Otomotif / Mobil
Selasa, 31 Maret 2026 | 15:40 WIB
Ilustrasi berkendara dengan mobil (Pixabay)
Baca 10 detik
  • Filter udara kotor hambat aliran udara dan paksa mesin sedot bensin.
  • Busi aus picu pembakaran tidak sempurna yang buang bensin secara percuma.
  • Tekanan ban rendah tingkatkan hambatan gulir sehingga konsumsi bahan bakar melonjak.

Suara.com - Isu kenaikan harga BBM nonsubsidi yang diprediksi bakal berlaku per 1 April 2026 tengah membuat sebagian masyarakat cemas.

Bila harga BBM benar-benar naik, menjaga efisiensi konsumsi bensin kendaraan tentu sangat penting bagi para pemilik mobil.

Banyak yang mengira bensin boros hanya karena gaya mengemudi yang ugal-ugalan.

Padahal, kondisi komponen mobil yang rusak atau tidak terawat bisa membuat bensin cepat habis.

Agar mobil tetap irit dan performa tetap jos, berikut komponen mobil yang wajib Anda cek dan servis sebelum harga BBM resmi naik:

Ilustrasi mobil keluarga (OLX)

1. Filter Udara

Filter udara bertugas menyaring debu agar tidak masuk ke ruang bakar.

Jika filter sudah sangat kotor, aliran udara ke mesin akan terhambat.

Akibatnya, mesin harus bekerja ekstra keras dan menyedot lebih banyak bensin untuk menghasilkan tenaga.

Baca Juga: 7 Penyebab Motor Matic Boros BBM dan Cara Mengatasinya, Cek Sekarang

Cobalah cek bagian filter udara mobil Anda, karena segera ganti yang baru jika sudah hitam pekat.

2. Busi

Busi yang sudah aus atau kotor juga membuat percikan api tidak optimal.

Pembakaran di dalam mesin pun menjadi tidak sempurna, sehingga banyak bensin yang terbuang sia-sia tanpa menjadi tenaga.

3. Tekanan Ban dan Spooring

Ban yang kurang angin meningkatkan hambatan gulir dengan aspal.

Mesin pun dipaksa mengeluarkan tenaga lebih besar hanya untuk membuat mobil melaju.

Selain itu, pastikan spooring dan balancing tetap akurat agar roda tidak saling beradu yang bikin bensin makin tersedot.

4. Injektor dan Sistem Bahan Bakar

Injektor bertugas menyemprotkan bensin dalam bentuk kabut ke ruang bakar.

Jika injektor kotor atau tersumbat kotoran, semprotannya jadi tidak merata.

Pembakaran jadi kacau dan konsumsi bensin melonjak.

Lakukan injector cleaning secara berkala di bengkel kepercayaan Anda.

5. Oli Mesin dan Cairan Transmisi

Oli yang sudah lama tidak diganti akan mengental dan kehilangan daya lumasnya.

Gesekan antar logam di dalam mesin pun meningkat, membuat suhu naik dan kerja mesin jadi sangat berat.

Hal yang sama berlaku pada cairan transmisi (terutama CVT pada mobil matic).

Jika transmisi tidak sehat, penyaluran tenaga ke roda jadi tidak efisien.

6. Sistem Pengereman

Rem yang macet atau aus juga bisa menyebabkan roda terus terhambat meskipun pedal gas sudah diinjak.

Rasanya seperti mobil sedang ditarik dari belakang.

Hambatan ekstra ini adalah salah satu alasan utama mengapa bensin mobil Anda cepat habis tanpa disadari.

7. Sistem Pembuangan

Knalpot bukan sekadar saluran pembuangan suara.

Jika ada kebocoran atau penyumbatan, seperti pada catalytic converter, sirkulasi pembakaran akan terganggu.

Tekanan balik yang tidak stabil memaksa mesin mengonsumsi lebih banyak BBM untuk membuang gas sisa pembakaran.

Tips Tambahan

Pakai BBM dengan oktan lebih rendah dari rekomendasi pabrikan, misalnya pakai RON 90 padahal speknya RON 92 justru bikin boros.

Mesin akan mengalami knocking, tenaga loyo, dan Anda cenderung menginjak gas lebih dalam yang ujung-ujungnya bikin bensin cepat boros.

Load More