Otomotif / Motor
Rabu, 01 April 2026 | 20:35 WIB
Apa Beda Bensin Pertalite dan Pertamax? Ini Penjelasan Lengkapnya. (Freepik)
Baca 10 detik
  • Pertamax menawarkan pembakaran lebih sempurna sehingga lebih efisien hingga 15 Persen.
  • Penggunaan oktan yang tepat mencegah gejala knocking dan menjaga keawetan mesin.
  • Faktor tekanan ban dan gaya mengemudi sangat memengaruhi keiritan konsumsi BBM.

Suara.com - Memilih bahan bakar minyak (BBM) seringkali membuat pemilik kendaraan bimbang.

Di satu sisi, Pertalite menggoda dengan harga yang lebih murah.

Di sisi lain, Pertamax menjanjikan performa mesin yang lebih baik.

Namun, untuk penggunaan harian di medan berat seperti kemacetan dalam kota, mana sebenarnya yang lebih irit dan menguntungkan buat kantong?

Simak perbedaan Pertalite dan Pertamax untuk kendaraan yang digunakan sehari-hari di dalam kota.

Kesiapan BBM di SPBU Pertamina di Regional Jawa Bagian Barat. (Foto: Pertamina)

1. Adu Oktan

Perbedaan paling mendasar antara kedua jenis BBM itu ada pada angka oktan atau RON (Research Octane Number).

  • Pertalite (RON 90): Cocok untuk mesin dengan rasio kompresi rendah hingga sedang.
  • Pertamax (RON 92-95): Dirancang untuk mesin modern dengan kompresi tinggi.

Semakin tinggi oktan, semakin baik bensin menahan tekanan di dalam mesin agar tidak terbakar duluan (detonasi).

Menggunakan bensin oktan rendah di mesin modern seringkali memicu gejala knocking yang bikin mesin cepat panas dan loyo.

Baca Juga: 3 Rekomendasi HP Lipat dengan Harga Lebih Bersahabat di Pasar Indonesia

2. Mana yang Lebih Irit Konsumsi BBM?

Banyak yang mengira Pertalite lebih irit karena harganya murah.

Namun secara teknis, Pertamax lebih efisien dalam hal konsumsi.

Karena pembakarannya lebih sempurna, tenaga yang dihasilkan mesin jadi lebih stabil dan responsif.

Dalam kondisi macet atau perjalanan jauh, penggunaan Pertamax diklaim bisa menghemat konsumsi BBM sekitar 10–15% dibanding Pertalite.

Jadi, meski harga per liternya lebih mahal, jarak tempuh yang dihasilkan bisa lebih jauh.

Load More