjalanan jarak jauh menyisir pelosok Jawa Barat.
Misi di Balik Touring
Kegiatan konvoi bersama rombongan bikers yang dimulai dari kediamannya di Lembur Pakuan, Subang, bukan sekadar hobi. KDM kerap berhenti di titik-titik tertentu untuk menyapa warga dan memeriksa infrastruktur jalan yang rusak.
Dengan memastikan pajak motornya dibayar tepat waktu, KDM seolah menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur yang ia pantau tersebut juga berasal dari kontribusi pajak kendaraan bermotor para warga, termasuk dirinya sendiri.
Bagaimana dengan Anda? Apakah sudah mengecek masa berlaku pajak kendaraan Anda hari ini seperti Kang Dedi Mulyadi?
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Mitos Baterai Mobil Listrik Cepat Rusak Mulai Terpatahkan Data Lapangan
-
Mobil Keluaran 90-an yang Direkomendasikan Pakar: Desain Timeless, Bertenaga, Lebih Murah dari Motor
-
Bedah Data: Penjualan Mobil Listrik Polytron 2026 Kalahkan Brand Tenar dari Jepang dan Jerman
-
Sistem Infotainment Mobil Modern Dinilai Mengancam Keselamatan Berkendara
-
Bukan Indonesia, Negara Ini yang Jadi Tempat Kelahiran Yamaha R2?
-
Ancaman Nyata BYD Paksa Toyota Ubah Strategi Distribusi Kendaraan untuk Pasar Australia
-
Studi: Gen Z Tak Bisa Ganti Ban Mobil Senidiri saat Ban Bocor
-
Ada 9 Varian: Simak Perbedaan Harga dan Fitur Yamaha Aerox Biar Nggak Bingung
-
Touring Seru di Tanah Rencong Komunitas Motor Jelajahi Destinasi Ikonik Sambil Edukasi Mesin
-
Update Klasemen Moto3 Junior M Kiandra Ramadhipa Terpaut Sembilan Poin dari Puncak