- Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional mencatat tren penurunan harga berbagai komoditas pangan pada pekan kedua April 2026.
- Penurunan harga terjadi pada komoditas cabai, bawang, beras, daging ayam, telur ayam, gula, dan minyak goreng secara nasional.
- Meskipun terjadi fluktuasi harian yang tipis, harga mayoritas komoditas tersebut cenderung melandai dibandingkan posisi awal bulan April 2026.
Suara.com - Pergerakan harga pangan nasional mulai menunjukkan tren melandai pada pekan kedua April 2026. Sejumlah komoditas utama terpantau mengalami penurunan jika dibandingkan awal bulan, meskipun secara harian masih terjadi fluktuasi tipis.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia per 8 April 2026, tekanan harga yang sempat meningkat pada awal April kini mulai mereda di berbagai komoditas pangan.
Pada kelompok cabai, harga cabai rawit merah tercatat Rp 86.150 per kilogram atau turun 0,40 persen dibandingkan hari sebelumnya. Namun jika dibandingkan posisi 2 April 2026 di level Rp 83.500 per kilogram, harga komoditas ini masih lebih tinggi.
Sementara itu, cabai rawit hijau berada di Rp 53.500 per kilogram atau naik 2,46 persen secara harian. Meski demikian, harga tersebut turun cukup dalam dibandingkan awal April yang sempat mencapai Rp 62.550 per kilogram.
Cabai merah besar tercatat Rp 45.900 per kilogram atau turun 3,03 persen dibandingkan hari sebelumnya. Jika dibandingkan awal April di level Rp 48.800 per kilogram, tren penurunan masih berlanjut.
Adapun cabai merah keriting berada di Rp 45.500 per kilogram atau turun 2,05 persen secara harian, namun sedikit lebih tinggi dibandingkan posisi awal April sebesar Rp 43.750 per kilogram.
Di kelompok bawang, harga bawang merah ukuran sedang tercatat Rp 47.350 per kilogram atau turun 0,73 persen dibandingkan hari sebelumnya. Jika dibandingkan awal April yang sempat menyentuh Rp 52.650 per kilogram, penurunannya cukup signifikan.
Bawang putih ukuran sedang berada di Rp 40.450 per kilogram atau naik tipis 0,12 persen secara harian. Namun secara mingguan, harga ini turun dari Rp 44.550 per kilogram.
Untuk komoditas beras, harga beras kualitas bawah I tercatat Rp 14.500 per kilogram dan relatif stabil dibandingkan hari sebelumnya. Sementara kualitas bawah II naik 0,34 persen menjadi Rp 14.550 per kilogram.
Baca Juga: Zulhas Akui Konflik Global Hantam Ekonomi RI: Karung Gabah Langka, Ongkos Pesawat Melejit!
Jika dibandingkan awal April, kedua jenis beras tersebut mengalami penurunan dari posisi Rp 15.550 per kilogram. Tren serupa juga terjadi pada beras medium I yang kini berada di Rp 16.050 per kilogram atau naik 0,31 persen secara harian, namun turun dari Rp 17.150 per kilogram secara mingguan.
Beras medium II tercatat Rp 15.900 per kilogram dan stabil secara harian, tetapi turun dari Rp 16.800 per kilogram pada awal April. Untuk beras premium, kualitas super I naik 0,29 persen menjadi Rp 17.300 per kilogram dan super II naik 0,33 persen menjadi Rp 16.850 per kilogram, meskipun keduanya masih lebih rendah dibandingkan awal April.
Di sektor protein, daging ayam ras segar tercatat Rp 42.050 per kilogram atau turun 0,83 persen dibandingkan hari sebelumnya dan lebih rendah dari Rp 43.250 per kilogram pada awal April.
Daging sapi kualitas I berada di Rp 147.700 per kilogram atau turun 0,47 persen secara harian, namun sedikit lebih tinggi dibandingkan awal April di Rp 146.400 per kilogram. Sementara kualitas II turun 0,18 persen menjadi Rp 140.050 per kilogram, tetapi masih di atas posisi awal April Rp 138.000 per kilogram.
Harga telur ayam ras segar tercatat Rp 32.800 per kilogram atau turun cukup dalam 1,35 persen dibandingkan hari sebelumnya. Jika dibandingkan awal April di Rp 35.350 per kilogram, penurunannya terlihat signifikan.
Untuk komoditas gula, gula pasir premium berada di Rp 20.150 per kilogram atau naik 0,25 persen secara harian, namun lebih rendah dari Rp 21.200 per kilogram pada awal April. Gula pasir lokal juga naik 0,53 persen menjadi Rp 19.050 per kilogram, meski masih di bawah posisi Rp 19.300 per kilogram.
Berita Terkait
-
Klaim Mendag Busan: Pedagang Mudik, Harga Pangan Tetap Adem di Pasar Rawasari
-
Sidak Pasar Rawasari, Mendag Busan Pastikan Harga Pangan Stabil Jelang Lebaran
-
Jelang Lebaran 2026, Mendag Busan Akui Harga Cabai Rawit dan Telur Mulai Pedas
-
BNI Sekuritas Optimistis Pasar Saham, Proyeksi IHSG Capai 10.800 Didukung Sektor Komoditas
-
Harga Cabai Rawit Tembus Rp78.900/kg, Ini Daftar Lengkap Harga Pangan Terbaru Hari Ini
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- 7 Bedak Anti Luntur Kena Keringat saat Cuaca Panas, Makeup Tetap On Seharian
- Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 4 HP Tahan Air yang Bisa Digunakan saat Berenang, Anti Rusak dan Anti Rewel
Pilihan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
-
Berkas 4 Oknum BAIS TNI Tersangka Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Dilimpahkan ke Otmil
-
Resmi! Lurah Kalisari Dinonaktifkan Buntut Skandal Tangani Laporan di JAKI Pakai Foto AI
-
Efek Konflik Global: Plastik Langka, Pedagang Siomay hingga Penjual Jus Tercekik Biaya Produksi
Terkini
-
Pembatasan BBM Subsidi 50 Liter per Hari Berlaku sampai Mei 2026
-
Kenapa Harga E-Katalog Lebih Mahal? Begini Penjelasan LKPP
-
SeaBank Cetak Laba Bersih Rp 678,4 Miliar di 2025, Meroket 79%
-
Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.999
-
IHSG Gaspol, Melejit 2% di Awal Perdagangan Rabu
-
FTSE Pertahankan IHSG di 'Secondary Emerging Market', Ini Dampaknya
-
Meski Perang Berkobar Lagi, Wall Street Melenggang Naik
-
7 Bank Bangkrut di Indonesia pada Kuartal I 2026, Simak Daftar Terbarunya
-
Jaga Ketahanan Pangan ASEAN, Pupuk Indonesia Bentuk SEAFA Bersama Petronas dan BFI
-
Target Besar Tambang RI, Smelter Pakai 100% Energi Terbarukan