- Puspom TNI berkomitmen menindak tegas oknum personel yang menjadi pelaku atau backing penyalahgunaan BBM dan LPG bersubsidi.
- Dua oknum TNI di Jawa Tengah dan Bekasi saat ini sedang menjalani proses penyidikan oleh Pomdam setempat.
- Puspom TNI bekerja sama dengan Bareskrim Polri untuk menghentikan praktik ilegal guna menjaga ketahanan energi nasional Indonesia.
Suara.com - Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI menegaskan komitmennya untuk menindak tegas setiap personel yang terbukti menjadi "backing" maupun pelaku penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG bersubsidi. Saat ini, tercatat sudah ada dua oknum TNI yang masuk dalam proses penyidikan terkait kasus tersebut.
Wadan Puspom TNI, Marsekal Pertama TNI Bambang Suseno, mengungkapkan bahwa pihaknya terus menjalin koordinasi erat dengan Bareskrim Polri untuk menyisir potensi keterlibatan aparat dalam praktik ilegal di sektor energi.
"Di tahun 2025 itu diduga ada dua personel yang terlibat terkait dengan penyalahgunaan BBM. Ini masih dalam proses penyidikan di Pomdam wilayah. Jadi, ini posisinya ada di Jawa Tengah dan di Bekasi," ungkap Suseno saat menjawab pertanyaan dari awak media di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Selasa (7/4/2026).
Bambang menegaskan bahwa TNI mendukung penuh langkah Polri dan tidak akan memberikan ruang bagi prajurit yang mencederai integritas institusi. Hal ini, menurutnya, merupakan instruksi langsung dari pimpinan tertinggi TNI.
"TNI tidak akan mentolerir, akan menindak tegas apabila ada terduga pelaku ataupun backing oknum TNI. Karena ini sudah menjadi komitmen dari pimpinan," tegas Suseno dalam konferensi pers terkait penegakan hukum BBM dan elpiji subsidi.
Apresiasi dari SKK Migas
Langkah tegas TNI dan Polri ini mendapat sambutan positif dari Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto. Ia menyampaikan apresiasi atas konsistensi penegak hukum dalam menjaga ketahanan energi nasional. Sebagai lembaga yang bertugas melakukan eksplorasi dan eksploitasi minyak mentah dan gas, SKK Migas merasa sangat terbantu dengan pengamanan di sisi hilir.
"Kami dari SKK Migas ingin menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Polri dan TNI, khususnya kepada Bareskrim, atas komitmen dan konsistensinya dalam penegakan hukum di sektor energi," ujar Djoko.
Djoko menambahkan, keterlibatan oknum kerap menjadi kendala di lapangan, sehingga ketegasan pimpinan TNI-Polri sangat dinantikan untuk membersihkan praktik "backing" yang selama ini dilaporkan terjadi.
"Kami sangat mengapresiasi apa yang tadi disampaikan oleh Wadan Puspom TNI, bahwa oknum-oknum di lapangan, baik itu yang berbaju hijau maupun cokelat, akan ditindak tegas. Kami karena mendengar bahwa, seperti yang disampaikan Bapak Wadan Puspom TNI tadi, masih ada laporan yang, katanya, katanya nih Bapak/Ibu sekalian, dibekingi oleh oknum-oknum TNI-Polri, baik yang masih aktif maupun yang sudah pensiun," pungkasnya.
Baca Juga: Berkas 4 Oknum BAIS TNI Tersangka Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Dilimpahkan ke Otmil
Reporter: Dinda Pramesti K
Berita Terkait
-
Berkas 4 Oknum BAIS TNI Tersangka Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Dilimpahkan ke Otmil
-
Misteri Kapal Selam Tanpa Awak di Lombok, TNI AL Selidiki Asal-usulnya
-
Negara Rugi Rp1,2 Triliun! Bareskrim Sikat 672 Penyalahguna BBM-LPG, 2 Anggota TNI Ikut Terseret
-
BBM Bersubsidi Takkan Naik, Menkeu Purbaya Sebut Punya Bantalan Anggaran
-
Dalih Promosi Aset, ASN DKI Bawa Mobil Dinas ke Puncak saat Libur: Tapi Plat Ditukar Jadi Putih?
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Terdakwa Militer Dituntut Ringan, Keluarga Kacab BRI Gugat Pasal Peradilan Koneksitas ke MK
-
Hujan Lebat Disertai Petir Ancam Akhir Pekan Warga Jakarta Selatan dan Timur Jelang Petang
-
Program MBG Serap 1,28 Juta Tenaga Kerja, Ribuan UMKM hingga Peternak Ikut Kecipratan
-
Jateng Genjot Investasi EBT dan Pengelolaan Sampah, Ahmad Luthfi Tawarkan ke Para Pengusaha Tiongkok
-
'Kan Bisa di-Google', Jimly Asshiddiqie Sindir Pansel yang Loloskan Hery Susanto
-
Pansel Dinilai Kecolongan Loloskan Hery Susanto Jadi Ketua Ombudsman
-
Studi Temukan Mikroplastik Menyusup ke Sperma dan Ketuban, Apa Dampaknya?
-
Momen Prabowo Mau Reshuffle Zulhas Gara-Gara Salah Kasih Info Nama Desa, Ternyata Cuma Guyon
-
Hindari Area Kuningan, Dishub DKI Terapkan Buka-Tutup Jalan Hingga 26 Mei 2026
-
Usai 9 WNI Dipulangkan, Wanda Hamidah Serukan Konvoi Lebih Besar ke Palestina