- Fitur dibikin sederhana demi menekan harga jual agar tetap ramah untuk kantong konsumen pemula.
- Strategi cerdik mencegah kanibal produk, membuat niat konsumen saat mau upgrade ke Vario terasa istimewa.
- Minimnya sensor rumit membuat perawatan jauh lebih murah dan andal untuk dikendarai di berbagai pelosok.
Suara.com - Penjualan motor di pasar otomotif Tanah Air hingga kini masih didominasi oleh pesona Honda BeAT yang sukses terjual lebih dari sejuta unit setiap tahunnya. Meski berstatus sebagai penguasa jalanan dengan pangsa pasar raksasa, siapa sangka skutik sejuta umat ini menyimpan fakta unik terkait fiturnya yang terkesan selalu "gitu-gitu aja".
Bila diperhatikan, ubahan pada skutik andalan Honda ini memang tidak pernah drastis.
Berbeda dengan pabrikan sebelah seperti Yamaha Gear yang sudah jor-joran memberikan fitur kekinian, BeAT justru terlihat santai dengan teknologi yang serba basic.
Jangankan panel instrumen full digital, behel belakang dan beberapa komponennya pun kini memakai material plastik.
Banyak yang menuding Honda pelit karena enggan memanjakan konsumen setianya. Namun, usut punya usut, ada strategi bisnis kelas atas di balik minimnya fitur skutik entry level ini.
Berikut adalah 3 fakta mengejutkan dan strategi cerdas mengapa Honda sengaja menahan fitur BeAT:
1. Jurus Jitu Mengunci Harga Merakyat
Pernah membayangkan Honda BeAT pakai speedometer full digital layaknya motor premium? Jika iya, bersiaplah melihat harganya meroket tajam.
Fakta pertama di balik kesederhanaan motor ini adalah komitmen ketat pabrikan untuk menjaga batas psikologis harga jual.
Baca Juga: Kebiasaan Tahan Gas Sambil Rem di Tanjakan Ternyata Bikin CVT Motor Matik Cepat Jebol
Honda sangat paham bahwa target utama mereka adalah kalangan pemula, pelajar, atau pekerja yang butuh transportasi murah meriah.
Menjejalkan fitur canggih hanya akan membuat harganya tak lagi ramah di kantong. Absennya fitur mewah sukses membuat harganya tetap rasional di pasaran.
2. Strategi Cerdas 'Anti-Makan Teman'
Pernah dengar istilah kanibal antar produk? Inilah yang sangat dihindari oleh pabrikan berlogo sayap mengepak ini.
Bayangkan jika BeAT diberi fitur super lengkap yang nyaris setara dengan Honda Vario 125. Otomatis, calon pembeli Vario akan lari kembali ke BeAT.
Dengan sengaja membuat fitur BeAT sangat standar, Honda sedang merawat "kasta" lini produknya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
Terkini
-
Bukan Avanza atau Xpander, Low MPV Bekas Rp 100 Jutaan Ini Punya Bantingan Suspensi Khas Mobil Eropa
-
Strategi Toyota Perkuat Posisi di Pasar Otomotif dengan Suku Cadang Murah T-OPT
-
Berapa Harga dan Pajak BYD M6 di Indonesia?
-
Ikuti Jejak Toyota, Honda akan Jorjoran Gelontorkan 15 Mobil Hybrid
-
Berapa Harga BYD M6 DM? Ini Taksirannya Sebelum Diumumkan
-
Dominasi Daihatsu di Segmen Harga Bawah Rp 300 Juta Belum Terbendung Pesaing
-
Intip Harga Honda Stylo 160 yang Kian Curi Perhatian di Jalan Perkotaan
-
Update Harga 6 Mobil Listrik BYD Termurah Mei 2026, Tipe Hemat hingga Premium
-
Vario 160 Baru Berkode K2SM Kabarnya Siap Meluncur, Sasis eSAF Dapat Racikan Baru?
-
Daftar Harga Motor Listrik VinFast Mei 2026: Pakai Skema Langganan Baterai Bikin Harga Makin Hemat?