- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mendorong percepatan mandat B50 dan E20 untuk merespons kenaikan harga minyak dunia.
- Kenaikan harga minyak dunia di atas USD 100 per barel disebabkan oleh perang di Timur Tengah menjadi latar belakang.
- Strategi ini bertujuan menjaga keamanan pasokan energi nasional dengan harga BBM yang lebih kompetitif melalui pencampuran nabati.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa salah satu strategi untuk merespons lonjakan harga minyak dunia adalah dengan mempercepat mandatori B50 dan E20.
Tercatat, akibat perang terjadi di Timur Tengah, harga minyak dunia melambung tinggi, bahkan sempat menyentuh angka USD 100 per barel.
"Mungkin kita akan mendorong untuk eh kita mempercepat B50, salah satu alternatif. Kemudian kita akan mempercepat penerapan eh E20, etanol," kata Bahlil saat ditemui wartawan di Kementerian ESDM, Jakarta pada Senin (9/3/2026).
Sesuai rencana, Bahlil menargetkan implementasi mandatori E20 pada tahun 2028, sementara program B50 saat ini masih dalam tahap kajian mendalam.
Ia menilai bahwa pencampuran BBM berbasis fosil dengan bahan bakar nabati akan menghasilkan harga yang lebih kompetitif dibandingkan dengan BBM murni.
"Karena kalau harga minyaknya fosil bisa melampau 100 dolar AS per barel, maka itu lebih murah kita akan blending antara untuk diesel itu antara B30 dengan B40 sekarang menjadi B50," kata Bahlil.
Ia menegaskan, di tengah kondisi saat ini, pemerintah tengah mengkaji berbagai langkah strategis dan mencari alternatif terbaik guna menjamin keamanan pasokan energi nasional.
"Atau kita bikin mandatory untuk bensin, dan itu lebih bersih. Jadi ada beberapa langkah-langkah yang akan kita lakukan. Sudah barang tentu dengan kondisi yang ada, maka pemerintah berpikir untuk mencari alternatif-alternatif terbaik dalam rangka menjaga pasokan energi nasional," pungkasnya.
Baca Juga: Bahlil Minta Warga Tak Panik, Jamin Stok BBM Aman dan Harga Subsidi Tak Naik
Berita Terkait
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
Terkini
-
Selat Malaka Punya Siapa? Indonesia Tidak Bisa Sembarangan Tarik 'Tol Laut' Seperti Ide Purbaya
-
Pemerintah Klaim 30 Persen Peserta Magang Nasional Langsung Direkrut Karyawan
-
OJK Tepis Hoaks Tabungan Masyarakat Digunakan untuk Biayai Program Pemerintah
-
Dari Pesisir Jadi Pusat Industri, KIPP Harita Group Ubah Arah Ekonomi Kayong Utara
-
Momentum Kartini 2026: Pertamina Perkuat UMKM Naik Kelas Lewat Inovasi, Ketahanan, dan Akses Pasar
-
7 Bulan Menjabat, Harta Kekayaan Menkeu Purbaya Naik Rp18,2 M dan Tak Memiliki Utang
-
Isi Lengkap Candaan Menkeu Purbaya soal Selat Malaka yang Bikin Malaysia dan Singapura Berang
-
Siapa Penguasa Selat Malaka? Malaysia-Singapura Tolak Ide Purbaya Pajaki Kapal
-
Sinergi DPRD dan Harita Group Dorong KIPP Kayong Utara Jadi Motor Ekonomi Baru Daerah
-
Transaksi Gadai Meningkat Pascalebaran, Masyarakat Ambalawi Manfaatkan Emas Jadi Sumber Likuiditas