Otomotif / Mobil
Rabu, 25 Maret 2026 | 11:55 WIB
Viral Papan SPBU Tulis 'BUY BYD', Bukti Perang Iran Bikin Warga Pindah ke Mobil Listrik (X)
Baca 10 detik
  • Lonjakan harga minyak akibat perang Iran vs AS-Israel memicu peralihan ke mobil listrik. 
  • Beredar foto satire viral di Selandia Baru berisi papan SPBU bertuliskan "BUY BYD". 
  • Krisis energi ini mempercepat transisi hijau global menuju era kendaraan bebas emisi. 

Dealer tersebut berhasil melego 250 unit dalam tiga minggu sejak perang Iran dimulai. Kini, setidaknya ada 80 unit mobil yang terjual setiap harinya—dua kali lipat lebih banyak dibandingkan rata-rata harian di awal tahun.

Lai The Manh Linh, pembeli yang menukarkan Toyota Vios bensin miliknya dengan VinFast VF 5, merasakan langsung keuntungannya. "Beralih ke mobil listrik akan membantu kami menghemat uang secara signifikan," tuturnya lega.

Krisis Energi Mempercepat Transisi Hijau

Fenomena unik ini turut disoroti oleh Chief Economist dari Asian Development Bank (ADB), Albert Park. Menurutnya, krisis energi selalu memiliki efek ganda yang justru menguntungkan lingkungan.

"Tingginya harga minyak selalu membantu transisi kendaraan listrik. Ini menciptakan insentif ekonomi untuk mempercepat transisi hijau," jelas Park.

Faktanya, peralihan massal ini membawa dampak positif bagi bumi. Secara global, penggunaan kendaraan listrik sepanjang tahun lalu telah berhasil memangkas konsumsi setara 2,3 juta barel minyak per hari.

Agar tren ini tidak sekadar menjadi reaksi sesaat, industri otomotif dan pemerintah dituntut untuk segera mengebut investasi infrastruktur charging station yang saat ini masih terbatas. Di luar itu, produsen asal China seperti BYD diprediksi akan terus meraup cuan terbesar, disusul oleh merek-merek global lainnya yang pintar memanfaatkan momentum "hijrah" besar-besaran ini.

Load More