- Terapkan teknik eco-riding dengan menjaga kecepatan konstan 40-60 kilometer per jam.
- Lakukan servis rutin komponen CVT dan bersihkan filter udara secara berkala.
- Pastikan tekanan angin ban ideal untuk meringankan beban kerja mesin motor.
Jangan asal pilih bensin karena harga murah. Gunakanlah bahan bakar dengan angka oktan (RON) yang sesuai dengan rasio kompresi mesin motor Anda.
Menggunakan bensin dengan oktan yang terlalu rendah bisa menyebabkan knocking (mesin menggelitik), yang justru membuat pembakaran tidak sempurna dan membuang-buang bensin secara percuma.
5. Rutin Membersihkan Filter Udara
Mesin motor membutuhkan pasokan udara yang bersih untuk proses pembakaran. Jika filter udara kotor atau tersumbat debu, aliran oksigen akan terhambat.
Hal itu menyebabkan mesin akan menyemprotkan lebih banyak bensin untuk mengimbangi kekurangan udara tersebut. Efeknya, motor jadi lebih boros dan tarikan terasa berat.
6. Periksa Tekanan Angin Ban
Banyak yang tidak sadar bahwa ban kempes adalah musuh utama efisiensi.Penting untuk rutin memeriksa tekanan angin ban karena dapat memengaruhi penggunaan BBM.
Tekanan angin yang sedikit dapat membuat ban lunak sehingga menyebabkan tarikan motor lebih berat. Pastikan tekanan ban Anda sesuai dengan rekomendasi pabrikan agar motor melaju lebih ringan.
7. Pemanasan Mesin Jangan Terlalu Lama
Baca Juga: Harga Honda PCX 2025 Bekas, Seberapa Murah Dibanding yang Baru?
Memanaskan motor terlalu lama justru membuang bensin cuma-cuma. Tujuan utamanya hanyalah memastikan oli sudah naik dan melumasi seluruh komponen agar tidak terjadi gesekan kasar saat motor mulai melaju.
Untuk mesin injeksi, cukup satu menit saja. Teknologi injeksi sudah sangat cerdas dalam mengatur suhu, jadi mendiamkan motor terlalu lama tidak akan memberikan manfaat tambahan.
Sementara itu, mesin karburator sebaiknya dipanaskan sampai suara stasioner (idle) terdengar stabil. Hindari menarik-narik gas (menggeber) saat dipanaskan karena itu hanya akan membuat bensin terkuras.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Yamaha Gear Ultima Buktikan Skutik Kompak Bisa Tangguh di Jalur Perkotaan Maupun Pedesaan
-
Kenaikan Harga BBM Diklaim Tak Berikan Dampak Terhadap Penjualan Mobil Premium
-
Yamaha R15 Paket Hemat Harga Tak Sampai 30 Juta, tapi Joknya Nyambung
-
Andalkan Autopilot, Mobil Listrik Xiaomi Pecah Rekor Sirkuit
-
Hyundai Ioniq 5 Setara BYD Apa? Kini Harganya Lebih Murah 150 Jutaan
-
Gebrakan BMW Indonesia Rilis Tiga Mobil Kencang untuk Pecinta Adrenalin
-
Ambisi Akio Toyoda Pertahankan Mesin Bensin Dinilai Bisa Jadi Ancaman Bagi Masa Depan Toyota
-
Muka Mirip Lamborghini, Berapa Jarak Tempuh Hyundai Ioniq V Terbaru?
-
Harga 8 Jutaan Setara DP Vario Evo 160, Intip 7 Motor Anti Cupu Cocok untuk Pelajar
-
Mobil Listrik Shell Bisa Isi Daya Cuma 10 Menit, Apa yang Beda Dibanding EV Biasa?