Suara.com - Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menuturkan bahwa Indonesia akan mulai menerapkan kebijakan penggunaan Biodiesel 50 atau B50, yang mana mencampurkan bahan nabati dalam hal ini minyak kelapa sawit (CPO) sebesar 50 persen ke solar.
Langkah tersebut secara otomatis akan ada penghematan anggaran untuk subsidi senilai Rp 48 triliun, bahkan mulai mengurangi ketergantungan akan bahan bakar fosil serta meminimalkan dampak emisi, lebih ramah lingkungan.
Kebijakan tersebut sebenarnya mau diterapkan sejak awal tahun atau Januari 2026 ini, namun pemerintah memutuskan menunda serta tetap memakai B40.
Akan tetapi, adanya ketegangan geopolitik yang semakin memanas di kawasan Timur Tengah, membuat pemerintah mengambil langkah strategis dengan menerapkan pemakaian Biodiesel 50 mulai 1 Juli 2026. Hal tersebut merupakan bentuk kemandirian dan ketahanan energi.
“Sebagai bagian dari upaya kemandirian energi dan efisien energi, pemerintah menerapkan kebijakan B50. Ini mulai berlaku 1 Juli 2026,” tutur Airlangga saat konferensi pers tentang kebijakan pemerintah dalam menghadapi kondisi global, dipantau secara daring, Selasa (31 Maret 2026).
Lebih lanjut, Airlangga mengutarakan bahwa Pertamina sudah siap untuk melaksanakan kebijakan yang dicanangkan Pemerintah terkait penggunaan 50 persen bahan nabati dalam solar.
Penerapan strategi B50 pada solar merupakan bentuk penghematan pemakaian BBM berbasis fosil sejumlah 4 juta kiloliter setiap tahun.
“Tentu dalam enam bulan ada penghematan dari fosil dan ada penghematan subsidi daripada biodiesel yang diperkirakan nilainya Rp 48 triliun,” jelas Airlangga.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengutarakan dengan adanya penerapan B50, maka Indonesia akan berpotensi mengalami surplus solar.
Baca Juga: Konflik Timur Tengah Paksa Pemerintah Terapkan B50 di Juli Tahun Ini
“Dengan implementasi B50 maka Insya Allah di tahun ini, kita akan mengalami surplus untuk solar. Jadi ini kabar baik, begitu RDMP (Refinery Development Master Plan) Kalimantan Timur sudah kita operasikan,” ujar Bahlil.
Penggunaan Biodiesel Mampu Menekan Impor Solar dan Mengurangi Emisi
Sebenarnya pemerintah sudah lebih dulu menerapkan mandatory B40. Bahlil mengungkapkan bahwa penerapan B40 mengurangi impor solar sebesar 3,3 juta kilo liter (KL) serta meminimalkan emisi 38,88 juta ton CO2 ekuivalen.
Berdasarkan data Kementerian ESDM yang dilansir dari Suara, penggunaan biodiesel level domestik sejak Januari sampai Desember 2025 sudah tercatat 14,2 juta kilo liter, setara dengan 105,2 persen dari Indikator Kinerja Utama sebesar 13,5 juta kilo liter untuk tahun 2025.
Selain itu, penerapan strategi tersebut benar-benar mampu menurunkan volume impor solar dari tahun-tahun sebelumnya.
Sedangkan dari sisi devisa, penerapan biodiesel mengakibatkan terjadinya penghematan senilai Rp 130,21 triliun dan nilai tambah CPO yang diolah jadi biodiesel sebesar Rp 20,43 triliun.
Berita Terkait
-
Konflik Timur Tengah Paksa Pemerintah Terapkan B50 di Juli Tahun Ini
-
Apa Itu Biodiesel B50? Strategi Prabowo Jaga Ketahanan Energi Nasional di 2026
-
Kementerian ESDM: Pengujian B50 Diprediksi Rampung Maret Ini
-
Bahlil Ungkap Progres Mandatori B50 di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia
-
Bahlil Gunakan Jurus B50 dan E20 untuk Hadapi Minyak Dunia yang Mendidih
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
-
Habib Rizieq Shihab: Umat Islam Sunni dan Syiah Harus Bersatu Lawan AS-Israel
-
Kepulangan Jenazah Praka Farizal dari Lebanon ke Kulon Progo Diestimasikan Tiba Jumat Lusa
-
Update Tarif Listrik per kWh April 2026, Apakah Ada Kenaikan Harga?
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
Terkini
-
4 Mobil Bekas Dibawah Rp100 Juta Tahun 2020: Mesin Masih Segar, Pajak Ringan dan Irit Bensin
-
Perbandingan Harga BBM di Negara ASEAN, Indonesia Masih Paling Murah?
-
Aprilia X 250TH Motor Edisi Terbatas yang Punya Teknologi Pengereman Setara Tunggangan Jorge Martin
-
Anomali Shell di Kala Harga BBM Pertamina Tetap, Nilainya Jadi Nol
-
4 Rekomendasi Motor Listrik Roda 3, Cocok untuk Mobilitas Harian Jarak Dekat
-
Pengalaman Jadi Sopir Angkot, Bahlil Sebut Batas BBM 50 Liter Per Hari Sudah Wajar
-
Penjualan Mobil Tembus 81.159 Unit, Mendag Sebut Daya Beli Masyarakat Terjaga
-
Isuzu Siapkan Kejutan Varian Baru di Pameran Kendaraan Niaga GIICOMVEC 2026
-
Berapa Harga Pertalite Jika Tidak Disubsidi? Ini Sejarah Kenaikan BBM
-
Bukan Empty, Ini Arti Huruf E di Indikator Bensin Motor