- Data menunjukkan 94 persen kecelakaan lalu lintas dipicu kesalahan manusia, menyoroti pentingnya kewaspadaan ekstra.
- Teknologi ADAS menjadi relevan karena mampu memberikan peringatan dini dan intervensi terbatas saat mengemudi.
- ADAS, seperti blind spot detection, mendukung pengemudi menjaga kendali dan membentuk gaya berkendara stabil.
Suara.com - Keselamatan di jalan raya hingga kini masih menjadi tantangan besar bagi masyarakat dunia termasuk di Indonesia. Berdasarkan data nasional maupun global sekitar 94 persen kecelakaan lalu lintas dipicu oleh faktor kesalahan manusia.
Masalah ini mencakup visibilitas yang terbatas hingga keterlambatan respons dalam situasi lalu lintas yang berubah sangat cepat.
Kondisi jalan raya yang semakin dinamis membuat kewaspadaan pengemudi saja sering kali tidak cukup. Oleh karena itu teknologi keselamatan aktif seperti Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) menjadi semakin relevan. Sistem ini hadir sebagai pendukung berkendara yang mampu memberikan peringatan dini dan intervensi terbatas saat dibutuhkan.
Salah satu peran penting ADAS adalah mengatasi keterbatasan visibilitas melalui fitur blind spot detection. Fitur ini memberikan notifikasi ketika terdapat kendaraan di area yang sulit terlihat sehingga pengemudi memiliki waktu tambahan untuk memastikan manuver dilakukan dengan aman.
Selain itu ADAS membantu menjaga kendali di situasi dinamis dengan membaca kondisi sekitar secara real time agar pengemudi bisa menyesuaikan kecepatan dan jarak secara akurat.
Teknologi ini juga berperan dalam membentuk gaya berkendara yang lebih stabil. ADAS membantu menjaga ritme berkendara yang lebih halus terutama saat perjalanan jauh atau dalam kondisi lalu lintas padat.
Meskipun didukung sensor dan kamera canggih teknologi ini tetap berfungsi sebagai pendukung dan bukan pengganti tanggung jawab pengemudi.
Country Sales Director Bosch Mobility Indonesia Bernard Simanjuntak memberikan pandangannya mengenai inovasi ini.
“Bagi Bosch, inovasi dalam teknologi keselamatan dirancang untuk membantu pengemudi dalam menghadapi berbagai situasi jalan melalui sistem yang adaptif, presisi dan andal. Dengan pendekatan ini, teknologi berfungsi sebagai lapisan mitigasi risiko yang efektif. Pengembangan ADAS memerlukan penelitian dan pengujian mendalam untuk memastikan sistem tersebut bekerja selaras dengan karakteristik jalan di setiap negara,” ujar Bernard Simanjuntak.
Baca Juga: Efek Domino Perang Timur Tengah: Industri Otomotif Indonesia Terancam Rugi Bandar
Melalui pemahaman yang tepat ADAS dapat menjadi mitra terpercaya bagi pengemudi dalam menjaga keselamatan. Teknologi ini turut membentuk perilaku berkendara yang lebih tepat dan konsisten di tengah lalu lintas yang kompleks.
“Bagi Bosch, teknologi memainkan peran integral dalam transformasi menuju sistem transportasi yang lebih cerdas, aman dan terhubung,” jelas Bernard.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
Terkini
-
Hyundai Tunjuk Pimpinan Baru Atur Strategi Kawasan Asia Tenggara
-
Gebrakan Baru MotoGP 2026 Jadi Saksi Debut Vinales Hingga Toprak Bersama Motul
-
Terpopuler: Koleksi Kendaraan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, 6 Mobil Listrik untuk Mudik Jauh
-
Bukan Prabowo atau Gibran, Dubes Iran Temui Jusuf Kalla Naik Mobil Mewah BMW
-
Bingung Cari Mobil Buat Mudik Bebas Macet? 2 City Car Bekas Ini Pas Banget Buat Kantong Mepet
-
Daftar Harga Mobil LCGC di bawah Rp 200 Juta per Maret 2026, Siap Dibawa Mudik Lebaran
-
Dompet Aman! 3 Provinsi Ini Beri Diskon dan Hapus Denda Pajak Motor Maret 2026
-
Rekomendasi Mobil Bekas Tigas Baris di Bawah Rp100 Juta untuk Mudik Lebaran
-
3 Pilihan Mobil Nissan Termurah 2026 yang Wajib Dilirik untuk Persiapan Mudik Lebaran
-
Di Balik Perang Melawan Israel dan AS, Iran Ternyata Punya 'Senjata' Otomotif Super Murah