- Selalu gunakan jas hujan setelan celana berwarna cerah dan visor helm bening demi visibilitas.
- Hindari berteduh atau melewati jalur padat pepohonan besar untuk mencegah risiko tertimpa pohon tumbang.
- Kurangi kecepatan dan tambah jarak aman antar kendaraan untuk antisipasi bahaya di jalan licin.
Suara.com - Memasuki tahun 2026, cuaca rasanya semakin sulit diprediksi. Kadang panas terik di pagi hari, lalu tiba-tiba hujan badai menyapa di sore hari. Kondisi ini tentu menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi Anda para pengendara sepeda motor (bikers) yang mobilitasnya sedang tinggi-tingginya menyambut momen Lebaran 2026.
Mulai dari berburu kebutuhan puasa, silaturahmi, hingga persiapan mudik jarak jauh, sepeda motor tetap menjadi andalan utama masyarakat Indonesia.
Namun, berkendara di bawah guyuran hujan lebat tentu membutuhkan kewaspadaan ekstra agar niat kumpul keluarga di hari raya tidak berujung petaka di jalan raya.
Menjawab kekhawatiran ini, Astra Motor Yogyakarta selaku Main Dealer sepeda motor Honda untuk wilayah Yogyakarta, Kedu, dan Banyumas, turun tangan.
Bersama tim Instruktur Safety Riding, mereka membagikan tips Ala Honda Istimewa seputar pedoman Cari_Aman berkendara saat hujan.
Bagi Anda para pemotor yang ingin selamat sampai tujuan di momen Lebaran 2026 ini, wajib simak 4 rahasia berikut!
1. "Senjata" Berkendara Harus Benar dan Lengkap
Jas hujan tipe ponco? Tinggalkan sekarang juga. Pengendara sangat direkomendasikan memakai jas hujan model baju dan celana (setelan/ two-piece).
Pilihlah warna yang cerah agar mudah terlihat oleh kendaraan lain di tengah lebatnya hujan.
Baca Juga: MotoGP Mandalika Kapan? Ini Daftar Pembalap yang Pernah Juara di Sana
Jangan lupa gunakan cover sepatu (jas hujan sepatu) agar alas kaki Anda tetap aman.
Memakai sandal jepit atau bahkan nyeker (tanpa alas kaki) sangat berbahaya karena mengurangi cengkeraman kaki ke aspal.
Terakhir, pastikan visor (kaca) helm Anda berwarna bening (clear). Visor gelap atau smoke justru akan mematikan jarak pandang Anda saat hujan badai melanda.
2. Musuh Tersembunyi: Pepohonan Besar
Hujan lebat sering kali datang satu paket dengan angin kencang. Naluri pertama pemotor saat hujan deras biasanya mencari tempat berteduh terdekat, termasuk di bawah pohon rindang. Ini adalah kesalahan fatal.
Hujan badai sangat rentan menyebabkan pohon tumbang atau dahan patah.
Untuk itu, hindari berteduh di bawah pohon. Jika terpaksa harus terus berkendara demi mengejar waktu berbuka puasa atau perjalanan mudik, pilihlah rute jalan yang lebih terbuka dan tidak banyak dikelilingi pohon besar di tepiannya.
3. Tahan Ego, Atur Ulang Kecepatan Anda
Jalanan aspal yang bercampur air hujan akan berubah menjadi lintasan yang sangat licin. Belum lagi ancaman terpaan angin dari samping yang bisa merusak keseimbangan motor.
Di situasi seperti ini, turunkan ego Anda. Kurangi kecepatan laju kendaraan secara signifikan.
Kecepatan rendah akan memberi Anda waktu yang lebih banyak untuk melakukan manuver atau pengereman darurat tanpa membuat ban kehilangan daya cengkeram (selip/ aquaplaning).
4. Rumus Menjaga Jarak Saat Hujan
Ini adalah rumus matematis sederhana yang bisa menyelamatkan nyawa Anda di jalan.
Dalam kondisi cuaca cerah dengan kecepatan santai 30 km/jam, jarak minimal yang aman dengan kendaraan di depan adalah 15 meter.
Namun, saat hujan deras turun, aspal licin membuat proses pengereman butuh jarak lebih panjang.
Oleh karena itu, tambah jarak aman Anda menjadi 17 meter. Jarak ekstra ini adalah "ruang bernapas" Anda untuk menghindari tabrakan beruntun jika mobil atau motor di depan Anda melakukan rem mendadak.
Selamat Sampai Tujuan Bersama Keluarga
Momen Idul Fitri 2026 adalah waktu untuk bersuka cita bersama orang tersayang. Jangan biarkan kelalaian kecil di jalan merenggut kebahagiaan tersebut.
“Dalam kondisi cuaca yang tidak menentu, Pengendara pastikan selalu Cari_Aman agar selamat sampai tujuan, bahkan saat berkendara dalam kondisi hujan lebat sekalipun,” pesan Muhammad Ali Iqbal, Community Development & Safety Riding Supervisor Astra Motor Yogyakarta.
Mari jadikan jalan raya tempat yang aman untuk semua. Persiapkan perlengkapan Anda, kendalikan emosi, dan pastikan momen Lebaran 2026 ini penuh dengan cerita bahagia, bukan duka di perjalanan!
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
Terkini
-
Dibuka Besok Pagi, Ini Link dan Cara Daftar Mudik Gratis 2026 Ditjen Hubdat
-
Persiapan Mudik Lebaran 2026 Yamaha Siapkan Bengkel Jaga Kawal Pemudik
-
Mau Mudik Asyik Tanpa Bikin Kantong Mencekik? 3 Opsi Suzuki Fronx Bekas 2026 Siap Tampil Ciamik
-
5 Rekomendasi Motor Listrik Murah untuk Wanita, Mulai Rp3 Jutaan
-
Persiapan Mudik Lebaran 2026: 9 Pilihan Mobil Nissan 60 Jutaan, Cocok Bawa Keluarga Besar ke Kampung
-
Ilmuwan China Kembangkan Baterai Mobil Listrik dari Bahan Plastik Organik
-
Fitur 4x4 Pick Up India untuk Mobil Koperasi Desa Merah Putih Bakal Jadi Pajangan Saja?
-
4 Pebalap Muda Indonesia Siap Panaskan Aspal Moto4 Asia Cup 2026 di Thailand, Cek Jadwal Race-nya
-
Mitsubishi Siap Produksi Pikap Kopdes Merah Putih, Tapi Belum Pernah Ditawari Agrinas
-
Bukan Hanya Ganti Oli, Motul Ajak Pemilik Motor Tingkatkan Standar Servis