Suara.com - Setiap kali merencanakan perjalanan, banyak orang dibuat kaget dengan harga tiket pesawat domestik yang terasa semakin mahal. Bahkan, tidak jarang biaya terbang antar kota di dalam negeri justru lebih tinggi dibandingkan tiket ke luar negeri.
Belakangan, kenaikan ini kembali terjadi. Pemerintah menyebut lonjakan harga tiket dipicu oleh naiknya harga avtur global yang menyumbang sekitar 40 persen biaya operasional maskapai.
Oleh karena itu, maskapai diizinkan menaikkan fuel surcharge hingga 38 persen, meski pemerintah tetap menahan kenaikan harga tiket di kisaran 9-13 persen.
Di tengah kondisi ini, muncul pertanyaan kenapa harga tiket pesawat naik, bahkan untuk rute domestik bisa lebih mahal dari internasional? Apa saja faktor yang memengaruhi hal ini? Berikut penjelasannya.
Alasan Tiket Pesawat Domestik Lebih Mahal
1. Biaya Operasional Tinggi
Biaya operasional maskapai di Indonesia cukup besar, mulai dari bahan bakar (avtur), perawatan pesawat, gaji kru, hingga suku cadang yang sebagian besar dibeli dengan mata uang asing.
Apalagi Indonesia terdiri dari ribuan pulau, sehingga banyak rute memerlukan jarak tempuh yang panjang dan konsumsi bahan bakar lebih tinggi. Biaya operasional ini akhirnya dibebankan ke harga tiket, membuatnya lebih mahal.
2. Pajak dan Regulasi Pemerintah
Tiket domestik dikenai PPN 11% serta pajak lain seperti PJP2U (Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara). Selain itu, pemerintah memberlakukan tarif batas atas dan bawah (TBA/TBB) untuk penerbangan domestik. Hal ini membatasi maskapai untuk menurunkan harga saat permintaan rendah.
Baca Juga: Harga Avtur Naik, Anggota DPR Shanty Alda Ingatkan Dampaknya pada Transportasi dan Konektivitas
Sebaliknya, tiket internasional lebih fleksibel karena mengikuti mekanisme pasar dan bebas PPN, sehingga harga bisa lebih rendah.
3. Keterbatasan Armada dan Kapasitas Penerbangan
Jumlah pesawat dan kursi untuk rute domestik sering terbatas. Beberapa rute populer, terutama ke daerah Timur Indonesia atau pulau terpencil, hanya dilayani pesawat kecil. Ketika permintaan tinggi tapi kapasitas terbatas, harga tiket otomatis melonjak. Kondisi ini diperparah oleh terbatasnya persaingan antar maskapai di beberapa rute tertentu.
4. Infrastruktur Bandara dan Karakteristik Geografis
Bandara di Indonesia membutuhkan investasi besar untuk landasan pacu, navigasi modern, dan fasilitas pendukung lainnya. Selain itu, perjalanan antar pulau yang jauh membuat konsumsi bahan bakar meningkat. Semua ini menambah biaya operasional yang berimbas langsung pada harga tiket.
5. Skala Ekonomi Penerbangan Internasional
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- 5 Rekomendasi Lipstik Anti Luntur Saat Dipakai Makan Gorengan
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Rupiah Ambruk, Industri Otomotif Tak Akan Gegabah Naikkan Harga Mobil
-
Setara 80 Sapi Limosin untuk Kurban, Intip Spesifikasi Tunggangan Mewah Prabowo di Paris
-
5 Fakta Krusial Perawatan Baterai Motor Listrik yang Jarang Diketahui Pemilik Baru
-
Kabin Berlapis Kulit dan Panoramic Sunroof, SUV Mewah Ini Kini Cuma Dibanderol Setara LCGC
-
5 Pilihan Motor Jarak Jauh Paling Irit dan Tangguh, Ada Cruiser Ala Harley
-
Terpopuler: VinFast Digugat Pemerintah, Harga BBM Pertamina Jelang Idul Adha
-
Menkeu Purbaya Tunda Insentif Kendaraan Listrik, Calon Pembeli Dipaksa Sabar Sebulan
-
GAIKINDO Tantang Merek Baru Berinvestasi Bukan Sekadar Cari Cuan di Indonesia
-
Dominasi AION UT Bayangi Kompetitor Segmen Hatchback Listrik Tanah Air
-
Serbuan Merek Baru di GIIAS 2026 Jadi Ujian Berat Pemain Lama Otomotif