- Farizon resmi debut di Indonesia melalui ajang GIICOMVEC 2026 yang diselenggarakan di JIExpo Kemayoran pada April 2026.
- Arista Group menghadirkan brand kendaraan listrik komersial asal Geely Group ini untuk mendukung transisi energi di Indonesia.
- Farizon memperkenalkan model SV dan V8E sebagai solusi transportasi efisien serta ramah lingkungan bagi pelaku usaha nasional.
Suara.com - Farizon melakukan debut publik di Indonesia melalui ajang GIICOMVEC 2026. Kehadiran ini menandai langkah awal brand kendaraan niaga listrik tersebut di pasar nasional.
Sebagai bagian dari Geely Group, Farizon dikenal sebagai pemain kendaraan komersial berbasis energi baru (NEV) yang telah memiliki posisi kuat di pasar global.
Di Indonesia, kehadirannya dibawa oleh Arista Group sebagai upaya mendorong transisi kendaraan niaga menuju elektrifikasi.
Direktur Arista Auto Elektrindo, Christoforus Ronny, menyebut partisipasi Farizon di GIICOMVEC 2026 sebagai langkah strategis dalam memperkenalkan kendaraan niaga listrik yang diharapkan dapat membantu pelaku usaha meningkatkan efisiensi sekaligus menekan emisi karbon.
"Kehadiran Farizon di GIICOMVEC 2026 adalah langkah strategis kami dalam memperkenalkan standar baru logistik dan transportasi di Indonesia. Sebagai brand NEV komersial nomor satu di China dan dunia, Farizon membawa teknologi yang telah teruji secara global untuk membantu para pelaku usaha di Indonesia mencapai efisiensi maksimal sekaligus menekan emisi karbon secara signifikan," ujarnya di JIExpo Kemayoran, Rabu (8 April 2026).
Dalam pameran ini, Farizon menghadirkan dua model yaitu Farizon SV (SuperVan) dan V8E.
Farizon SV merupakan van penumpang listrik premium yang dirancang untuk kebutuhan transportasi seperti travel antar kota, shuttle korporasi, hingga pariwisata.
Kendaraan ini memiliki kapasitas hingga 16 penumpang dengan jarak tempuh mencapai 400 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Sementara, Farizon V8E adalah cargo van listrik yang dirancang untuk kebutuhan logistik dengan ruang kargo tertutup. Model ini menawarkan kapasitas hingga 7,9 meter kubik dengan desain lantai rendah untuk mempermudah proses bongkar muat terutama di area perkotaan.
Baca Juga: Era Baru Otomotif Dunia Pabrikan Mobil asal China Geser Dominasi Pabrikan Jepang
Melalui kehadiran Farizon SV dan V8E, perusahaan menegaskan posisinya sebagai mitra strategis bagi pelaku usaha dalam menghadirkan solusi transportasi yang lebih bersih, efisien, dan modern di Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
-
50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
Terkini
-
Tunda Nyicil PCX: Intip 5 Mobil Hatchback Termurah dan Irit Bensin Rekomendasi Pakar
-
Chery Indonesia Bongkar Penyebab Tiggo Cross Terbakar di Bandung
-
Risiko Mesin Jebol Mengintai Pemilik Mobil Saat Libur Sekolah Jika Abaikan Hal Ini
-
Motor Listrik Yamaha Aerox Resmi Mengaspal: Jarak Tempuh Setara Jakarta-Cirebon, Intip Harganya
-
Strategi Agresif Changan Deepal S05 Tantang Pasar SUV Listrik Indonesia Lewat Teknologi REEV
-
Harga Beda tapi Mesin Mirip, Mending Honda Vario Evo 160 atau ADV160?
-
Dobrak Tradisi Moge Hitam, Honda Rebel 1100 Tampil Premium dengan Fitur Sekelas Gadget Canggih
-
Toyota Ungkap Alasan Belum Tertarik Rilis Hilux PHEV Meski Pesaing Mulai Bermunculan
-
7 Hal Penting yang Wajib Diperhatikan saat Test Drive Mobil Baru
-
Penjualan EV China Menurun, Apa Sebab?