- Perawatan pasca-mudik penting karena beban mesin berlebih; Ade Rohman menekankan pencucian motor bertekanan untuk cegah karat.
- Penggantian oli wajib dilakukan antara 2.000 hingga 4.000 km untuk menjaga komponen mesin dari penurunan kualitas pelumas.
- Pengecekan komponen kritis lain meliputi saringan udara, sistem pengapian, rem, serta kondisi ban demi keselamatan berkendara.
Suara.com - Banyak pemilik kendaraan sering mengabaikan kondisi motor mereka setelah menempuh perjalanan mudik yang melelahkan. Padahal, beban kerja mesin yang berlebihan dan paparan debu jalanan bisa memicu kerusakan permanen jika tidak segera ditangani. Mengembalikan performa motor ke titik optimal menjadi kewajiban sebelum kembali bergelut dengan rutinitas harian di jalanan kota besar.
Ade Rohman selaku perwakilan teknis dari PT Daya Adicipta Motora menjelaskan bahwa perjalanan jauh sering kali memaksa motor melewati kemacetan panjang serta medan yang sangat menantang.
"Langkah awal yang paling sederhana namun krusial adalah mencuci motor dengan air bertekanan. Kotoran yang mengering pada sela-sela komponen bukan hanya merusak estetika, tapi juga berpotensi menyebabkan karat dan gesekan berlebih yang merusak fungsi partikel mesin," ujar Ade, Rabu (25/3/2026).
Selain itu, sektor dapur pacu memerlukan perhatian ekstra melalui penggantian oli secara rutin antara 2.000 hingga 4.000 km. Penggunaan intensif saat mudik membuat kualitas pelumas menurun drastis sehingga berisiko mempercepat keausan komponen internal.
Pengecekan saringan udara dan level cairan pendingin radiator juga tidak boleh dilewatkan untuk mencegah mesin mengalami panas berlebih atau overheating saat digunakan kembali di tengah kemacetan kota.
Sistem pengapian dan pengereman juga menjadi poin kritis bagi keselamatan berkendara. Busi sebaiknya diperiksa setiap 4.000 km untuk memastikan pembakaran tetap efisien. Sementara itu, kondisi kampas rem dan selang rem harus dipastikan masih dalam batas aman demi respons pengereman yang akurat. Pengguna motor matic disarankan memeriksa area transmisi CVT secara berkala, sedangkan pemilik motor manual wajib memperhatikan tegangan serta pelumasan rantai.
Kondisi fisik ban dan pelek juga tidak luput dari risiko kerusakan akibat benturan di jalan berlubang selama perjalanan jauh. Pastikan tekanan angin sesuai standar dan tidak ada benjolan pada dinding ban yang bisa membahayakan. Perawatan menyeluruh ini bukan sekadar rutinitas, melainkan investasi keamanan bagi pengendara agar terhindar dari kendala teknis yang bisa berakibat fatal di jalan raya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Apa Bedanya Honda Vario Evo 160 vs Vario 160 Edisi Sebelumnya?
-
Spesfikasi Lengkap dan Harga Honda Vario Evo 160
-
New Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Termurah Rp 28 Juta
-
Infrastruktur SPKLU Masih Jadi Kendala, DFSK Pilih Main Aman dengan Mobil PHEV
-
Kenaikan Harga BBM Dongkrak Penjualan Mobil Listrik di Indonesia
-
Terpopuler: Beda eMotor Tyranno vs Tyranno X, Honda Vario 160 Anyar Meluncur Hari Ini?
-
Pegang Uang Rp450 Juta di Jogja, Jangan Asal SPK SUV CRETA Alpha Sebelum Lihat Ganasnya Versi N Line
-
DFSK E5 Plus Ramaikan Pasar SUV dengan Teknologi PHEV untuk Pasar Indonesia
-
Wapres Gibran Rakabuming Gunakan Motor Listrik saat Lakukan Kunjungan di Tanah Papua
-
Aturan Keamanan Baru China Berpotensi Dongkrak Harga Mobil Listrik Dunia