Otomotif / Mobil
Selasa, 07 April 2026 | 15:23 WIB
5 Mobil Listrik 7 Seater untuk Keluarga, Kabin Luas dan Biaya Operasional Setara Motor

Sebagai SUV listrik, Aletra L8 EV dirancang untuk memenuhi kebutuhan keluarga dengan kapasitas besar dan desain tangguh. Mobil ini diproyeksikan memiliki fitur modern serta efisiensi tinggi, meski detail spesifikasi lengkapnya masih dirilis secara bertahap.

Kehadiran Aletra L8 EV bisa menjadi alternatif menarik, terutama bagi konsumen yang ingin mendukung produk dalam negeri.

3. BYD Tang EV

BYD Tang EV (byd.com)

Perkiraan harga: di atas Rp800 juta (tergantung impor dan spesifikasi)

Bagi yang menginginkan mobil listrik keluarga dengan nuansa premium, BYD Tang EV bisa menjadi pilihan tepat. SUV ini menawarkan konfigurasi 7 kursi dengan desain mewah dan performa tinggi.

Tang EV dikenal memiliki akselerasi responsif serta fitur keselamatan dan hiburan yang lengkap. Interiornya pun didesain elegan dengan material berkualitas tinggi, memberikan pengalaman berkendara yang nyaman sekaligus berkelas.

Meski distribusinya di Indonesia belum seluas model lain, minat terhadap mobil ini terus meningkat, terutama di segmen premium.

4. Maxus Mifa 9

Maxus Mifa 9 (maxusofficial.com)

Harga: sekitar Rp1 miliar

Maxus Mifa 9 merupakan MPV listrik premium yang sudah resmi hadir di Indonesia. Mobil ini cocok untuk keluarga besar yang mengutamakan kenyamanan tingkat tinggi.

Keunggulan utama Mifa 9 terletak pada kabinnya yang sangat luas dan mewah. Kursi penumpang didesain ergonomis dengan fitur elektrik, bahkan beberapa varian dilengkapi captain seat yang memberikan kenyamanan layaknya kelas bisnis.

Baca Juga: 7 Mobil Listrik Paling Ideal untuk Keluarga: Kabin Lega, Mesinnya Juara

Dari sisi performa, mobil ini mampu menempuh jarak hingga sekitar 520 km dalam sekali pengisian daya. Cocok untuk perjalanan jauh bersama keluarga tanpa sering mengisi ulang.

5. Mercedes-Benz EQB 250 Progressive Line

Mercedes-Benz EQB 250 Progressive Line (mercedes-ina.com)

Harga: sekitar Rp1,6 miliar

Untuk penggemar mobil Eropa, Mercedes-Benz EQB 250 menawarkan kombinasi teknologi canggih dan kenyamanan premium dalam format SUV 7-seater.

Mobil ini mengusung desain khas Mercedes-Benz dengan sentuhan modern khas kendaraan listrik. Interiornya dilengkapi sistem infotainment canggih, material premium, dan berbagai fitur keselamatan mutakhir.

Meski kapasitas baris ketiga lebih cocok untuk anak-anak, EQB tetap menjadi pilihan menarik bagi keluarga yang menginginkan kendaraan listrik dengan prestige tinggi.

Biaya Operasional

Mengenai biaya operasional masing-masing motor, diperkirakan setara dengan motor. Biaya utama mobil listrik berasal dari pengisian daya (charging). Kita ambil contoh mobil seperti BYD M6 EV atau MPV listrik sekelasnya. Diperkirakan biaya operasional seperti ini:

Konsumsi rata-rata: ± 6–7 km per kWh

Tarif listrik rumah tangga (non-subsidi): ± Rp1.444 per kWh

Simulasi biaya operasional:

Misalnya kamu berkendara 1.000 km per bulan

Kebutuhan energi sekitar 1.000 km dibagi 6 km/kWh, artinya menelan energi sekitar 167 kWh.

Biaya listrik 167 kWh dikalikan Rp1.444, hasilnya Rp241.000 per bulan. Jadi, biaya “bahan bakar” mobil listrik sekitar Rp200–300 ribu per bulan untuk pemakaian normal.

Sekarang kita bandingkan dengan motor bensin:

Diperkirakan konsumsi motor dengan jarak tempuh kurang 40–50 km per liter dengan harga bensin katakanlah Rp10.000 per liter menghabiskan biaya bensin sebesar Rp220.000 per bulan. Penghitungannya seperti ini:

Jarak tempuh 1.000 km dibagi 45 km/liter diperoleh 22 liter dalam 1.000 km. 

Harga 22 liter bensin adalah 22 liter dikalikan Rp10.000, hasilnya Rp220.000 per bulan.

Dapat disimpulkan, perkiraan biaya operasional motor (bensin) per bulan Rp200-250 ribu per bulan. Sedangkan biaya operasional mobil listrik per bulan kurang lebih Rp200-300 ribu. Ini artinya biaya operasional kaitannya dengan penyerapan energi menelan biaya yang setara. 

Demikian itu rekomendasi lima mobil listrik 7 seater untuk keluarga, kabin luas, dan biaya operasional setara motor. Meski masih ada tantangan seperti harga awal yang relatif tinggi dan infrastruktur pengisian daya yang belum merata, perkembangan mobil listrik di Indonesia menunjukkan arah yang semakin positif.

Kontributor : Mutaya Saroh

Load More