- Terapkan teknik eco-riding dengan menjaga kecepatan konstan 40-60 kilometer per jam.
- Lakukan servis rutin komponen CVT dan bersihkan filter udara secara berkala.
- Pastikan tekanan angin ban ideal untuk meringankan beban kerja mesin motor.
Suara.com - Kabar mengenai antrean panjang di SPBU dan isu kelangkaan BBM di beberapa wilayah belakangan ini tentu membuat para pengguna sepeda motor, termasuk motor matic jadi makin was-was. Tak hanya itu, krisis energi global akibat konflik Timur Tengah juga memengaruhi kelangkaan BBM di beberapa negara.
Motor matic memang juara dalam hal kenyamanan untuk menembus kemacetan kota, tetapi jika tidak dirawat dengan benar, motor jenis ini bisa jadi "penghisap" bensin yang cukup rakus.
Menghadapi situasi BBM yang kadang sulit didapat dan harganya yang fluktuatif, menghemat bensin bukan lagi sekadar tips, melainkan sebuah keharusan.
Dengan sedikit penyesuaian pada cara berkendara dan perawatan rutin, Anda bisa menjaga agar indikator bensin tidak cepat turun ke zona merah.
Berikut 7 cara ampuh menghemat bensin untuk motor matic kesayangan Anda.
1. Jaga Kecepatan Tetap Konstan (Eco-Riding)
Kunci utama hemat bensin pada motor matic adalah cara memutar tuas gas. Hindari kebiasaan menarik gas dan rem secara mendadak atau "menghentak".
Lakukan tarikan gas secara perlahan dan jaga kecepatan tetap stabil di kisaran 40-60 km/jam. Menjaga putaran mesin tetap konstan akan membuat konsumsi bahan bakar jauh lebih efisien.
2. Hindari Membawa Beban Berlebih
Baca Juga: Harga Honda PCX 2025 Bekas, Seberapa Murah Dibanding yang Baru?
Mengutip situs Astra Honda, membawa beban berat membuat motor membutuhkan lebih banyak bahan bakar. Sementara itu, motor matic umumnya memiliki kapasitas beban yang terbatas.
Memaksakan motor untuk mengangkut beban yang sangat berat akan membuat mesin bekerja di bawah tekanan tinggi terus-menerus. Semakin berat beban yang dibawa, semakin banyak pula bensin yang dibakar untuk menghasilkan tenaga.
3. Servis Rutin
Servis kendaraan secara rutin sangat penting untuk mengetahui performa motor matic dan kondisi mesin. Berbeda dengan motor bebek atau sport, motor matic menggunakan sistem Continuous Variable Transmission (CVT).
Jika komponen di dalam CVT seperti roller, V-belt, atau kampas ganda kotor dan aus, tenaga mesin tidak akan tersalurkan ke roda secara maksimal. Hasilnya, Anda harus memutar gas lebih dalam hanya untuk menjalankan motor.
4. Gunakan BBM dengan Oktan yang Tepat
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Yamaha Gear Ultima Buktikan Skutik Kompak Bisa Tangguh di Jalur Perkotaan Maupun Pedesaan
-
Kenaikan Harga BBM Diklaim Tak Berikan Dampak Terhadap Penjualan Mobil Premium
-
Yamaha R15 Paket Hemat Harga Tak Sampai 30 Juta, tapi Joknya Nyambung
-
Andalkan Autopilot, Mobil Listrik Xiaomi Pecah Rekor Sirkuit
-
Hyundai Ioniq 5 Setara BYD Apa? Kini Harganya Lebih Murah 150 Jutaan
-
Gebrakan BMW Indonesia Rilis Tiga Mobil Kencang untuk Pecinta Adrenalin
-
Ambisi Akio Toyoda Pertahankan Mesin Bensin Dinilai Bisa Jadi Ancaman Bagi Masa Depan Toyota
-
Muka Mirip Lamborghini, Berapa Jarak Tempuh Hyundai Ioniq V Terbaru?
-
Harga 8 Jutaan Setara DP Vario Evo 160, Intip 7 Motor Anti Cupu Cocok untuk Pelajar
-
Mobil Listrik Shell Bisa Isi Daya Cuma 10 Menit, Apa yang Beda Dibanding EV Biasa?