Otomotif / Mobil
Rabu, 08 April 2026 | 08:40 WIB
Beda Nasib! Pasokan BBM Malaysia Sekarat, Harga di Indonesia Aman Hingga Akhir 2026 (freepik)
Baca 10 detik
  • Pasokan BBM Malaysia diprediksi hanya cukup sampai Mei akibat blokade Selat Hormuz oleh Iran. 
  • Menkeu pastikan harga BBM subsidi di Indonesia tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir 2026.
  • Pemerintah Indonesia telah menyiapkan skenario matang meski harga minyak mentah dunia tembus 100 dollar.

Ketegasan pemerintah RI ini bukan sekadar janji manis tanpa dasar. Kementerian Keuangan rupanya sudah menyiapkan simulasi berlapis untuk menahan guncangan harga minyak dunia.

Tim ekonomi telah menghitung matang skenario dari level wajar 80 dollar AS per barel, hingga skenario terburuk jika harga minyak meroket tajam ke angka 100 dollar AS per barel.

Meski beban subsidi otomatis membengkak jika harga minyak dunia terus naik, pemerintah menilai defisit anggaran APBN masih sangat sehat.

Angkanya diproyeksikan hanya menyentuh 2,92 persen dari PDB, yang berarti masih berada di bawah batas zona bahaya 3 persen.

"Asumsi terburuk di 100 dollar AS sudah kita siapkan. Jadi mitigasi kita sudah berlapis-lapis," tambahnya.

Keputusan Indonesia untuk menahan harga BBM di saat Malaysia terpaksa berjibaku mencari pasokan impor membuktikan perbedaan mendasar prioritas fiskal kedua negara.

Di tengah pusaran konflik Timur Tengah yang mengerek biaya impor, langkah menjaga daya beli dan konsumsi rumah tangga tetap stabil kini menjadi benteng utama ekonomi Tanah Air.

Load More