Otomotif / Mobil
Rabu, 04 Maret 2026 | 12:22 WIB
Ilustrasi Teknologi ADAS Pada Mobil. (CarBuzz)
Baca 10 detik
  • Data menunjukkan 94 persen kecelakaan lalu lintas dipicu kesalahan manusia, menyoroti pentingnya kewaspadaan ekstra.
  • Teknologi ADAS menjadi relevan karena mampu memberikan peringatan dini dan intervensi terbatas saat mengemudi.
  • ADAS, seperti blind spot detection, mendukung pengemudi menjaga kendali dan membentuk gaya berkendara stabil.

Suara.com - Keselamatan di jalan raya hingga kini masih menjadi tantangan besar bagi masyarakat dunia termasuk di Indonesia. Berdasarkan data nasional maupun global sekitar 94 persen kecelakaan lalu lintas dipicu oleh faktor kesalahan manusia.

Masalah ini mencakup visibilitas yang terbatas hingga keterlambatan respons dalam situasi lalu lintas yang berubah sangat cepat.

Kondisi jalan raya yang semakin dinamis membuat kewaspadaan pengemudi saja sering kali tidak cukup. Oleh karena itu teknologi keselamatan aktif seperti Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) menjadi semakin relevan. Sistem ini hadir sebagai pendukung berkendara yang mampu memberikan peringatan dini dan intervensi terbatas saat dibutuhkan.

Salah satu peran penting ADAS adalah mengatasi keterbatasan visibilitas melalui fitur blind spot detection. Fitur ini memberikan notifikasi ketika terdapat kendaraan di area yang sulit terlihat sehingga pengemudi memiliki waktu tambahan untuk memastikan manuver dilakukan dengan aman.

Selain itu ADAS membantu menjaga kendali di situasi dinamis dengan membaca kondisi sekitar secara real time agar pengemudi bisa menyesuaikan kecepatan dan jarak secara akurat.

Teknologi ini juga berperan dalam membentuk gaya berkendara yang lebih stabil. ADAS membantu menjaga ritme berkendara yang lebih halus terutama saat perjalanan jauh atau dalam kondisi lalu lintas padat.

Meskipun didukung sensor dan kamera canggih teknologi ini tetap berfungsi sebagai pendukung dan bukan pengganti tanggung jawab pengemudi.

Country Sales Director Bosch Mobility Indonesia Bernard Simanjuntak memberikan pandangannya mengenai inovasi ini.

“Bagi Bosch, inovasi dalam teknologi keselamatan dirancang untuk membantu pengemudi dalam menghadapi berbagai situasi jalan melalui sistem yang adaptif, presisi dan andal. Dengan pendekatan ini, teknologi berfungsi sebagai lapisan mitigasi risiko yang efektif. Pengembangan ADAS memerlukan penelitian dan pengujian mendalam untuk memastikan sistem tersebut bekerja selaras dengan karakteristik jalan di setiap negara,” ujar Bernard Simanjuntak.

Baca Juga: Efek Domino Perang Timur Tengah: Industri Otomotif Indonesia Terancam Rugi Bandar

Melalui pemahaman yang tepat ADAS dapat menjadi mitra terpercaya bagi pengemudi dalam menjaga keselamatan. Teknologi ini turut membentuk perilaku berkendara yang lebih tepat dan konsisten di tengah lalu lintas yang kompleks.

“Bagi Bosch, teknologi memainkan peran integral dalam transformasi menuju sistem transportasi yang lebih cerdas, aman dan terhubung,” jelas Bernard.

Load More