Otomotif / Mobil
Kamis, 12 Maret 2026 | 10:35 WIB
Ilustrasi Rest Area di Tol (Astraotoshop)
Baca 10 detik
  • Ruas Tol Jawa Tengah menjadi titik lelah paling rawan kecelakaan pemudik selama tiga tahun terakhir. 
  • Data Korlantas menunjukkan dua dari sepuluh kecelakaan saat mudik hampir dipastikan berujung pada korban jiwa. 
  • Pemudik diimbau segera menepi ke bahu jalan kiri jika lelah tanpa harus menunggu rest area. 

Seringkali, pengemudi mensugesti dirinya sendiri, "Tanggung, rest area tinggal 10 kilometer lagi." Padahal, dalam kecepatan tol (80-100 km/jam), microsleep atau tertidur sesaat selama 2 detik saja sudah cukup untuk memicu kecelakaan maut.

"Kalau sudah capek, langsung menepi ke kiri. Tidak perlu menunggu sampai rest area," imbau Sandhi dengan tegas.

Keselamatan jauh lebih penting daripada memaksakan diri mencapai tempat istirahat yang resmi.

Strategi Pengamanan 'Sapu Bersih' dari Korlantas

Untuk menjamin keselamatan para pemudik, Korlantas tidak hanya memberikan imbauan. Tahun ini, kepolisian telah menyiapkan strategi mitigasi yang matang, antara lain:

  • Patroli Perlahan Terpadu: Tim khusus gabungan yang terdiri dari mobil polisi, ambulans lengkap dengan tenaga kesehatan, dan kendaraan derek akan berpatroli secara perlahan di sepanjang jalur mudik. Tujuannya untuk menyisir dan memberi pertolongan instan pada kondisi darurat.
  • Pembatasan Waktu Rest Area: Guna mencegah penumpukan kendaraan yang membuat pemudik lain kelelahan di jalan, Polri akan menerapkan batas maksimal waktu penggunaan rest area. Petugas akan secara aktif memberikan imbauan agar fasilitas ini digunakan bergantian.

Perjalanan mudik bukanlah arena balap untuk melihat siapa yang tiba paling cepat di kampung halaman.

Ingatlah selalu pesan Korlantas: Kenali batas tubuh Anda, lawan ego, dan segeralah menepi saat lelah menyapa. Keluarga tercinta sudah menanti kepulangan Anda dengan selamat, bukan kabar duka dari jalan raya.

Load More